Lady Diana (Sumber gambar: royal.uk)

30 Tahun Tersembunyi, Kapsul Waktu Lady Diana Dibuka

29 August 2025   |   20:30 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Lady Diana, atau yang lebih dikenal dengan Princess Diana, adalah salah satu tokoh kerajaan Inggris yang paling populer pada masanya. Ia mendapat julukan “The People’s Princess” karena sikapnya yang hangat dan perhatian besar terhadap isu-isu sosial.

Semasa hidup, Diana aktif dalam berbagai kegiatan amal, mulai dari kesehatan anak, dukungan bagi penderita HIV/AIDS, hingga kampanye bahaya ranjau darat. Meskipun sudah wafat pada 1997, warisan sosial dan kisah hidupnya masih terus dikenang hingga kini.

Baca juga: Julien’s Auctions Bakal Gelar Lelang Lebih dari 200 Koleksi Ikonik Milik Putri Diana

Nama Diana kembali menjadi sorotan setelah sebuah time capsule atau kapsul waktu yang pernah ia kubur di dalam dinding rumah sakit anak Great Ormond Street Hospital (GOSH) di London akhirnya ditemukan. Menurut People, kapsul tersebut sudah lebih dari 30 tahun tersimpan, dan baru dibuka karena adanya renovasi gedung rumah sakit yang mengharuskan dinding tempat kapsul berada dihancurkan.

Kapsul kayu berlapis timah itu dikubur pada 1991, saat Diana masih menjabat sebagai Presiden GOSH. Meski Diana mengawasi langsung, isi kapsul kenangan ini dipilih oleh dua anak, Sylvia Foulkes dan David Watson, pemenang kontes dari acara TV anak-anak populer Blue Peter.

Benda-benda yang mereka pilih dianggap mewakili kehidupan dan perkembangan teknologi di era 1990-an. Di dalam kotak itu terdapat hologram berbentuk salju, kalkulator tenaga surya, koin Inggris, biji pohon dari Kew Gardens, selembar kertas daur ulang, paspor Eropa, televisi saku, hingga album Rhythm of Love milik penyanyi pop Kylie Minogue. Selain itu, ada juga foto Lady Diana, surat kabar The Times, serta surat pribadi dari kedua anak tersebut.

Awalnya, kapsul ini direncanakan baru akan dibuka berabad-abad mendatang. Namun karena renovasi gedung rumah sakit, pihak GOSH memilih untuk membukanya lebih cepat.

Menurut laporan The Times, kapsul itu mengalami sedikit kerusakan akibat air, tapi sebagian besar benda di dalamnya masih bertahan dengan baik. Tim arsip rumah sakit kini tengah bekerja untuk memulihkan surat-surat yang sempat rusak karena lembap.

Direktur Eksekutif Space and Place GOSH Jason Dawson, yang mengawasi pembukaan kapsul, mengatakan momen itu terasa berkesan. Ia menyebut bahwa benda-benda yang dulu dianggap modern, seperti kalkulator saku dan televisi mini, kini terlihat sederhana bahkan mirip mainan.

“Melihat benda-benda itu seperti terhubung dengan masa lalu. Dulu dianggap canggih, tapi sekarang terlihat kuno,” katanya. Menariknya, pihak rumah sakit bahkan tidak memiliki pemutar CD untuk mencoba album Kylie Minogue yang ada di dalam kapsul tersebut.

Kapsul waktu yang ditinggalkan Diana ternyata bukan yang pertama di rumah sakit ini. Pada 1872, Alexandra, yang saat itu juga bergelar Princess of Wales, meletakkan kapsul serupa ketika meresmikan gedung lama rumah sakit. Kapsul berisi foto Ratu Victoria dan koran The Times itu hingga kini belum pernah ditemukan.

Melanjutkan tradisi tersebut, pihak GOSH berencana menanam kapsul waktu baru setelah proyek renovasi selesai, sehingga generasi mendatang juga bisa menemukan potongan sejarah dari masa kini.

Keterlibatan Diana di GOSH hanyalah salah satu contoh dari banyak kegiatan sosial yang ia jalani. Ia menjabat sebagai Presiden rumah sakit anak itu sejak 1989 hingga akhir hayatnya pada 1997. Selama periode itu, ia sering berkunjung dan bahkan kerap membawa kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, untuk ikut serta.

Kini, baik William maupun Harry melanjutkan jejak ibunya di bidang sosial. Harry, misalnya, baru-baru ini kembali ke Angola, negara di Afrika yang pernah dikunjungi Diana pada 1997 untuk mengampanyekan bahaya ranjau darat. Saat itu, Diana menarik perhatian dunia dengan berani berjalan di area ranjau yang sedang dibersihkan.

Lebih dari dua dekade kemudian, Harry kembali ke lokasi yang pernah dilaluinya pada 2013. Jika dahulu berbahaya karena dipenuhi ranjau, kini kawasan itu sudah aman dan bahkan menjadi tempat bermain anak-anak setempat.

“Sebagai seorang ayah, hati saya hancur melihat anak-anak masih hidup di dekat ladang ranjau. Kita semua punya kewajiban untuk melindungi mereka dari dampak perang, baik masa lalu maupun sekarang,” kata Harry dalam pernyataannya.

Cerita kapsul waktu ini menjadi pengingat bahwa meski sudah lama tiada, sosok Lady Diana tetap meninggalkan jejak yang nyata. Bukan hanya melalui benda-benda yang ia awasi lebih dari 30 tahun lalu, tapi juga lewat nilai kepedulian yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Pesta Literasi Indonesia Perdana Digelar di 12 Kota Sepanjang September 2025

BERIKUTNYA

Daftar Pengalihan & Penutupan Rute Transjakarta Imbas Demo 29 Agustus 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga