Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Minggu (17/8/2025). (Sumber Gambar: Akun X @prabowo)

Ini Makna Mendalam Baju Adat Betawi yang Dikenakan Presiden Prabowo di HUT ke-80 RI

17 August 2025   |   11:34 WIB
Image
M. Taufikul Basari Jurnalis dan Editor Hypeabis.id

Untuk pertama kalinya memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Minggu (17/8/2025), Presiden Prabowo Subianto memilih tampil mengenakan pakaian adat Baju Demang dan Kain Ujung Serong, busana kebesaran khas Betawi yang sarat akan nilai wibawa dan sejarah.

Dalam balutan jas putih yang anggun, dipadukan dengan peci dan celana panjang berwarna senada, Presiden Prabowo memancarkan aura kepemimpinan yang tenang. Penampilannya disempurnakan oleh Kain Ujung Serong bernuansa emas dan merah yang menjuntai elegan, serta kalung bunga melati yang melambangkan kesucian.

Pilihan busana ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pesan mendalam yang melengkapi potret kebhinekaan, di mana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampil gagah dengan busana adat Gayo dan Ibu Selvi Ananda anggun berbalut Songket Palembang.

Baca Juga: Tapak Tilas Proklamasi Kembali Digelar, Ajak Generasi Muda Kenang Perjuangan Kemerdekaan

Berbeda dengan Baju Sadariah yang lebih kasual, Baju Demang yang dipilih Presiden Prabowo memiliki akar sejarah sebagai pakaian resmi para pejabat dan kaum terpandang Betawi. Setiap elemennya mengandung makna yang kuat.
 

Jas Demang: Lambang Kewibawaan dan Kekuasaan


Secara historis, "Demang" adalah jabatan untuk pejabat lokal di era kolonial Belanda yang memiliki otoritas, salah satunya mengumpulkan pajak. Busana ini lahir untuk mencerminkan status tersebut, sehingga Baju Demang secara inheren melambangkan kewibawaan, martabat, dan kepemimpinan formal. Potongan jas yang tertutup dan rapi menunjukkan citra seorang pemimpin yang terhormat dan disegani. Warna putih yang dipilih Presiden Prabowo menambahkan dimensi kesucian niat dan pemerintahan yang bersih.
 

Kain Ujung Serong: Aksen Khas Penuh Gaya


Elemen paling mencolok adalah kain sarung yang dilipat dan dikenakan secara asimetris, yang disebut Kain Ujung Serong. Namanya berasal dari cara pemakaiannya di mana ujung kain dibiarkan menjuntai menyerong ke bawah. Ini bukan sekadar hiasan, melainkan penanda status dan estetika khas Betawi. Nuansa warna emas dan merah yang dikenakan Presiden menyimbolkan kemakmuran, kejayaan, dan keberanian.
 

Peci dan Aksesori Pelengkap


Peci hitam yang dikenakan merupakan simbol yang memadukan nilai religiusitas dan nasionalisme. Sementara itu, kalung melati menjadi sentuhan akhir yang melambangkan ketulusan, kesederhanaan, dan budi pekerti luhur.

 

Kontras Jas Formal di Sidang MPR

Keputusan Presiden Prabowo untuk mengenakan Baju Demang di puncak perayaan kemerdekaan menjadi semakin bermakna jika melihat penampilannya dua hari sebelumnya. Pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD RI, Jumat (15/8/2025), Presiden memilih mengenakan setelan jas abu-abu formal.

Pilihan ini menunjukkan adanya pemisahan yang jelas antara dua acara kenegaraan. Menurut Ketua DPR Puan Maharani, Sidang Tahunan MPR adalah forum resmi yang etiketnya menuntut busana nasional formal atau Pakaian Sipil Lengkap (PSL). Sementara itu, perayaan 17 Agustus secara khusus didedikasikan sebagai panggung selebrasi budaya bangsa.

Dengan demikian, keputusan Presiden Prabowo bukanlah sebuah peniadaan tradisi yang telah berjalan, melainkan sebuah penempatan tradisi pada momen yang paling puncak dan sakral. Pemilihan Baju Demang—busana formal para pemimpin Betawi—menjadi pernyataan simbolis yang kuat: di hari lahirnya bangsa, pemimpin negara hadir dengan wibawa dan martabat yang berakar dari tradisi luhur nusantara.

Baca Juga: Sejarah dan Perbedaan Paskibraka dan Paskibra dalam Upacara 17 Agustus
 

SEBELUMNYA

Daftar Lengkap 76 Anggota Paskibraka 2025 yang Bertugas di Istana Negara

BERIKUTNYA

Kado HUT RI, QRIS Berlaku di Jepang Mulai Hari Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga