Ilustrasi Varises (Sumber Foto: Freepik)

Varises Tidak Bisa Sembuh Sendiri, Cek Penanganan dan Pencegahannya

25 September 2025   |   19:30 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Varises sering dianggap sekadar masalah penampilan, padahal kondisi ini juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kaki yang terasa berat, cepat lelah, hingga tampilan pembuluh darah yang menonjol menjadi keluhan umum penderita varises.

Charley Dokma Tua Simanjuntak, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular RS Pondok Indah – Pondok Indah, memaparkan, varises tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Kondisi ini dapat ditangani dengan berbagai metode, mulai dari cara sederhana seperti perubahan gaya hidup hingga prosedur medis.

Baca juga: Mengenal Gejala dan Komplikasi Varises yang Bisa Terjadi pada Semua Usia

"Tidak, varises umumnya tidak akan hilang dengan sendirinya. Bahkan, biasanya akan memburuk seiring waktu jika tidak ditangani," ujar

Lebih lanjut, dia menjelaskan, untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar mengalami varises, dokter biasanya melakukan beberapa tahap pemeriksaan.

Pertama, dokter akan melakukan wawancara medis dengan pasien. Pada tahap ini, dokter menanyakan riwayat kesehatan, kebiasaan sehari-hari, serta gejala yang dirasakan, seperti nyeri, pegal, atau pembengkakan di kaki.

Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan melihat langsung kondisi pembuluh darah di kaki untuk mencari tanda-tanda varises.

Meski wawancara dan pemeriksaan fisik seringkali sudah cukup, terkadang dokter juga menggunakan pemeriksaan penunjang agar hasil diagnosis lebih akurat. Pemeriksaan yang paling sering digunakan adalah USG Doppler. Alat ini bekerja dengan gelombang suara untuk melihat aliran darah di dalam pembuluh vena.

Keunggulan USG Doppler adalah tidak menimbulkan rasa sakit, bisa dilakukan berulang kali, menampilkan kondisi aliran darah secara langsung, membantu menemukan lokasi kerusakan pembuluh darah dengan tepat, serta memetakan pembuluh darah yang bermasalah untuk rencana pengobatan selanjutnya.

Penanganan varises berbeda-beda, tergantung seberapa parah kondisinya. Pilihan perawatannya bisa mulai dari perubahan gaya hidup seperti olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, penggunaan stoking kompresi, hingga prosedur medis seperti suntikan obat (skleroterapi), laser, atau operasi. Dokter akan menyesuaikan terapi sesuai kondisi tiap pasien. Simak beberapa pilihan penanganan varises:
 

1. Terapi Konservatif

Terapi konservatif bisa dilakukan dengan memakai stoking kompresi, yaitu stoking khusus yang memberi tekanan lebih kuat di bagian bawah kaki dan berkurang ke arah atas. Tekanan ini disesuaikan dengan tingkat varises. Stoking biasanya dipakai setiap pagi sebelum beraktivitas, digunakan seharian, lalu dilepas saat tidur. Untuk menjaga efektivitasnya, stoking sebaiknya diganti tiap 6 bulan. Selain itu, meninggikan posisi kaki (elevasi tungkai) serta mengubah gaya hidup juga termasuk dalam terapi konservatif.
 

2. Terapi obat

Dokter bisa meresepkan obat venoaktif seperti diosmin, hesperidin, atau rutoside untuk membantu memperkuat pembuluh darah. Obat penghilang nyeri juga bisa diberikan sesuai kebutuhan pasien.
 

3. Prosedur minimal invasif

Pilihan ini meliputi skleroterapi (penyuntikan cairan khusus ke dalam pembuluh darah), serta ablasi endovenous dengan laser, radiofrequency, atau lem medis. Salah satu metode terbaru adalah glue ablation.

Dalam prosedur ini, lem medis cyanoacrylate dimasukkan melalui kateter kecil ke pembuluh darah yang bermasalah. Lem tersebut merekatkan dinding vena sehingga aliran balik darah yang menyebabkan varises tertutup. Keunggulannya, pasien bisa langsung beraktivitas normal tanpa harus memakai stoking kompresi setelah tindakan.
 

4. Tindakan bedah

Untuk kasus tertentu, dokter dapat melakukan stripping vena safena, flebektomi, atau ligasi perforator, yaitu prosedur untuk mengangkat atau mengikat pembuluh darah yang rusak

"Jika merasakan gejala varises, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah vaskular. Dokter akan menilai kondisi pasien, memastikan diagnosis, dan memilih penanganan terbaik yang sesuai," ujar dokter Charley.
 

Kiat Pencegahan Varises

Pencegahan varises bisa dilakukan dengan beberapa cara sederhana yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan:
 

1. Rutin beraktivitas fisik

Olahraga teratur, seperti jalan cepat, berenang, bersepeda, atau latihan aerobik selama sekitar 30 menit sehari (5 kali seminggu) dapat meningkatkan kerja otot betis hingga 30 persen dan mencegah penumpukan darah di vena.
 

2. Menjaga berat badan ideal

Mempertahankan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25 penting untuk mengurangi tekanan berlebih pada pembuluh darah kaki. Bahkan, menurunkan berat badan 5 kg saja bisa mengurangi tekanan pada vena hingga 20 persen.
 

3. Perhatikan posisi tubuh

Usahakan tidak duduk atau berdiri terlalu lama (lebih dari 1 jam) tanpa bergerak. Lakukan peregangan atau gerakan ringan untuk mengaktifkan otot betis. Saat beristirahat, cobalah meninggikan posisi kaki agar aliran darah kembali lancar.
 

4. Gunakan stoking kompresi ringan

Bagi orang yang berisiko tinggi terkena varises, penggunaan stoking kompresi dengan tekanan ringan (15-20 mmHg) bisa membantu. Cara ini bermanfaat terutama saat bepergian jauh dengan pesawat atau bekerja dalam posisi duduk/berdiri lama.

Baca juga: Tak Hanya Mengganggu Penampilan, Ini Bahaya Varises bagi Kesehatan Tubuh

SEBELUMNYA

Lima Lukisan Berpengaruh di Sejarah Seni Rupa Dunia

BERIKUTNYA

Tanpa Disadari, 9 Kebiasaan Ini Tunjukkan Genhype Punya Hati Besar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga