Udang beku. (Devmaryna/Freepik)

FDA Beri Peringatan Udang Beku Asal Indonesia Terkontaminasi Zat Radioaktif

20 August 2025   |   21:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan serius terkait produk udang beku impor yang diduga terkontaminasi zat radioaktif. Produk tersebut disebut-sebut berasal dari salah satu perusahaan di Indonesia.

Peringatan ini muncul setelah petugas Bea Cukai AS menemukan indikasi keberadaan Cesium-137 (Cs-137) pada udang yang dikirim melalui kontainer menuju Los Angeles, Houston, Savannah (Georgia), dan Miami. Hasil analisis kemudian mengonfirmasi adanya kontaminasi Cs-137 pada salah satu sampel udang tepung roti.

Baca juga: FDA Amerika Serikat Cekal Pengguna Bahan Red 3 pada Makanan Kemasan, Indonesia?

Adapun udang tersebut berasal dari PT. Bahari Makmur Sejati, sebuah perusahaan yang beroperasi di Indonesia, atau lebih dikenal dengan nama BMS Foods. Dengan temuan ini, tentu saja, kontainer udang yang terkontaminasi tersebut langsung dicegah masuk ke rantai pasokan makanan AS. 

Sementara itu, produk udang lain yang diimpor dari BMS Foods juga dilakukan pemeriksaan. Sejauh ini, produk lainnya tidak teruji positif mengandung bahan radioaktif. Namun, FDA tidak mau mengambil risiko dengan merekomendasikan masyarakat tidak mengonsumsi udang beku dan agar pengecer menarik produk tersebut, termasuk Walmart. 

FDA menyarankan agar masyarakat segera membuang atau tidak mengonsumsi udang beku yang terlanjur dibeli dari Walmart. Investigasi FDA atas situasi ini masih berlangsung, tetapi badan tersebut telah mengonfirmasi bahwa produk-produk dari BMS Foods telah melanggar Undang-Undang Makanan, Obat-obatan, dan Kosmetik Federal.

“Hal ini  disebabkan karena produk-produk tersebut disiapkan, dikemas, atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis sehingga mungkin terkontaminasi Cs-137 dan dapat menimbulkan masalah keamanan," bunyi pernyataan FDA.

Atas kejadian ini, BMS Food juga masuk ke dalam daftar import alert”. Artinya, produk-produk dari BMS Foods tidak akan bisa lagi masuk ke AS sampai semua pelanggaran dan masalah kontaminasi ini berhasil diselesaikan. 

“FDA akan terus bekerja sama dengan industri untuk melacak semua produk terkait yang diproses oleh PT. Bahari Makmur Sejati melalui rantai pasokan guna mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang mereka dan mengambil tindakan yang tepat," ujar pejabat FDA dalam pernyataannya.


Bahaya Cs-137

FDA memang hanya menemukan Cs-137 pada satu produk udang BMS yang diuji. Hasil uji menunjukkan bahwa jumlah isotop yang ditemukan dalam sampel udang tepung roti tidak cukup tinggi untuk menyebabkan bahaya langsung bagi konsumen dalam jangka pendek.

Kendati demikian, tingkat yang terdeteksi dapat menimbulkan risiko jika seseorang mengonsumsi produk tersebut berulang kali dalam jangka waktu yang lama. Terlebih, jika paparan tersebut dikombinasikan dengan radiasi tingkat rendah dasar yang diterima dari lingkungan dan melalui prosedur medis rutin, seperti sinar-X.

Dalam jangka panjang, paparan berulang terhadap Cs-137 dapat meningkatkan risiko kanker karena merusak DNA. 

Menurut FDA, bentuk cesium nonradioaktif, yang disebut cesium stabil, terdapat secara alami di lingkungan dan ditemukan dalam bebatuan, tanah, dan debu. Unsur ini juga dapat menempuh jarak jauh melalui udara, sebelum mengendap di tanah atau air. 

Cesium dapat menjadi radioaktif ketika terpapar uranium yang membusuk , ledakan nuklir, atau kecelakaan reaktor nuklir. Cesium-137 memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun, yang berarti dibutuhkan tiga dekade bagi radioaktivitas isotop tersebut untuk berkurang setengahnya.

"Karena tersebar luas di seluruh dunia, Cs-137 dapat ditemukan dalam jumlah kecil di lingkungan, termasuk tanah, makanan, dan udara," demikian pernyataan FDA. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Terasa Sampai Jakarta dan Sekitarnya

BERIKUTNYA

Dampak Gempa Bekasi, Operasional Commuter Line Berhenti Sementara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga