Basboi Rilis EP Parah Max, Ketika Musik Jadi Placebo di Tengah Kekacauan
13 August 2025 |
21:30 WIB
1
Like
Like
Like
Rapper Indonesia, Basboi, kembali menghadirkan karya terbarunya berupa Extended Play (EP) berjudul Parah Max. Nama EP ini merupakan permainan kata dari merek obat "Paramex" yang dipilih Basboi sebagai metafora untuk musiknya, yakni semacam "obat" yang dapat memberikan efek penyembuhan bagi pendengarnya.
Dalam EP ini, Basboi ingin menunjukkan bahwa musiknya hadir sebagai teman yang mudah diakses, gampang dinikmati, dan bisa menemani siapa saja melewati masa-masa sulit. Selain itu, EP ini juga menjadi wadah bagi Basboi untuk bereksperimen dengan teknik dan warna musik baru dalam karyanya.
Baca juga: Reality Club Umumkan Daftar Lagu Album Ke-4, Siap Rilis Akhir Agustus
Basboi menyebut Parah Max adalah salah satu EP yang sangat personal baginya. Sebab, lagu-lagu di dalam EP ini lahir setelah periode hidup dan kariernya yang penuh gejolak.
Tiga tahun setelah album terakhir, Basboi sejatinya tengah menyiapkan album keduanya. Namun, rencana rilis yang sudah dekat terpaksa dibatalkan karena kendala birokrasi dan persoalan bisnis. Mimpi merilis album baru pun harus dikuburnya dalam-dalam.
"Parah Max ini kalau bahasa orang puitisnya itu catatan dari reruntuhan. Memasuki 2025, banyak banget kekacauan, album kedua gue di-cancel, lalu juga ada kerugian bisnis, gue dikecewain beberapa orang, ada gue juga mengecewakan orang. Banyak kegamangan yang jadi nyata dan menakutkan di 2025 ini," kata Basboi.
Dalam keadaan tersebut, Basboi mencoba tetap waras. Dia kemudian menemukan cara untuk menyalurkan semua kebingungan dan emosinya ke dalam musik. Hasilnya, adalah EP Parah Max yang kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik.
EP ini berisi enam lagu: Muqaddimah, Sendirian, We Out, Shopping Spree, Parah Max, dan Rest Baby Rest. Setiap lagu menjadi potongan kisah dari pengalaman Basboi menghadapi kegamangan hidup dan ketidakpastian dunia.
Namun, Parah Max tak sekadar kekacauan personal Basboi semata. Dalam kacamata yang lebih luas, rapper asal Medan ini juga melihat dunia yang kini dijalani juga tak kalah absurd kekacauannya. Bayangkan, katanya, ketika ada satu sudut dunia tengah bersenang-senang dengan musik dan sebagainya, di sudut lain ada genosida dan perang.
“Gue gambarkan apa yang ada di dalam hati lewat Parah Max. Gue anggap album ini sebagai ‘obat’, walaupun sebenarnya obat palsu,” katanya.
Menurut Basboi, musik bisa menjadi semacam placebo, sesuatu yang memberi semangat meski hanya fiktif. Dia berharap album ini juga bisa menemani pendengar menghadapi hari-hari yang penuh tantangan.
Sementara itu, secara musikal, di album ini Basboi menawarkan sesuatu yang berbeda. Lirik-lirik lagunya dibuat spontan tanpa persiapan berlebihan, sehingga terasa mentah, lugas, dan emosional.
Sedari awal, dirinya memang mendesain EP ini dengan sajian musik yang lebih jujur, tidak dimanis-maniskan, sehingga bisa mengekspresikan semua amarah, frustrasi, dan keputusasaan yang dirasakannya.
Suara di EP ini juga lebih galak dibanding karya sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan emosi yang dia rasakan. Di luar itu, Basboi menyebut bahwa lagu-lagu seperti inilah yang memang sesuai dengan preferensi pribadinya sebagai konsumen musik.
Basboi mengatakan salah satu eksplorasi menarik mungkin terjadi di lagu Shopping Spree. Lagu ini menampilkan nuansa hardcore punk yang mungkin mengejutkan sebagian pendengar. Kendati demikian, perjalanan Basboi sebenarnya tak jauh dari musik-musik seperti itu.
"Mungkin sebagian dari kalian merasa musik-musik seperti ini cukup baru di karya gue. Tapi, sebenarnya enggak juga, karena sebelum gue nge-rap, di SMA sendiri gue nge-band juga bandnya hardcore punk," imbuhnya.
EP Parah Max telah dirilis dalam bentuk fisik pada 8 Agustus 2025 lalu. Kini pada Rabu, (13/8/2025), mini album tersebut telah resmi tersedia secara daring di berbagai platform streaming.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dalam EP ini, Basboi ingin menunjukkan bahwa musiknya hadir sebagai teman yang mudah diakses, gampang dinikmati, dan bisa menemani siapa saja melewati masa-masa sulit. Selain itu, EP ini juga menjadi wadah bagi Basboi untuk bereksperimen dengan teknik dan warna musik baru dalam karyanya.
Baca juga: Reality Club Umumkan Daftar Lagu Album Ke-4, Siap Rilis Akhir Agustus
Basboi menyebut Parah Max adalah salah satu EP yang sangat personal baginya. Sebab, lagu-lagu di dalam EP ini lahir setelah periode hidup dan kariernya yang penuh gejolak.
Tiga tahun setelah album terakhir, Basboi sejatinya tengah menyiapkan album keduanya. Namun, rencana rilis yang sudah dekat terpaksa dibatalkan karena kendala birokrasi dan persoalan bisnis. Mimpi merilis album baru pun harus dikuburnya dalam-dalam.
"Parah Max ini kalau bahasa orang puitisnya itu catatan dari reruntuhan. Memasuki 2025, banyak banget kekacauan, album kedua gue di-cancel, lalu juga ada kerugian bisnis, gue dikecewain beberapa orang, ada gue juga mengecewakan orang. Banyak kegamangan yang jadi nyata dan menakutkan di 2025 ini," kata Basboi.
Dalam keadaan tersebut, Basboi mencoba tetap waras. Dia kemudian menemukan cara untuk menyalurkan semua kebingungan dan emosinya ke dalam musik. Hasilnya, adalah EP Parah Max yang kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik.
EP ini berisi enam lagu: Muqaddimah, Sendirian, We Out, Shopping Spree, Parah Max, dan Rest Baby Rest. Setiap lagu menjadi potongan kisah dari pengalaman Basboi menghadapi kegamangan hidup dan ketidakpastian dunia.
Namun, Parah Max tak sekadar kekacauan personal Basboi semata. Dalam kacamata yang lebih luas, rapper asal Medan ini juga melihat dunia yang kini dijalani juga tak kalah absurd kekacauannya. Bayangkan, katanya, ketika ada satu sudut dunia tengah bersenang-senang dengan musik dan sebagainya, di sudut lain ada genosida dan perang.
“Gue gambarkan apa yang ada di dalam hati lewat Parah Max. Gue anggap album ini sebagai ‘obat’, walaupun sebenarnya obat palsu,” katanya.
Menurut Basboi, musik bisa menjadi semacam placebo, sesuatu yang memberi semangat meski hanya fiktif. Dia berharap album ini juga bisa menemani pendengar menghadapi hari-hari yang penuh tantangan.
Sementara itu, secara musikal, di album ini Basboi menawarkan sesuatu yang berbeda. Lirik-lirik lagunya dibuat spontan tanpa persiapan berlebihan, sehingga terasa mentah, lugas, dan emosional.
Sedari awal, dirinya memang mendesain EP ini dengan sajian musik yang lebih jujur, tidak dimanis-maniskan, sehingga bisa mengekspresikan semua amarah, frustrasi, dan keputusasaan yang dirasakannya.
Suara di EP ini juga lebih galak dibanding karya sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan emosi yang dia rasakan. Di luar itu, Basboi menyebut bahwa lagu-lagu seperti inilah yang memang sesuai dengan preferensi pribadinya sebagai konsumen musik.
Basboi mengatakan salah satu eksplorasi menarik mungkin terjadi di lagu Shopping Spree. Lagu ini menampilkan nuansa hardcore punk yang mungkin mengejutkan sebagian pendengar. Kendati demikian, perjalanan Basboi sebenarnya tak jauh dari musik-musik seperti itu.
"Mungkin sebagian dari kalian merasa musik-musik seperti ini cukup baru di karya gue. Tapi, sebenarnya enggak juga, karena sebelum gue nge-rap, di SMA sendiri gue nge-band juga bandnya hardcore punk," imbuhnya.
EP Parah Max telah dirilis dalam bentuk fisik pada 8 Agustus 2025 lalu. Kini pada Rabu, (13/8/2025), mini album tersebut telah resmi tersedia secara daring di berbagai platform streaming.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.