Indonesia Kirim 4 Delegasi ke BRICS+ Fashion Summit 2025
20 August 2025 |
20:19 WIB
Indonesia akan mengirimkan empat delegasi untuk menghadiri BRICS+ Fashion Summit 2025 yang digelar pada 28–30 Agustus 2025 di Moskow, Rusia. Keempat perwakilan tersebut merupakan pakar di bidang mode, tekstil, dan manufaktur yang akan mewakili kontribusi Indonesia di kancah internasional.
BRICS+ Fashion Summit sendiri merupakan platform internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Russian Fashion Council dengan mempertemukan delegasi pemangku kepentingan industri fesyen dari berbagai negara anggota dan mitra BRICS+. Acara ini mencakup konferensi, pameran, dan fashion show yang menyoroti inovasi, budaya, dan bisnis fashion lintas negara.
Baca juga: Plaza Indonesia Fashion Week 2025 Hadirkan 35 Show Busana Wanita, Pria dan Anak
Partisipasi Indonesia di BRICS+ Fashion Summit 2025 menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi yang telah terjalin sejak 2021, yang terus berkembang dalam semangat pertukaran budaya, pengetahuan, dan peluang industri antara Indonesia dan negara-negara anggota BRICS+.
Keempat delegasi Indonesia yang akan berkontribusi dalam forum bergengsi ini adalah Ali Charisma selaku Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC), Taruna K. Kusmayadi selaku Perwakilan dari Original Fashion Creation (OFC), Liliek Setiawan selaku Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Rizal Tanzil Rakhman selaku Government Relations & Sustainability Executive PT Pan Brothers Tbk.
Sebagai perwakilan dari IFC, Ali Charisma akan tampil sebagai pembicara dalam sesi diskusi panel yang membahas potensi besar pasar fesyen Asia, khususnya sektor modest fashion yang berkembang pesat. Dia akan mengangkat bagaimana Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menjadi pusat inovasi dan ekspor untuk modest fashion global.
Sementara Taruna K. Kusmayadi sebagai akademisi dan desainer mode akan membahas kekayaan tekstil wastra Indonesia, dengan fokus pada kerajinan tangan (handmade textiles) dan potensi pengembangannya secara akademik dan industri. Diskusinya akan menyoroti pentingnya pelestarian budaya sekaligus peluang ekonomi dari tekstil tradisional.
Dalam forum ini, Liliek Setiawan akan mengangkat kapasitas industri tekstil Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Dia juga akan mengulas strategi hilirisasi dan penguatan rantai pasok tekstil nasional untuk mendorong pertumbuhan sektor fesyen Indonesia secara menyeluruh.
Sebagai wakil dari sektor manufaktur, Rizal Tanzil Rakhman akan membawakan materi mengenai kemampuan dan komitmen industri manufaktur fesyen Indonesia dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability). Dia akan menampilkan praktik terbaik dari PT Pan Brothers sebagai salah satu eksportir fesyen terbesar di Indonesia.
Kehadiran keempat delegasi ini tidak hanya menunjukkan kekuatan Indonesia dalam berbagai aspek industri fesyen mulai dari budaya, akademik, hingga industri dan manufaktur tetapi juga menandai peningkatan peran diplomasi fesyen Indonesia dalam percaturan global, khususnya di kawasan BRICS+.
Kerjasama ini diharapkan terus membuka peluang kolaborasi antarnegara, mendorong program tukar desainer, kolaborasi produksi, hingga penguatan branding fashion Indonesia di pasar dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
BRICS+ Fashion Summit sendiri merupakan platform internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Russian Fashion Council dengan mempertemukan delegasi pemangku kepentingan industri fesyen dari berbagai negara anggota dan mitra BRICS+. Acara ini mencakup konferensi, pameran, dan fashion show yang menyoroti inovasi, budaya, dan bisnis fashion lintas negara.
Baca juga: Plaza Indonesia Fashion Week 2025 Hadirkan 35 Show Busana Wanita, Pria dan Anak
Partisipasi Indonesia di BRICS+ Fashion Summit 2025 menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi yang telah terjalin sejak 2021, yang terus berkembang dalam semangat pertukaran budaya, pengetahuan, dan peluang industri antara Indonesia dan negara-negara anggota BRICS+.
Keempat delegasi Indonesia yang akan berkontribusi dalam forum bergengsi ini adalah Ali Charisma selaku Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC), Taruna K. Kusmayadi selaku Perwakilan dari Original Fashion Creation (OFC), Liliek Setiawan selaku Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Rizal Tanzil Rakhman selaku Government Relations & Sustainability Executive PT Pan Brothers Tbk.
Sebagai perwakilan dari IFC, Ali Charisma akan tampil sebagai pembicara dalam sesi diskusi panel yang membahas potensi besar pasar fesyen Asia, khususnya sektor modest fashion yang berkembang pesat. Dia akan mengangkat bagaimana Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menjadi pusat inovasi dan ekspor untuk modest fashion global.
Sementara Taruna K. Kusmayadi sebagai akademisi dan desainer mode akan membahas kekayaan tekstil wastra Indonesia, dengan fokus pada kerajinan tangan (handmade textiles) dan potensi pengembangannya secara akademik dan industri. Diskusinya akan menyoroti pentingnya pelestarian budaya sekaligus peluang ekonomi dari tekstil tradisional.
Dalam forum ini, Liliek Setiawan akan mengangkat kapasitas industri tekstil Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Dia juga akan mengulas strategi hilirisasi dan penguatan rantai pasok tekstil nasional untuk mendorong pertumbuhan sektor fesyen Indonesia secara menyeluruh.
Sebagai wakil dari sektor manufaktur, Rizal Tanzil Rakhman akan membawakan materi mengenai kemampuan dan komitmen industri manufaktur fesyen Indonesia dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability). Dia akan menampilkan praktik terbaik dari PT Pan Brothers sebagai salah satu eksportir fesyen terbesar di Indonesia.
Kehadiran keempat delegasi ini tidak hanya menunjukkan kekuatan Indonesia dalam berbagai aspek industri fesyen mulai dari budaya, akademik, hingga industri dan manufaktur tetapi juga menandai peningkatan peran diplomasi fesyen Indonesia dalam percaturan global, khususnya di kawasan BRICS+.
Kerjasama ini diharapkan terus membuka peluang kolaborasi antarnegara, mendorong program tukar desainer, kolaborasi produksi, hingga penguatan branding fashion Indonesia di pasar dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.