5 Tren Desain Interior Jadul yang Kembali Jadi Populer
05 August 2025 |
12:00 WIB
Elemen dekorasi interior rumah terus berganti mengikuti tren yang terus berkembang. Penataan interior hunian juga biasanya dinamis dan fleksibel mengikuti kebutuhan dan preferensi dari pemilik rumah. Namun, belakangan fitur-fitur interior jadul kembali populer dan diminati.
Tak dipungkiri saat ini banyak orang yang lebih mengedepankan gaya interior yang lebih minimalis, estetis, dan modern. Namun, belakangan tak sedikit juga yang keluar dari gaya tersebut, mengeksplorasi berbagai desain interior yang lebih maksimalis dan berwarna.
Elemen-elemen interior jadul pun mulai kembali diterapkan dengan berbagai alasan, yang menciptakan nuansa atau atmosfer berbeda pada hunian. Dilansir dari The Spruce, berikut adalah 5 fitur desain interior jadul yang kembali populer dan menjadi tren.
Baca Juga: 4 Tips Menata Interior Untuk Rumah Kecil Menurut Ahlinya
Baca Juga: 4 Tips Menata Interior Untuk Rumah Kecil Menurut Ahlinya
1. Ruang dengan Wallpaper & Penuh Warna
Setelah beberapa tahun belakang penggunaan warna netral yang aman dan minimalis digandrungi, orang-orang mulai berminat untuk menciptakan kesan personal dalam interior, sehingga menghadirkan ruang yang membuat orang merasa terhubung secara emosional.
Keinginan tersebut membuat ruangan dengan wallpaper dan penuh warna kembali populer. Penggunaannya bisa di ruang mana saja, tapi sebagian besar diaplikasikan di dapur. Wallpaper dengan gaya jadul juga kembali diminati seperti wallpaper bermotif bunga dan Waverly yang terasa bergaya Victoria atau seperti damask.
2. Pembagian Ruang yang Jelas
Belakangan banyak pemilik rumah yang menghindari sekat untuk menciptakan ruangan dengan konsep terbuka dan tampak luas. Namun, belakangan permintaan untuk menciptakan ruangan-ruangan terpisah dengan fungsi yang jelas juga banyak diajukan kepada desainer. Hal ini membantu menciptakan struktur yang lebih baik pada ruangan, sehingga mudah untuk didekorasi dan disegarkan kembali di masa mendatang.
Perubahan ini disebut mungkin terjadi karena nostalgia, keinginan untuk membuat rumah dengan konsep dasar, atau kebutuhan untuk membatasi aktivitas dan barang di area tertentu. Misalnya, menghindari kettlebell diletakkan di tengah ruang tamu, dan menyimpannya di area pusat kebugaran rumah atau ruang aktivitas lainnya. Adapun, pembagian ruangan yang dibuat dengan jelas dan kembali populer termasuk ruang makan formal, kantor rumah atau ruang belajar, serta ruang tamu.
3. Maksimalisme
Maksimalisme menjadi gaya interior yang sebenarnya pernah populer dan sempat ditinggalkan, kini akhirnya kembali menjadi tren. Selain memasang wallpaper atau menghadirkan ruangan penuh warna, pengaplikasian maksimalisme juga bisa dalam bentuk pelapisan, penambahan detail, serta dekorasi dengan benda dan karya seni.
Salah satu fitur maksimalis yang kembali populer, setelah sempat menghilang, adalah lis dalam berbagai bentuk, gaya, dan warna. Termasuk, lis bingkai foto, rel kursi, lis mahkota dan alas, lis jendela dan pintu, serta panel dekoratif lainnya seperti wainscoting.
Kebangkitan maksimalisme juga terlihat jelas dalam penerapan gaya interior vintage oleh pemilik rumah atau desainer yang menambah kehangatan, kenangan, dan kesan tempat, serta motif binatang yang berani dan tekstur yang kaya.
4. Tempat Duduk Terpadu
Fitur interior jadul lainnya yang kembali diminati ialah tempat duduk terpadu, yang biasanya menyatu dengan desain dinding, sehingga menciptakan estetika yang fungsional. Baik sofa khusus maupun sudut bangku yang intim, konsep ini disukai karena menjadi solusi hemat ruang karena dapat memaksimalkan tempat duduk sekaligus menerapkan opsi penyimpanan cerdas di ruang sempit pada bagian bawah tempat duduk.
Selain itu, konsep tempat duduk seperti ini juga bisa difungsikan sebagai sudut tempat bersantai di rumah, termasuk sarapan atau baca dengan pemandangan dari jendela. Sebab, fitur ini biasanya terpasang dilengkapi dengan bantal duduk dan sandaran yang dapat dilepas. Untuk mengganti suasana, kalian cukup mengganti sarung bantal dengan warna atau motif yang berbeda.
5. Nuansa Coklat Tahun 80-an
Elemen interior yang mengadopsi tren budaya 1980-an juga kembali diminati, salah satunya penggunaan warna coklat. Warna coklat kini digunakan untuk berbagai fitur interior rumah, salah satu yang paling banyak dipilih ialah kain korduroi coklat.
Warna cokelat disebut telah kembali sebagai warna netral baru, menggantikan abu-abu. Ke depan, warna coklat pun diprediksi akan semakin populer dan digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya permukaan seperti dinding dan tekstil yang dicat, mulai dari pelapis furnitur hingga karpet dan gorden jendela.
Baca Juga: 8 Tips Menata Interior Rumah yang Ramah Anak
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.