Tired Girl Makeup, Ketika Wajah Lelah Jadi Sebuah Tren Baru
20 August 2025 |
15:00 WIB
Lazimnya, wanita ingin selalu tampak cantik dan segar. Terkait hal itu, ada banyak tren yang hadir di media sosial seperti “Clean Girl Makeup”, “Igari Makeup”, hingga “No Makeup Makeup Look”, yang ramai ditiru banyak kalangan. Akan tetapi, apa jadinya jika muncul tren yang justru melawan standar kecantikan tersebut?
Tired girl makeup adalah fenomena riasan dari Generasi Z yang menentang anggapan bahwa wanita harus selalu tampil segar. Sejak dulu, wajah lelah dan mengantuk merupakan hal yang paling dihindari karena umumnya diasosiasikan dengan penuaan, penyakit, atau kesan kurang merawat diri. Tren ini menunjukkan sebaliknya, bagaimana kita merayakan ketidaksempurnaan yang biasanya ditutupi.
Wanita yang mengenakan makeup ini umumnya menegaskan kantung mata, mewarnai sekitar mata dengan eyeshadow gelap, serta membaurkan base wajah yang pucat. Panutan modern dari tired girl makeup tak lain ialah Wednesday Addams, karakter utama dari keluarga Addams yang diperankan Jenna Ortega.
Baca juga: Tren Makeup Douyin, Kilau Lembut dan Pesona Imut yang Jadi Statement Baru
Riasan ini menjadi fenomena yang berbeda dari gaya serupa, seperti goth yang lahir dari subkultur musik dengan nuansa wajah pucat dan riasan mata gelap, maupun tren aegyo-sal dari Korea Selatan yang menebalkan lemak di bawah mata.
Tired girl makeup cenderung memiliki kemiripan dengan grunge yang populer pada era 1990-an dengan estetika acak-acakan. Meski begitu, fenomena ini tampaknya tidak memiliki akar sedalam tren-tren tersebut. Di sisi lain, tren ini lebih merupakan bagian dari estetika internet yang bersifat sementara.
Dikutip dari CNN, perias wajah sekaligus penata rambut serial Wednesday musim pertama, Tara McDonald, mengatakan, “Prinsip intinya adalah untuk tetap terlihat tampil namun natural dengan menggunakan sedikit produk dan menonjolkan fitur wajah yang sudah dimiliki Jenna [Ortega].”
Untuk meraih penampilan ikonik Wednesday, McDonald mengoles foundation dengan warna lebih terang dari kulit Ortega, lalu hanya menambahkan sedikit eyeshadow gelap di bawah mata sehingga kantung mata tampak menonjol.
Perias wajah dan rambut Wednesday musim kedua, Nirvana Jalalvand, juga menegaskan, “Niatnya [dandanan Wednesday] adalah karena dia bukan perempuan yang akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menata rambut dan merias wajahnya. Dia punya kasus untuk dipecahkan dan tempat untuk didatangi, sehingga berdandan bukanlah kegiatan prioritasnya.”
Oleh karena itu, ketidakpedulian Wednesday terhadap penampilannya merupakan bentuk antitesis dari standar kecantikan saat ini.
Jalalvand melanjutkan, “Bahkan kini, orang-orang mengunggah foto buram dan photo dumps ke Instagram. Kita sudah lelah akan perfeksionisme yang dibuat-buat. Budaya yang berantakan ini melawan estetika ‘clean girl’. Tired girl menjadi cara berbeda untuk menampilkan diri sendiri.”
Eksekusi riasan ini juga mudah dan sederhana, hanya dengan membaurkan concealer dan sedikit perona pipi. “Hampir semua orang bisa melakukan dandanan ini. Kamu tidak perlu jadi makeup artist yang andal. Kamu tidak butuh tangan yang stabil. Kamu dapat tampil dengan look ini tanpa makeup brush,” imbuh McDonald.
Pada akhirnya, tired girl makeup menjadi simbol bahwa kecantikan tidak selalu berarti tampil sempurna. Justru, ada ruang untuk mengekspresikan sisi lelah, rapuh, dan apa adanya sebagai bentuk penerimaan diri yang semakin relevan pada era serba cepat ini.
Baca juga: Tren Kecantikan 2025: Personalized Makeup dan Skincare yang Sesuai Kebutuhan Kulit
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Tired girl makeup adalah fenomena riasan dari Generasi Z yang menentang anggapan bahwa wanita harus selalu tampil segar. Sejak dulu, wajah lelah dan mengantuk merupakan hal yang paling dihindari karena umumnya diasosiasikan dengan penuaan, penyakit, atau kesan kurang merawat diri. Tren ini menunjukkan sebaliknya, bagaimana kita merayakan ketidaksempurnaan yang biasanya ditutupi.
Wanita yang mengenakan makeup ini umumnya menegaskan kantung mata, mewarnai sekitar mata dengan eyeshadow gelap, serta membaurkan base wajah yang pucat. Panutan modern dari tired girl makeup tak lain ialah Wednesday Addams, karakter utama dari keluarga Addams yang diperankan Jenna Ortega.
Baca juga: Tren Makeup Douyin, Kilau Lembut dan Pesona Imut yang Jadi Statement Baru
Riasan ini menjadi fenomena yang berbeda dari gaya serupa, seperti goth yang lahir dari subkultur musik dengan nuansa wajah pucat dan riasan mata gelap, maupun tren aegyo-sal dari Korea Selatan yang menebalkan lemak di bawah mata.
Tired girl makeup cenderung memiliki kemiripan dengan grunge yang populer pada era 1990-an dengan estetika acak-acakan. Meski begitu, fenomena ini tampaknya tidak memiliki akar sedalam tren-tren tersebut. Di sisi lain, tren ini lebih merupakan bagian dari estetika internet yang bersifat sementara.
Dikutip dari CNN, perias wajah sekaligus penata rambut serial Wednesday musim pertama, Tara McDonald, mengatakan, “Prinsip intinya adalah untuk tetap terlihat tampil namun natural dengan menggunakan sedikit produk dan menonjolkan fitur wajah yang sudah dimiliki Jenna [Ortega].”
Untuk meraih penampilan ikonik Wednesday, McDonald mengoles foundation dengan warna lebih terang dari kulit Ortega, lalu hanya menambahkan sedikit eyeshadow gelap di bawah mata sehingga kantung mata tampak menonjol.
Perias wajah dan rambut Wednesday musim kedua, Nirvana Jalalvand, juga menegaskan, “Niatnya [dandanan Wednesday] adalah karena dia bukan perempuan yang akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menata rambut dan merias wajahnya. Dia punya kasus untuk dipecahkan dan tempat untuk didatangi, sehingga berdandan bukanlah kegiatan prioritasnya.”
Oleh karena itu, ketidakpedulian Wednesday terhadap penampilannya merupakan bentuk antitesis dari standar kecantikan saat ini.
Jalalvand melanjutkan, “Bahkan kini, orang-orang mengunggah foto buram dan photo dumps ke Instagram. Kita sudah lelah akan perfeksionisme yang dibuat-buat. Budaya yang berantakan ini melawan estetika ‘clean girl’. Tired girl menjadi cara berbeda untuk menampilkan diri sendiri.”
Eksekusi riasan ini juga mudah dan sederhana, hanya dengan membaurkan concealer dan sedikit perona pipi. “Hampir semua orang bisa melakukan dandanan ini. Kamu tidak perlu jadi makeup artist yang andal. Kamu tidak butuh tangan yang stabil. Kamu dapat tampil dengan look ini tanpa makeup brush,” imbuh McDonald.
Pada akhirnya, tired girl makeup menjadi simbol bahwa kecantikan tidak selalu berarti tampil sempurna. Justru, ada ruang untuk mengekspresikan sisi lelah, rapuh, dan apa adanya sebagai bentuk penerimaan diri yang semakin relevan pada era serba cepat ini.
Baca juga: Tren Kecantikan 2025: Personalized Makeup dan Skincare yang Sesuai Kebutuhan Kulit
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.