Ryan Gosling Tersesat di Luar Angkasa dan Bertemu Alien Batu di Project Hail Mary
28 July 2025 |
16:00 WIB
Ryan Gosling kembali menjelajahi ruang angkasa, tidak hanya sebagai astronaut super seperti dalam film-film pada umumnya, melainkan sebagai pria biasa yang terbangun sendirian tanpa ingatan di tengah kekosongan antarbintang. Cerita itu latar menarik dalam film fiksi ilmiah terbaru berjudul Project Hail Mary.
Melansir dari Variety, aktor peraih nominasi Oscar ini siap menantang ekspektasi publik saat dia menghadapi misi penyelamatan Bumi yang nyaris mustahil, berteman dengan alien tak biasa, dan dipaksa mengandalkan kecerdasan serta keberanian dalam keterasingan total.
Baca juga: Robot sampai Astronaut, Simak 7 Rekomendasi Film Fiksi Ilmiah
Cuplikan lima menit pertama film ini diperlihatkan di ajang San Diego Comic-Con (SDCC) 2025, memperkenalkan penonton pada Ryland Grace, karakter yang diperankan Gosling, yang terbangun dari tidur panjang di pesawat luar angkasa tanpa tahu siapa dia dan mengapa dia ada di sana.
Dengan janggut lebat, tubuh lemah karena otot yang belum aktif, dan sorot mata bingung, Ryland digiring oleh lengan robotik ke ruangan berlapis busa sambil masih berusaha memahami kenyataan.
Dia melepas selang makan yang tertanam di tenggorokannya dan mendapati salah satu awak kapal telah tewas. Layar kaca luar angkasa menunjukkan kehampaan, dan Ryland hanya bisa meninju dinding, kesepian dan kebingungan yang mencekam.
Sebelum adegan pembuka tersebut, penonton disuguhkan kilas balik di Bumi yang memperlihatkan Ryland sebagai seorang guru dengan gelar doktor biologi molekuler. Di tengah kepanikan pemerintah atas krisis global, dia didebatkan untuk ikut misi luar angkasa. Di sinilah karakter Sandra Hüller muncul sebagai ilmuwan dingin yang mengawasi setiap langkahnya.
Dengan dialog tajam dan penuh tensi, film ini membangun realisme bahwa Ryland bukan pilihan ideal, tapi mungkin satu-satunya harapan. “It’s preferable if you don’t die,” ucap Hüller datar, menanggapi potensi kematian dalam misi tersebut.
Namun kejutan terbesar datang ketika Gosling, dalam salah satu adegan lanjutan, bertemu dengan alien yang tak seperti gambaran umum alien Hollywood. Makhluk itu bukan humanoid bersayap atau monster, melainkan sosok batu hidup bernama Rocky.
Tanpa bahasa verbal, Rocky berkomunikasi lewat isyarat dan mainan kecil yang dibuat menyerupai Ryland dan kapalnya. Adegan ini terasa hangat, lucu, dan penuh keajaiban, mengingatkan kita bahwa bahkan di tengah kehampaan ruang, koneksi tetap mungkin terjadi.
“Yang menarik dari Ryland adalah dia bukan pahlawan super. Dia seseorang yang dulu menyerah pada dirinya sendiri di Bumi, lalu diberi kesempatan kedua,” ujar Gosling dalam panel SDCC. “Dia tidak berani, dia takut, tapi dia terus melangkah. Dan dari situlah harapan muncul.”
Project Hail Mary diangkat dari novel bestseller karya Andy Weir, penulis The Martian dan disutradarai duo kreatif Phil Lord dan Christopher Miller, yang sebelumnya dikenal lewat Spider-Verse dan The Mitchells vs. The Machines. Ini adalah film panjang pertama mereka sejak 22 Jump Street pada 2014.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 20 Maret 2026, dengan jajaran pemain yang juga mencakup Sandra Hüller (Anatomy of a Fall), Milana Vayntrub, Lionel Boyce, dan Ken Leung.
Dengan kisah yang memadukan sains, kesendirian, dan makhluk asing yang justru jadi teman, Project Hail Mary tampaknya akan menjadi salah satu film sci-fi humanis paling emosional tahun depan dengan Gosling yang sekali lagi membuktikan bahwa ketakutan, jika dihadapi, bisa berubah menjadi keberanian yang menyelamatkan dunia.
Melansir dari Variety, aktor peraih nominasi Oscar ini siap menantang ekspektasi publik saat dia menghadapi misi penyelamatan Bumi yang nyaris mustahil, berteman dengan alien tak biasa, dan dipaksa mengandalkan kecerdasan serta keberanian dalam keterasingan total.
Baca juga: Robot sampai Astronaut, Simak 7 Rekomendasi Film Fiksi Ilmiah
Cuplikan lima menit pertama film ini diperlihatkan di ajang San Diego Comic-Con (SDCC) 2025, memperkenalkan penonton pada Ryland Grace, karakter yang diperankan Gosling, yang terbangun dari tidur panjang di pesawat luar angkasa tanpa tahu siapa dia dan mengapa dia ada di sana.
Dengan janggut lebat, tubuh lemah karena otot yang belum aktif, dan sorot mata bingung, Ryland digiring oleh lengan robotik ke ruangan berlapis busa sambil masih berusaha memahami kenyataan.
Dia melepas selang makan yang tertanam di tenggorokannya dan mendapati salah satu awak kapal telah tewas. Layar kaca luar angkasa menunjukkan kehampaan, dan Ryland hanya bisa meninju dinding, kesepian dan kebingungan yang mencekam.
Sebelum adegan pembuka tersebut, penonton disuguhkan kilas balik di Bumi yang memperlihatkan Ryland sebagai seorang guru dengan gelar doktor biologi molekuler. Di tengah kepanikan pemerintah atas krisis global, dia didebatkan untuk ikut misi luar angkasa. Di sinilah karakter Sandra Hüller muncul sebagai ilmuwan dingin yang mengawasi setiap langkahnya.
Dengan dialog tajam dan penuh tensi, film ini membangun realisme bahwa Ryland bukan pilihan ideal, tapi mungkin satu-satunya harapan. “It’s preferable if you don’t die,” ucap Hüller datar, menanggapi potensi kematian dalam misi tersebut.
Namun kejutan terbesar datang ketika Gosling, dalam salah satu adegan lanjutan, bertemu dengan alien yang tak seperti gambaran umum alien Hollywood. Makhluk itu bukan humanoid bersayap atau monster, melainkan sosok batu hidup bernama Rocky.
Tanpa bahasa verbal, Rocky berkomunikasi lewat isyarat dan mainan kecil yang dibuat menyerupai Ryland dan kapalnya. Adegan ini terasa hangat, lucu, dan penuh keajaiban, mengingatkan kita bahwa bahkan di tengah kehampaan ruang, koneksi tetap mungkin terjadi.
“Yang menarik dari Ryland adalah dia bukan pahlawan super. Dia seseorang yang dulu menyerah pada dirinya sendiri di Bumi, lalu diberi kesempatan kedua,” ujar Gosling dalam panel SDCC. “Dia tidak berani, dia takut, tapi dia terus melangkah. Dan dari situlah harapan muncul.”
Project Hail Mary diangkat dari novel bestseller karya Andy Weir, penulis The Martian dan disutradarai duo kreatif Phil Lord dan Christopher Miller, yang sebelumnya dikenal lewat Spider-Verse dan The Mitchells vs. The Machines. Ini adalah film panjang pertama mereka sejak 22 Jump Street pada 2014.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 20 Maret 2026, dengan jajaran pemain yang juga mencakup Sandra Hüller (Anatomy of a Fall), Milana Vayntrub, Lionel Boyce, dan Ken Leung.
Dengan kisah yang memadukan sains, kesendirian, dan makhluk asing yang justru jadi teman, Project Hail Mary tampaknya akan menjadi salah satu film sci-fi humanis paling emosional tahun depan dengan Gosling yang sekali lagi membuktikan bahwa ketakutan, jika dihadapi, bisa berubah menjadi keberanian yang menyelamatkan dunia.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.