Film Horor Perempuan Pembawa Sial Angkat Mitos Bahu Laweyan
21 August 2025 |
10:05 WIB
Setelah mencuri perhatian lewat Inang (2022), sutradara Fajar Nugros bersiap merilis film horor lagi. Karya terbarunya yang masih diproduksi IDN Pictures dengan tajuk Perempuan Pembawa Sial ini akan mengangkat mengangkat legenda kutukan Bahu Laweyan.
Bahu Laweyan merupakan mitos yang dikenal identik dengan kisah perempuan yang hidupnya tak pernah beruntung. Mereka yang terkena Bahu Laweyan selalu diterpa kesialan dan malapetaka, khususnya dalam hal perjodohan.
Baca juga: Film Horor Dia Bukan Ibu Karya Randolph Zaini Berkompetisi di Fantastic Fest 2025
Siapa pun laki-laki yang menikahi perempuan yang terkena Bahu Laweyan akan selalu berujung pada kematian. Cerita legenda tersebut kemudian diubah menjadi premis yang menarik oleh Fajar Nugros.
Tak sekadar menawarkan kengerian lewat mitos, Fajar juga menyelipkan catatan sosial yang tajam akan posisi perempuan, sebuah perjalanan yang akan menembus batas ketakutan dan prasangka.
Fajar mengatakan mitos memang kerap menjadi landasannya dalam bercerita. Menurutnya, hal ini terjadi karena Indonesia memiliki banyak sekali mitos dan cerita rakyat yang unik dan patut untuk diperkenalkan ke masyarakat modern.
Dirinya berharap Perempuan Pembawa Sial dapat memberikan pengalaman menonton yang autentik dalam melihat kembali mitos-mitos yang selama ini berkembang.
"Ketika membuat Perempuan Pembawa Sial, saya ingin membentuk pengalaman menonton yang mencekam sekaligus membawa budaya tradisional Indonesia kepada penonton modern," kata Fajar.
Sementara itu, produser eksekutif Winston Utmomo mengatakan Perempuan Pembawa Sial akan menghadirkan horor yang berbeda. Sebab, film ini akan berakar pada budaya Indonesia yang kuat. Dirinya meyakini bahwa budaya bisa menjadi sarana untuk menghadirkan horor yang autentik sekaligus relevan bagi penonton masa kini.
"Bahu Laweyan adalah mitos yang unik, jarang sekali terdengar, tetapi menyimpan filosofi yang dalam," imbuhnya.
Dalam trailer resmi Perempuan Pembawa Sial, penonton diberi cuplikan singkat kisah Mirah (Raihaanun) yang harus menghadapi kutukan Bahu Laweyan. Hidup Mirah selalu dipenuhi bayang-bayang masa lalu hingga membuatnya dicap sebagai pembawa sial oleh orang-orang di sekelilingnya.
Ketegangan makin terasa ketika suaminya lagi-lagi tewas secara tragis setelah menyaksikan penampakan gaib. Diceritakan sang suami sebelumnya sempat melihat delman dengan kusir tanpa kepala dan kain laweyan yang menari di kegelapan malam sebelum akhirnya tewas mengenaskan.
Lewat trailer dan premis kutukan Bahu Laweyan yang diperlihatkan, Fajar tampaknya ingin mengeksplorasi kehidupan perempuan dengan berbagai dinamika yang menerpa mereka, termasuk anggapan soal cap siap yang kerap menyudutkan kaum hawa ini.
Dalam film ini, aktris peraih Piala Citra Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2019 Raihaanun bakal berperan sebagai Mirah dalam film ini. Selain Raihaanun, film ini juga dibintangi Clara Bernadeth sebagai Puti, Aurra Kharisma sebagai Lasmi, dan Morgan Oey sebagai Bana.
Baca juga: 4 Fakta Menarik Film Horor Sukma, Tayang 11 September 2025 di Bioskop
Perempuan Pembawa Sial dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 September 2025. Sebelum tayang di bioskop, film ini telah terlebih dahulu diputar di segmen Indonesian Screen Award Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024, bahkan memenangkan satu penghargaan Indonesian Screen Awards for Best Editing.
Bahu Laweyan merupakan mitos yang dikenal identik dengan kisah perempuan yang hidupnya tak pernah beruntung. Mereka yang terkena Bahu Laweyan selalu diterpa kesialan dan malapetaka, khususnya dalam hal perjodohan.
Baca juga: Film Horor Dia Bukan Ibu Karya Randolph Zaini Berkompetisi di Fantastic Fest 2025
Siapa pun laki-laki yang menikahi perempuan yang terkena Bahu Laweyan akan selalu berujung pada kematian. Cerita legenda tersebut kemudian diubah menjadi premis yang menarik oleh Fajar Nugros.
Tak sekadar menawarkan kengerian lewat mitos, Fajar juga menyelipkan catatan sosial yang tajam akan posisi perempuan, sebuah perjalanan yang akan menembus batas ketakutan dan prasangka.
Fajar mengatakan mitos memang kerap menjadi landasannya dalam bercerita. Menurutnya, hal ini terjadi karena Indonesia memiliki banyak sekali mitos dan cerita rakyat yang unik dan patut untuk diperkenalkan ke masyarakat modern.
Dirinya berharap Perempuan Pembawa Sial dapat memberikan pengalaman menonton yang autentik dalam melihat kembali mitos-mitos yang selama ini berkembang.
"Ketika membuat Perempuan Pembawa Sial, saya ingin membentuk pengalaman menonton yang mencekam sekaligus membawa budaya tradisional Indonesia kepada penonton modern," kata Fajar.
Sementara itu, produser eksekutif Winston Utmomo mengatakan Perempuan Pembawa Sial akan menghadirkan horor yang berbeda. Sebab, film ini akan berakar pada budaya Indonesia yang kuat. Dirinya meyakini bahwa budaya bisa menjadi sarana untuk menghadirkan horor yang autentik sekaligus relevan bagi penonton masa kini.
"Bahu Laweyan adalah mitos yang unik, jarang sekali terdengar, tetapi menyimpan filosofi yang dalam," imbuhnya.
Dalam trailer resmi Perempuan Pembawa Sial, penonton diberi cuplikan singkat kisah Mirah (Raihaanun) yang harus menghadapi kutukan Bahu Laweyan. Hidup Mirah selalu dipenuhi bayang-bayang masa lalu hingga membuatnya dicap sebagai pembawa sial oleh orang-orang di sekelilingnya.
Ketegangan makin terasa ketika suaminya lagi-lagi tewas secara tragis setelah menyaksikan penampakan gaib. Diceritakan sang suami sebelumnya sempat melihat delman dengan kusir tanpa kepala dan kain laweyan yang menari di kegelapan malam sebelum akhirnya tewas mengenaskan.
Lewat trailer dan premis kutukan Bahu Laweyan yang diperlihatkan, Fajar tampaknya ingin mengeksplorasi kehidupan perempuan dengan berbagai dinamika yang menerpa mereka, termasuk anggapan soal cap siap yang kerap menyudutkan kaum hawa ini.
Dalam film ini, aktris peraih Piala Citra Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2019 Raihaanun bakal berperan sebagai Mirah dalam film ini. Selain Raihaanun, film ini juga dibintangi Clara Bernadeth sebagai Puti, Aurra Kharisma sebagai Lasmi, dan Morgan Oey sebagai Bana.
Baca juga: 4 Fakta Menarik Film Horor Sukma, Tayang 11 September 2025 di Bioskop
Perempuan Pembawa Sial dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 September 2025. Sebelum tayang di bioskop, film ini telah terlebih dahulu diputar di segmen Indonesian Screen Award Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024, bahkan memenangkan satu penghargaan Indonesian Screen Awards for Best Editing.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.