Poster film Sentimental Value, It Was Just an Accident, dan Dreams (Sumber gambar: Website Cannes & Berlinale)

Film-film Pemenang Festival Internasional Bakal Hadir di Jakarta World Cinema 2025

04 August 2025   |   07:25 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Para pencinta sinema di Indonesia siap-siap semringah. Sebab, deretan film pemenang penghargaan utama di festival-festival besar internasional bakal ditayangkan di bioskop Indonesia melalui gelaran Jakarta World Cinema (JWC) 2025. 

Jakarta World Cinema merupakan festival film internasional yang diselenggarakan di Jakarta. Tahun ini, JWC memasuki usia keempat. Meski terbilang baru, festival ini dikenal sering membawa film-film terbaik di berbagai ajang besar ke Indonesia. 

Pada gelaran 2025, sejumlah film yang sebelumnya mencuri perhatian di Festival Film Cannes dan Berlinale diprediksi akan menjadi sorotan para pencinta film. Meski baru sebagian dari daftar lengkap yang diumumkan, beberapa judul penting telah dipastikan akan tayang. 

Baca juga: Daftar Film yang Berhasil Lolos Kurasi di Festival Film Venice 2025 

Salah satu sorotan utama di JWC 2025 adalah Sentimental Value (2025) karya Joachim Trier yang mendapatkan piala Grand Prix di Festival Film Cannes tahun ini. Film asal Norwegia ini menuai pujian karena penggambarannya yang halus dan menyentuh tentang keluarga, kehilangan, dan warisan emosional. 

Trier, yang dikenal lewat The Worst Person in the World (2021), kembali mengangkat tema-tema personal lewat pendekatan naratif yang puitis dan tenang. Filmnya kali ini akan berfokus pada kisah dua saudara perempuan, Nora dan Agnes, yang kembali berhubungan dengan ayah mereka, Gustav, seorang mantan sutradara film terkenal, setelah lama berpisah. 

Gustav, yang sedang berusaha bangkit kembali dalam kariernya, menawarkan peran utama dalam film barunya kepada Nora, tetapi ditolak. Dia kemudian memilih bintang muda Hollywood, Rachel Kemp, yang membuat hubungan mereka semakin rumit. 

Film tersebut mencoba mengeksplorasi hubungan keluarga yang kompleks, dinamika antara ayah dan anak, serta bagaimana seni dapat menjadi cara untuk mengatasi masa lalu dan memperbaiki hubungan yang retak. 

Film lainnya yang tak kalah disorot tahun ini ialah It Was Just an Accident (2025) karya Jafar Panahi. Sebelumnya, film ini berhasil keluar sebagai pemenang Palme d'Or, piala paling bergengsi di Cannes 2025.

Karya ini menarik perhatian para juri dan penonton karena diproduksi dalam kondisi terbatas di Iran, di tengah larangan Panahi untuk membuat film secara resmi. Dengan pendekatan realis yang khas, film ini memperlihatkan potret masyarakat yang hidup dalam tekanan hukum dan sosial yang kompleks.

It Was Just an Accident mengisahkan tentang seorang pria bernama Eghbal yang mengalami kecelakaan kecil saat mengemudi bersama istrinya. Kecelakaan itu menyebabkan mobilnya rusak dan membawanya ke sebuah bengkel. Di bengkel tersebut, seorang montir, Vahid, yang merupakan mantan tahanan politik, curiga bahwa Eghbal adalah orang yang dulu menyiksanya di penjara. 

Vahid kemudian menculik Eghbal dan berniat membalas dendam. Akan tetapi, keraguan muncul karena Vahid tidak yakin apakah Eghbal benar-benar orang yang sama. Dengan nuansa satir dan ironi, Panahi menggambarkan absurditas kehidupan sehari-hari di bawah rezim represif. 

Selanjutnya, film Sirāt (2025) karya Oliver Laxe yang menerima Jury Prize di Cannes juga akan diputar di JWC. Film ini mengisahkan perjalanan seorang ayah dan putranya ke Maroko selatan untuk mencari putri dan saudara perempuan mereka yang hilang, Marina, yang terakhir terlihat di sebuah pesta rave

Mereka mengikuti sekelompok raver ke sebuah pesta terakhir di gurun sambil berharap menemukan petunjuk tentang keberadaan Marina. Akan tetapi, perjalanan mereka penuh tantangan.

Film lainnya yang juga patut ditunggu adalah Dreams (Sex Love) (2024) karya Dag Johan Haugerud. Film ini sebelumnya berhasil memenangkan Golden Bear 2025 penghargaan tertinggi yang diberikan di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) untuk film terbaik. 

Film ini akan mengikuti kehidupan Johanne, seorang remaja yang tertarik pada guru bahasa Prancisnya, dan bagaimana ketertarikannya ini memicu refleksi mendalam tentang cinta, seksualitas, dan hubungan dalam keluarga Johanne. 

Selain keempat film tersebut, festival juga telah membocorkan beberapa lineup sementara yang tak kalah menarik. Film-film seperti Alpha (2025) karya Julia Ducournau, Sound of Falling (2025) karya Mascha Schilinski, Resurrection (2025) karya Bi Gan, Once Upon A Time in Gaza (2025) karya Tarzan & Arab Nasser, dan Urchin (2025) karya Harris Dickinson juga bakal diputar di festival ini. 

Jakarta World Cinema 2025 versi luring bakal diselenggarakan mulai tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2025. Adapun format daringnya akan digelar pada 4 September hingga 4 Oktober 2025. 

Baca juga: Terpilih Jadi Juri Festival Film Internasional, Ini Kiprah Karier Asmara Abigail di Dunia Perfilman 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Hypereport: Rumah Hunian Layak Lebih dari Sekadar Tempat Berteduh

BERIKUTNYA

Sinopsis & Daftar Pemain Film Yakin Nikah, Tayang 9 Oktober 2025 di Bioskop

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga