Mengenal Gejala dan Komplikasi Varises yang Bisa Terjadi pada Semua Usia
11 August 2025 |
11:07 WIB
Pembuluh darah berwarna kebiruan atau keunguan yang tampak menonjol di kaki sering dikenal sebagai varises. Kondisi ini seringkali diabaikan, karena hanya dianggap masalah ringan yang mengganggu penampilan sehari-hari dan kenyamanan beraktivitas.
Charley Dokma Tua Simanjuntak, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular RS Pondok Indah - Pondok Indah, memaparkan bahwa kondisi ini dapat memicu komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat. Karenanya, penting untuk mengenal lebih dalam tentang varises, mulai dari pencegahan, gejala awal, hingga penanganannya secara tepat dan efektif.
Baca juga: Genhype, Ini Alasan Varises Lebih Rentan Mendera Wanita Dibanding Pria
Seperti yang diketahu, varises adalah kondisi pembuluh darah vena yang membengkak, membesar, dan menonjol tepat di bawah permukaan kulit.
"Secara klinis, varises dapat dilihat dari pembuluh darah yang tampak biru, berkelok-kelok, berukuran besar, dan selalu tampak jelas. Pada banyak kasus, kondisi ini biasanya memburuk seiring waktu," ujar dokter Charley.
Umumnya varises muncul di kaki akibat tekanan pada pembuluh darah bagian bawah tubuh saat berdiri atau berjalan. Kondisi ini juga menjadi salah satu gejala penyakit Insufisiensi Vena Kronis (IVK).
"Varises bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, meskipun lebih sering terlihat pada orang lanjut usia, kondisi ini dapat dialami oleh pria dan wanita dari usia 20-an," papar dokter Charley.
Faktor risiko varises cukup beragam, salah satunya faktor genetik. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami varises, peluang seseorang untuk mengalaminya juga bisa meningkat hingga 90 persen. Jenis kelamin juga berpengaruh, wanita memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan pria akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Risiko varises juga semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
Kehamilan pun menjadi salah satu pemicu, lantaran adanya tekanan tambahan pada kaki serta pertambahan berat badan ibu hamil. Selain itu, pekerjaan yang menuntut seseorang berdiri atau duduk dalam waktu lama lebih dari enam jam per hari dapat meningkatkan risiko varises hingga 50 persen.
Faktor berat badan juga tidak kalah penting, di mana obesitas dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 30 memperbesar kemungkinan munculnya varises. Kemudian, penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang turut menjadi salah satu faktor pemicu yang patut diwaspadai.
“Gejala ini biasanya memburuk setelah berdiri atau duduk terlalu lama," tambah dokter Charley.
Setelah mengalami gejala awal, ada juga sejumlah gejala lanjutan yang menandakan bahwa kondisi varises sudah lebih berat, misalnya sebagai berikut.
Saat melihat atau mengalami gejala varises, baik pada tingkat awal maupun tingkat lanjut, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular. Apabila tidak segera ditangani hingga tuntas, berikut sejumlah komplikasi kesehatan yang mungkin terjadi, seperti:
Charley Dokma Tua Simanjuntak, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular RS Pondok Indah - Pondok Indah, memaparkan bahwa kondisi ini dapat memicu komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat. Karenanya, penting untuk mengenal lebih dalam tentang varises, mulai dari pencegahan, gejala awal, hingga penanganannya secara tepat dan efektif.
Baca juga: Genhype, Ini Alasan Varises Lebih Rentan Mendera Wanita Dibanding Pria
Seperti yang diketahu, varises adalah kondisi pembuluh darah vena yang membengkak, membesar, dan menonjol tepat di bawah permukaan kulit.
"Secara klinis, varises dapat dilihat dari pembuluh darah yang tampak biru, berkelok-kelok, berukuran besar, dan selalu tampak jelas. Pada banyak kasus, kondisi ini biasanya memburuk seiring waktu," ujar dokter Charley.
Umumnya varises muncul di kaki akibat tekanan pada pembuluh darah bagian bawah tubuh saat berdiri atau berjalan. Kondisi ini juga menjadi salah satu gejala penyakit Insufisiensi Vena Kronis (IVK).
"Varises bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, meskipun lebih sering terlihat pada orang lanjut usia, kondisi ini dapat dialami oleh pria dan wanita dari usia 20-an," papar dokter Charley.
Faktor risiko varises cukup beragam, salah satunya faktor genetik. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami varises, peluang seseorang untuk mengalaminya juga bisa meningkat hingga 90 persen. Jenis kelamin juga berpengaruh, wanita memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan pria akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Risiko varises juga semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
Kehamilan pun menjadi salah satu pemicu, lantaran adanya tekanan tambahan pada kaki serta pertambahan berat badan ibu hamil. Selain itu, pekerjaan yang menuntut seseorang berdiri atau duduk dalam waktu lama lebih dari enam jam per hari dapat meningkatkan risiko varises hingga 50 persen.
Faktor berat badan juga tidak kalah penting, di mana obesitas dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 30 memperbesar kemungkinan munculnya varises. Kemudian, penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang turut menjadi salah satu faktor pemicu yang patut diwaspadai.
Gejala dan Komplikasi Varises
Penting sekali untuk mengidentifikasi tanda dan gejala varises supaya bisa memahami dan mengelola kondisi ini, berikut beberapa gejala awal varises yang mesti diwaspadai.- Sensasi berat pada tungkai
- Nyeri tumpul-pegal atau kram otot
- Pembengkakan tungkai
- Gatal di sekitar area vena
“Gejala ini biasanya memburuk setelah berdiri atau duduk terlalu lama," tambah dokter Charley.
Setelah mengalami gejala awal, ada juga sejumlah gejala lanjutan yang menandakan bahwa kondisi varises sudah lebih berat, misalnya sebagai berikut.
- Nyeri kronis yang mengganggu aktivitas
- Perubahan warna kulit pada area varises (kulit menghitam)
- Eksim varikosum (dermatitis stasis)
- Sensasi terbakar atau kesemutan
Saat melihat atau mengalami gejala varises, baik pada tingkat awal maupun tingkat lanjut, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular. Apabila tidak segera ditangani hingga tuntas, berikut sejumlah komplikasi kesehatan yang mungkin terjadi, seperti:
- Selulitis, atau infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawahnya
- Perdarahan spontan
- Perubahan kulit kronis
- Ulkus vena, atau luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.