Taylor Swift dan Travis Kelce (Sumber Foto: Instagram/taylorswift)

Taylor Swift & Travis Kelce Bertunangan, Brand Ikut Panen Momen Viral Lewat Newsjacking

27 August 2025   |   21:30 WIB
Image
M. Taufikul Basari Jurnalis dan Editor Hypeabis.id

Pertunangan megabintang pop Taylor Swift dengan pemain NFL Travis Kelce bukan sekadar kabar bahagia bagi penggemar. Momen itu seketika menjadi trending global, memenuhi linimasa Instagram, TikTok, hingga X (Twitter). Namun, yang menarik, bukan hanya fans yang heboh, merek-merek besar dari berbagai industri juga berlomba menunggangi euforia tersebut.

Genhype, fenomena ini memperlihatkan bagaimana strategi pemasaran modern semakin dekat dengan budaya pop. Pada era ketika percakapan publik bisa bergeser dalam hitungan jam, brand yang cepat, kreatif, dan relevan bisa mendapatkan sorotan luar biasa.

Hanya beberapa jam setelah pengumuman, berbagai brand atau jenama sudah menyiapkan konten untuk ikut meramaikan. Sebut saja Poppi, merek soda probiotik, yang merilis grafis dua kaleng bertuliskan “gym teacher” dan “English teacher” yang merupakan plesetan dari caption Instagram Swift dan Kelce.

Baca Juga: Detail Cincin Tunangan Taylor Swift, Harganya Ditaksir Mencapai Ratusan Miliar

Ada juga Blueland, produsen produk pembersih ramah lingkungan, mengunggah meme bertajuk “Clean (Blueland’s Version)”, meniru gaya Swift merilis ulang albumnya. Sementara Grove Collaborative membuat reel seorang perempuan merayakan sambil menulis: “Taylor Swift bertunangan dan aku baru saja berhasil bikin telur goreng sempurna di wajan bebas teflon—ini hari terbaik!,” seperti dilansir Inc.com.

Lola, brand produk menstruasi, menggunakan lirik Swift dengan gaya nyeleneh: “LOVING HIM WAS RED.” Bahkan Walmart cukup menulis: “who was in Walmart when they found out,” tanpa menyebut nama pasangan itu sama sekali.
 

 
Selain itu, merek-merek populer lain seperti Bubble, Pillsbury, Seventh Generation, Crayola, Old Navy, Burt’s Bees ikut membanjiri kolom komentar. Reaksi cepat ini menunjukkan satu hal kecepatan adalah kunci.

Yang menarik, fenomena ini tak hanya direspons oleh brand konsumer. General Assembly, sekolah pelatihan teknologi, memanfaatkan AI untuk membuat ilustrasi pertunangan versi astronot, lengkap dengan plesetan lirik “Look What You Made Me Do”. Tak lupa, mereka menyisipkan kode diskon untuk kursus teknologi.
 
Sementara itu, perusahaan perawatan kecantikan Glowbar bahkan mengirimkan SMS khusus berisi kupon TAYLORSGETTINGMARRIED untuk potongan US$13, sekaligus membagikan video reaksi karyawan mendengar kabar pertunangan itu.

Hal ini memperlihatkan bahwa newsjacking tak terbatas pada satu sektor. Siapa pun bisa ikut serta, asal kreatif dan relevan dengan audiens.
 

Teori Marketing di Balik Fenomena Ini

Fenomena jenama yang menunggangi momen viral seperti ini dikenal dengan istilah 'newsjacking'. Istilah ini dipopulerkan oleh David Meerman Scott dalam bukunya Newsjacking: How to Inject Your Ideas into a Breaking News Story and Generate Tons of Media Coverage (2011).

Scott menyebut: “Newsjacking is the art and science of injecting your ideas into a breaking news story, so you and your ideas get noticed.” Singkatnya, newsjacking adalah seni menyuntikkan pesan brand ke dalam percakapan berita besar agar mendapat sorotan.

Penelitian dari University of Edinburgh dan University of Southampton menemukan bahwa konten newsjacking dapat menciptakan sikap lebih positif terhadap merek dan bahkan mendorong niat beli, tentu selama audiens mengenali referensinya. Namun, jika brand terlambat atau tidak nyambung, efektivitasnya langsung turun drastis.

Selain newsjacking, fenomena ini juga sering dikaitkan dengan istilah real-time marketing atau moment marketing, yaitu strategi pemasaran yang memanfaatkan momen aktual budaya pop, olahraga, atau peristiwa besar untuk relevansi instan.
 

Taylor Swift Effect, Tambang Emas Brand

Taylor Swift memang dikenal memiliki dampak ekonomi luar biasa, sering disebut sebagai “Taylor Swift Effect.” Dari konser Eras Tour yang mendongkrak pariwisata hingga perilisan album yang menggerakkan industri musik, kini pertunangannya pun menjadi ladang kreativitas pemasaran.

Tak hanya soal kabar cinta, Swift juga akan merilis album terbaru The Life of a Showgirl pada 3 Oktober. Brand besar seperti Colgate-Palmolive, Duolingo, Fisher-Price sudah lebih dulu ikut menanggapi pengumuman itu dengan konten kreatif. Di sisi lain, Travis Kelce juga kembali ke lapangan NFL pekan depan, yang berarti sorotan media terhadap pasangan ini akan terus berlanjut.

Fenomena ini bisa menjadi cermin bagi merek-merek di Tanah Air. Kita sudah sering melihat respons cepat terhadap isu lokal, misalnya saat Timnas Indonesia meraih kemenangan besar, atau ketika perayaan 17 Agustus diramaikan dengan promo kreatif.

Namun, pelajaran penting dari kasus Swift–Kelce adalah bahwa keberhasilan newsjacking sangat ditentukan oleh kecepatan dan timing yang tepat, dipadukan dengan kreativitas yang relevan dengan persona brand serta audiens yang dituju.

Tanpa kedua unsur itu, brand bisa kehilangan momentum dan hanya terlihat sekadar ikut-ikutan. Selain itu, risiko tetap ada. Eksekusi yang keliru justru dapat membuat brand terkesan memaksakan diri, bahkan merusak citra yang sudah dibangun.

Baca Juga: Taylor Swift Umumkan Pertunangan dengan Bintang NFL Travis Kelce

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Thom Haye Resmi Bergabung ke Persib Bandung, Berapa Nilai Transfernya?

BERIKUTNYA

Timnas Indonesia Akan Kedatangan 5 Pemain Naturalisasi Baru Lagi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga