Terkena Gas Air Mata? Begini Langkah Pertolongan Pertamanya
27 August 2025 |
09:54 WIB
Maraknya aksi demonstrasi di Jakarta akhir-akhir ini membuat banyak orang terpapar gas air mata. Paparan yang tiba-tiba sering menimbulkan kepanikan dan ketidaknyamanan pada mata, kulit dan saluran pernapasan. Karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara menangani efeknya dengan cepat dan tepat.
Mengutip Healthline, gas air mata adalah senyawa kimia iritan yang digunakan untuk mengendalikan kerumunan atau sebagai alat pertahanan diri. Meskipun disebut gas, sebenarnya zat ini berupa padatan atau cairan yang disemprotkan menjadi aerosol.
Gas air mata dibuat dari beragam senyawa kimia, seperti chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxapine (CR).
Baca Juga: 5 Fakta tentang Gas Air Mata, Begini Dampaknya pada Saluran Nafas dan Kulit
Paparannya dapat memicu iritasi pada selaput lendir, terutama di mata, hidung, dan saluran pernapasan, sehingga menyebabkan mata berair, sensasi terbakar, batuk, hingga kesulitan bernapas. Efek ini umumnya bersifat sementara dan akan berkurang dalam hitungan menit setelah penderita terpapar udara segar. Tapi dalam kondisi tertentu atau paparan berkepanjangan, dapat menimbulkan komplikasi serius. Simak sejumlah penanganan saat terkena gas air mata.
Hindari ruangan tertutup atau area yang masih dipenuhi asap karena dapat memperburuk iritasi pada mata, hidung, dan saluran pernapasan. Jika memungkinkan, tutupi hidung dan mulut dengan kain bersih atau masker saat bergerak menjauh untuk mengurangi jumlah gas yang terhirup.
Masukkan pakaian ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat agar partikel gas tidak menyebar. Jika masih ingin digunakan, jemur terlebih dahulu di ruang terbuka minimal 48 jam sebelum dicuci secara terpisah menggunakan deterjen. Namun, jika tingkat kontaminasinya parah, sebaiknya dibuang untuk menghindari risiko paparan ulang.
Jika iritasi di sekitar mata masih terasa, gunakan sabun bayi yang diencerkan dengan air untuk membersihkan kulit di sekitar mata, tetapi hindari memasukkan sabun ke dalam mata. Pembilasan yang tepat akan membantu mengurangi rasa terbakar, air mata berlebih, dan kemerahan akibat paparan gas.
Lakukan mandi setidaknya selama 20 menit untuk memastikan sisa zat benar-benar hilang. Saat membilas, tutup mata rapat-rapat untuk menghindari iritasi tambahan, dan hindari menggosok kulit terlalu keras agar tidak memperparah rasa terbakar.
Beberapa cara yang disebutkan di media sosial seperti membilas mata dengan susu, larutan baking soda, atau cairan kosmetik lainnya tidak terbukti efektif untuk mengatasi paparan gas air mata. Bahkan, metode-metode tersebut dapat memperparah iritasi pada mata dan kulit.
Dalam kondisi serius, tenaga medis dapat memberikan perawatan seperti oksigen tambahan, bronkodilator, steroid, atau terapi khusus untuk luka kimia. Segera mendapatkan bantuan medis akan mencegah komplikasi jangka panjang dan memastikan pemulihan lebih cepat.
Baca Juga: 5 Efek Penggunaan Gas Air Mata Bagi Kesehatan, Bisa Memicu Masalah Kulit
Mengutip Healthline, gas air mata adalah senyawa kimia iritan yang digunakan untuk mengendalikan kerumunan atau sebagai alat pertahanan diri. Meskipun disebut gas, sebenarnya zat ini berupa padatan atau cairan yang disemprotkan menjadi aerosol.
Gas air mata dibuat dari beragam senyawa kimia, seperti chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxapine (CR).
Baca Juga: 5 Fakta tentang Gas Air Mata, Begini Dampaknya pada Saluran Nafas dan Kulit
Paparannya dapat memicu iritasi pada selaput lendir, terutama di mata, hidung, dan saluran pernapasan, sehingga menyebabkan mata berair, sensasi terbakar, batuk, hingga kesulitan bernapas. Efek ini umumnya bersifat sementara dan akan berkurang dalam hitungan menit setelah penderita terpapar udara segar. Tapi dalam kondisi tertentu atau paparan berkepanjangan, dapat menimbulkan komplikasi serius. Simak sejumlah penanganan saat terkena gas air mata.
1. Menjauh dari Sumber Gas
Segera tinggalkan area terpapar gas. Cari udara segar di ruang terbuka dan jika memungkinkan bergeraklah ke area yang lebih tinggi karena gas biasanya berkumpul di dataran rendah.Hindari ruangan tertutup atau area yang masih dipenuhi asap karena dapat memperburuk iritasi pada mata, hidung, dan saluran pernapasan. Jika memungkinkan, tutupi hidung dan mulut dengan kain bersih atau masker saat bergerak menjauh untuk mengurangi jumlah gas yang terhirup.
2. Lepaskan Pakaian yang Terkontaminasi
Segera lepaskan pakaian yang terkontaminasi gas air mata untuk mencegah iritasi lebih lanjut pada kulit. Jika memungkinkan, lepaskan pakaian dengan hati-hati atau gunting saja agar tidak menyentuh wajah atau area tubuh lain yang sensitif.Masukkan pakaian ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat agar partikel gas tidak menyebar. Jika masih ingin digunakan, jemur terlebih dahulu di ruang terbuka minimal 48 jam sebelum dicuci secara terpisah menggunakan deterjen. Namun, jika tingkat kontaminasinya parah, sebaiknya dibuang untuk menghindari risiko paparan ulang.
3. Bilas Mata dengan Air atau Saline
Bilas mata dengan air bersih atau larutan saline untuk mengurangi iritasi akibat gas air mata. Lakukan selama 10-20 menit, arahkan aliran air dari sisi wajah agar partikel iritan tidak masuk lebih dalam ke mata. Jangan menuangkan air langsung dari dahi, karena bisa mendorong zat kimia ke saluran mata.Jika iritasi di sekitar mata masih terasa, gunakan sabun bayi yang diencerkan dengan air untuk membersihkan kulit di sekitar mata, tetapi hindari memasukkan sabun ke dalam mata. Pembilasan yang tepat akan membantu mengurangi rasa terbakar, air mata berlebih, dan kemerahan akibat paparan gas.
4. Mandi dengan Air dan Sabun
Cuci tubuh secara menyeluruh menggunakan air dan sabun, pastikan membersihkan semua area, termasuk rambut, leher, dan bagian tubuh yang terbuka. Gunakan air dingin agar pori-pori kulit tetap tertutup, sehingga partikel gas tidak semakin meresap.Lakukan mandi setidaknya selama 20 menit untuk memastikan sisa zat benar-benar hilang. Saat membilas, tutup mata rapat-rapat untuk menghindari iritasi tambahan, dan hindari menggosok kulit terlalu keras agar tidak memperparah rasa terbakar.
Beberapa cara yang disebutkan di media sosial seperti membilas mata dengan susu, larutan baking soda, atau cairan kosmetik lainnya tidak terbukti efektif untuk mengatasi paparan gas air mata. Bahkan, metode-metode tersebut dapat memperparah iritasi pada mata dan kulit.
5. Cari Bantuan Medis Bila Gejala Makin Parah
Jika gejala akibat paparan gas air mata tidak kunjung membaik atau tergolong parah, segera cari bantuan medis. Tanda-tanda yang membutuhkan penanganan profesional meliputi sesak napas, iritasi mata yang sangat parah, luka bakar kimia, atau iritasi kulit yang meluas.Dalam kondisi serius, tenaga medis dapat memberikan perawatan seperti oksigen tambahan, bronkodilator, steroid, atau terapi khusus untuk luka kimia. Segera mendapatkan bantuan medis akan mencegah komplikasi jangka panjang dan memastikan pemulihan lebih cepat.
Baca Juga: 5 Efek Penggunaan Gas Air Mata Bagi Kesehatan, Bisa Memicu Masalah Kulit
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.