Pick A Boo!: The Musical (Sumber Foto: hypeabis.id/Kintan Nabila)

Pick A Boo!: The Musical, Mahasiswa PAC LSPR Suguhkan Musikal Bertema Gelap dan Harapan

28 July 2025   |   11:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Pertunjukan musikal Pick A Boo!: The Musical persembahan para mahasiswa Performing Arts Communication (PAC) LSPR dan Nawanika Productions, sukses digelar pada Minggu, 27 Juli 2025 di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan ini hadir dalam dua sesi, yakni pukul 13.00-15.00 WIB dan 19.00-21.00 WIB.

Zerlina Obelia Ginanjar, selaku Production Manager, menyampaikan sambutan yang menyentuh saat membuka pertunjukan. Baginya, Pick A Boo! bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga pencapaian bersama yang lahir dari kerja keras dan solidaritas tim.

"Pick A Boo!: The Musical bukan sekadar pertunjukan, ini adalah puncak dari perjalanan kami, final project yang kami kerjakan dengan sepenuh hati," katanya dalam sambutannya di panggung Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Baca juga: School of Rock The Musical: Panggung Mimpi & Perlawanan di Sekolah Elit

Adapun proyek musikal ini merupakan bagian dari ujian akhir beberapa mata kuliah penting dalam kurikulum PAC, seperti Perencanaan dan Manajemen Produksi, Musik dan Tata Suara, Desain dan Teknologi Pencahayaan, Tata Busana dan Rias, serta Pengembangan Komunitas. Khusus mata kuliah Perencanaan dan Manajemen Produksi bahkan terintegrasi dengan ujian bertaraf internasional.

Dengan demikian, pentas ini menjadi penutup manis dari perjalanan akademik mereka, sekaligus juga bentuk selebrasi atas proses panjang yang telah dilalui para mahasiswa dalam beberapa bulan terakhir.

“Menjadi Production Manager kalian adalah salah satu pengalaman paling berharga, saya benar-benar tidak akan sampai di titik ini tanpa semangat kalian, kerja keras kalian, dan kemauan untuk tumbuh bersama selama sepuluh bulan ini," paparnya.

Zerlina juga mengenang momen-momen perjuangan yang dia lalui bersama timnya, mulai dari proses brainstorming yang tak selalu mulus, tenggat waktu hingga larut malam, proyek-proyek tanpa akhir, sampai tawa dan air mata yang mengisi ruang latihan. Sampai akhirnya, detik-detik menjelang pentas semua lelah berubah menjadi suka cita.

“Hari ini, semua itu kami hidupkan di atas panggung, semoga momen ini menjadi kenangan indah yang terus kita ingat, bahkan setelah tirai panggung ditutup,” tuturnya.
 

Pertunjukan Pick A Boo!: The Musical oleh Mahasiswa PAC LSPR (Sumber Foto: hypeabis.id/Kintan Nabila)

Pertunjukan Pick A Boo!: The Musical oleh Mahasiswa PAC LSPR (Sumber Foto: hypeabis.id/Kintan Nabila)

Mikhael Yulius Cobis, selaku dosen pengampu mata kuliah Perencanaan dan Manajemen Produksi turut menyampaikan rasa bangganya, dia juga terharu melihat hasil kerja keras para mahasiswanya yang telah mencurahkan dedikasi, kreativitas, dan semangat kolaboratif dalam mempersiapkan produksi ini.

"Komitmen mereka luar biasa, mulai dari mengembangkan ide menjadi naskah, menyusun musik dan koreografi, merancang panggung, hingga mengelola seluruh proses produksi," katanya.

Baginya, pertunjukan ini bukan sekadar penilaian akademis, tetapi juga selebrasi dari proses pembelajaran yang intens sekaligus wujud ekspresi artistik dan komitmen terhadap dunia Performing Arts Communication yang dinamis.

"Saya percaya bahwa melalui karya ini, para mahasiswa telah menunjukkan kompetensi mereka serta menyampaikan pesan bermakna, nilai-nilai kehidupan, dan semangat kolaborasi yang sangat relevan dengan era modern," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan apresiasi untuk para dosen dan seluruh pihak yang telah mendukung dan mendampingi proses produksi ini selama lebih dari tiga bulan.
 

Sinopsis Pick A Boo!: The Musical

 

Adegan dalam musikal Pick A Boo!: The Musical (Sumber Foto: hypeabis.id/Kintan Nabila)

Sebuah adegan dalam musikal Pick A Boo!: The Musical (Sumber Foto: hypeabis.id/Kintan Nabila)


Musikal ini mengangkat kisah Maggie Harper, seorang CEO muda kejam dan egois yang tak segan menyiksa karyawannya demi ambisi pribadi. Dipandu oleh roh kegelapan bernama Malus, Maggie menebar kekacauan hingga akhirnya menyebabkan kecelakaan fatal yang justru merenggut nyawanya sendiri.

Maggie kemudian terbangun di Darkside, alam gelap tempat jiwa-jiwa tersesat bersemayam. Alih-alih merasa takut, dia justru merasa diterima dan dihargai untuk pertama kalinya. Namun kesenangan ini hanyalah ilusi, bagian dari manipulasi licik Malus yang membujuk Maggie untuk menandatangani kontrak pengikatan jiwa dan menjadikannya bagian dari kegelapan untuk selamanya.

Di tengah kebimbangan, Maggie bertemu dengan Meliora, roh terang yang percaya bahwa bahkan jiwa yang telah rusak sekalipun masih memiliki kesempatan untuk berubah. Maka dimulailah pertarungan batin Maggie antara kesuksesan semu di dunia kematian, dan kesempatan memperbaiki kesalahan serta menghapus kebencian terhadapnya di dunia nyata.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

CISDI Indonesia Gelar Festival Berani Sehat, Edukasi Kesehatan yang Dekat & Membumi

BERIKUTNYA

Hari Hepatitis Sedunia Diperingati 28 Juli, Kenali Cara Penularan dan Pencegahannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga