Omara Esteghlal mengungkap tantangan terbesarnya saat memerankan karakter Gema dalam film Tinggal Meninggal. Menurutnya, karakter ini menuntutnya untuk cepat berganti-ganti emosi meski masih berada di dalam satu adegan yang sama.
Gema merupakan karakter utama di film ini. Gema digambarkan sebagai sosok pemuda yang mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Di kantor, dia tidak memiliki banyak teman dekat atau sekadar mengobrol.
Namun, situasi berubah ketika sang ayah meninggal. Tiba-tiba, teman-teman kantor menjadi dekat dan baik kepadanya. Sejak kehilangan sang ayah, dia merasa ingin terus mencari perhatian dari teman-temannya.
Aktor Omara Esteghlal (Sumber gambar: Imajinari/Goodwork)
Demi mendapatkan perhatian tersebut, Gema mulai menciptakan skenario-skenario kematian palsu yang dramatis. Aksi nekat itu dilakukan agar dirinya tetap dianggap ada oleh lingkungan sekitarnya. Menurut Omara, kekompleksan karakter inilah yang membuat memerankannya merupakan suatu tantangan tersendiri.
"Pertama soal pergantian emosi. Dari marah, terus senang, terus ketawa, terus bingung itu tuh semua terjadi dalam 10 detik. Namun, di waktu yang bersamaan juga, dia mesti membagi atensi terhadap teman-temannya, dunia nyatanya, dan dunia fiksionalnya," kata Omara.
Omara mengaku bahwa membawakan karakter seperti Gema bukan perkara mudah. Perpaduan emosi yang berubah dalam waktu singkat itu, kata Omara, menguras tenaganya secara bersamaan.
Meski begitu, Omara menyebut pengalaman syuting Tinggal Meninggal terasa sangat menyenangkan. Dia bahkan cukup lama terlibat dalam proses pendalaman karakter Gema bersama Kristo Immanuel.
Meski cukup menantang, Omara menyebut karakter Gema jadi salah satu peran menarik yang pernah dimainkannya. Selain kekompleksan karakternya, peran ini juga baginya terasa personal. Sebab, di film ini dirinya juga menjadi Co-Executive Producer. “Proyek ini jadi perjalanan emosional buat saya. Banyak yang terasa personal, tapi sekaligus menyenangkan karena dibalut komedi yang cerdas dan jujur," katanya.
Tinggal Meninggal merupakan film bergenre komedi getir yang memadukan unsur humor, tragedi, dan absurditas kehidupan modern. Ceritanya menyentil sisi gelap kehidupan sehari-hari dengan pendekatan yang ringan.
Kisah berpusat pada Gema, yang mulai mendapat perhatian dari rekan-rekan kantornya setelah sang ayah meninggal dunia. Namun, saat perhatian itu perlahan memudar, Gema mulai terobsesi dengan satu pertanyaan: "Siapa lagi yang harus meninggal?". Pertanyaan inilah yang kemudian memicu berbagai konflik dalam hidupnya.
Film produksi Imajinari yang hak remake-nya telah dibeli oleh Barunson E&A ini akan resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.