Sejarah dan Perbedaan Paskibraka dan Paskibra dalam Upacara 17 Agustus
17 August 2025 |
09:11 WIB
Penampilan yang kerap ditunggu-tunggu oleh masyarakat setiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara adalah prosesi pengibaran bendera merah putih. Prosesi pengibaran bendera merah putih ini menjadi momen istimewa karena dilakukan oleh pelajar SMA terpilih dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Paskibraka.
Dikutip dari laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan berbagai sumber lainnya, Paskibraka merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Istilah ini mulai digunakan sejak 1973, ketika Idik Sulaeman mengusulkan nama tersebut untuk menyebut individu-individu yang bertugas mengibarkan duplikat bendera pusaka di Istana Negara. Sebelumnya, pada periode 1967–1972, mereka dikenal dengan sebutan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka.
Baca Juga: Karya-Karya Henk Ngantung Era Kemerdekaan Tampil di Pameran Seni dan Diplomasi Museum Proklamasi
Dikutip dari laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan berbagai sumber lainnya, Paskibraka merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Istilah ini mulai digunakan sejak 1973, ketika Idik Sulaeman mengusulkan nama tersebut untuk menyebut individu-individu yang bertugas mengibarkan duplikat bendera pusaka di Istana Negara. Sebelumnya, pada periode 1967–1972, mereka dikenal dengan sebutan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka.
Baca Juga: Karya-Karya Henk Ngantung Era Kemerdekaan Tampil di Pameran Seni dan Diplomasi Museum Proklamasi
Keputusan melibatkan pelajar SMA sebagai pengibar bendera baru dimulai pada 1969, meskipun gagasan tentang peran pemuda sudah ada sejak awal pembentukan pasukan ini. Pertimbangan utamanya adalah karena pemuda dianggap sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, sehingga kehadiran mereka dalam prosesi kenegaraan ini sangat penting.
Setiap provinsi di Indonesia mengirimkan sepasang pelajar putra dan putri untuk mewakili daerahnya dan mereka yang terpilih telah melalui proses seleksi. Mereka yang terpilih juga tidak serta-merta langsung bertugas, melainkan harus menjalani masa karantina dengan pembinaan intensif yang meliputi pelatihan fisik, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan.
Gemblengan ini bukan tanpa alasan. Mereka harus melalui pelatihan dengan tujuan memperkuat mental, membentuk karakter, sekaligus mempersiapkan mereka agar tampil sempurna pada upacara 17 Agustus.
Gemblengan ini bukan tanpa alasan. Mereka harus melalui pelatihan dengan tujuan memperkuat mental, membentuk karakter, sekaligus mempersiapkan mereka agar tampil sempurna pada upacara 17 Agustus.
Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Paskibraka dibagi menjadi tiga kelompok yang dikenal dengan formasi 17-8-45. Angka ini melambangkan tanggal bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.
Formasi 17 berfungsi sebagai pasukan pengiring, formasi 8 terdiri dari pasukan inti termasuk pembawa bendera, sementara formasi 45 adalah pasukan pengawal yang menjadi barisan utama penguat prosesi. Setiap posisi memiliki peran penting dan tidak bisa ditukar begitu saja, sehingga kekompakan dan ketepatan menjadi kunci keberhasilan.
Formasi 17 berfungsi sebagai pasukan pengiring, formasi 8 terdiri dari pasukan inti termasuk pembawa bendera, sementara formasi 45 adalah pasukan pengawal yang menjadi barisan utama penguat prosesi. Setiap posisi memiliki peran penting dan tidak bisa ditukar begitu saja, sehingga kekompakan dan ketepatan menjadi kunci keberhasilan.
Meski kerap disamakan, Paskibraka berbeda dengan Paskibra. Paskibra, atau Pasukan Pengibar Bendera, merupakan sebutan umum untuk pasukan pengibar bendera yang bertugas di sekolah maupun instansi. Lingkupnya lebih kecil dan biasanya tidak mengibarkan bendera pusaka, melainkan bendera merah putih biasa.
Formasi paskibra juga lebih fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah atau instansi, meskipun tidak menutup kemungkinan. Menggunakan formasi 17-8-45. Pasukan Paskibra bahkan hanya bisa terdiri dari 3 orang.
Paskibraka maupun Paskibra sama-sama menjalani pelatihan sebelum mengibarkan bendera merah putih. Namun, tingkat pelatihannya berbeda satu sama lain.
Baca Juga: Tapak Tilas Proklamasi Kembali Digelar, Ajak Generasi Muda Kenang Perjuangan Kemerdekaan
Baca Juga: Tapak Tilas Proklamasi Kembali Digelar, Ajak Generasi Muda Kenang Perjuangan Kemerdekaan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.