Pertunjukan teater Mencari Semar akan diadakan di Ciputra Artpreneur (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Himawan L Nugraha)

Teater Koma akan Gelar Pertunjukan Mencari Semar 13-17 Agustus 2025

01 August 2025   |   11:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Teater Koma akan mengadakan pertunjukan teater bertajuk Mencari Semar pada 13-17 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Pementasan tersebut bakal menghadirkan perpaduan cerita tradisi punakawan dengan narasi yang lebih futuristik.

Rangga Riantiarno, sutradara dan penulis Mencari Semar, mengatakan bahwa lakon ini mencoba menggambarkan dunia masa depan yang kehilangan arah. Lalu, mencari kembali kebijaksanaan yang berasal dari masa lampau melalui karakter Semar.

“Semar bukan sekadar tokoh pewayangan, dia adalah simbol suara rakyat, penjaga keseimbangan, dan cerminan nilai-nilai luhur yang hari ini makin dibutuhkan,” katanya di Jakarta, Kamis (31/7/2025). 

Baca juga: Adinia Wirasti Perankan Lady Capulet di Teater Romeo & Juliet, Siap Tur Panggung Keliling Australia 
 

Cuplikan pertunjukan teater Mencari Semar (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Himawan L Nugraha)

Cuplikan pertunjukan teater Mencari Semar (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Himawan L Nugraha)

Mencari Semar mengisahkan tentang Semar, sang punakawan bijak yang menyimpan pusaka sakti bernama Jimat Kalimasada dalam tubuh pada masa pensiun. Seiring berjalannya waktu, Kekaisaran Nimacha, sebuah peradaban futuristik yang hidup berdasarkan Perintah Utama menghadapi ancaman kepunahan akibat Perintah yang telah berkali-kali ditulis ulang.

Kondisi tersebut membuat kekaisaran mengutus lima Agen untuk mencari jalan keluar. Mereka menemukan catatan sejarah tentang Kalimasada dan meyakini bahwa jimat itu mampu menulis ulang Perintah Utama. Demi menguasainya, para Agen ditugaskan untuk mencari Semar dan membawanya ke Ruang Putih, yakni ruang ilusi yang dirancang untuk menarik keluar Kalimasada.

Dalam ceritanya, para penonton akan mendapatkan sajian cerita karakter Semar bertemu dengan manusia-manusia seperti Robot. Selain kelucuan, cerita Mencari Semar juga akan menyajikan perdebatan dan konflik.

Untuk menampilkan suasana futuristik, Skenografer Mencari Semar, Deden Bulqini, mengatakan bahwa desain visual panggung atau skenografi yang akan ada dalam pertunjukan ini tidak baku, tapi menyesuaikan dengan isi cerita dan visi sutradara. Dengan begitu, tidak ada satu gaya tetap karena tergantung kepada konteks cerita dan cara sutradara ingin menyampaikan cerita.
 

Cuplikan pertunjukan Mencari Semar (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Himawan L Nugraha)

Cuplikan pertunjukan Mencari Semar (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Himawan L Nugraha)

Selain itu, tata panggung atau visual yang akan disajikan juga responsif sehingga berinteraksi dengan cerita dan alur, bahkan memiliki kontribusi terhadap emosi atau pesan yang ingin disampaikan.

“Responsif di sini artinya mungkin skenografi atau visual artistik itu juga tidak hanya sebatas suatu hal yang fisik gitu ya, tapi juga bagaimana set ini juga terlibat langsung secara alur dan atau dramaturginya, itu akan lebih ke sana,” ujarnya. 

Dia menambahkan, akan ada kolaborasi permainan antara visual, cahaya, suara dan kostum guna menciptakan suasana ruang dan waktu di atas panggung mengingat panggung adalah ruang terbatas, sehingga perlu dihidupkan. Dengan begitu, cerita akan terasa nyata.

Dalam naskah Mencari Semar, bagian menarik adalah tokoh Semar yang digambarkan terjebak dalam dimensi waktu. Lewat pendekatan skenografi, Genhype tidak hanya diajak untuk menonton, tetapi juga ikut merasakan perasaan terjebak bersama Semar. 

Baca juga: Ari Rudenko: Mengeksplorasi Teater Tari di Antara Fosil dan Tradisi 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Bocoran Terbaru Game GTA 6, Harga sampai Jadwal Rilis

BERIKUTNYA

3 Film Indonesia Tayang Agustus 2025 di Netflix, Pabrik Gula hingga Norma

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga