Perhotelan Meriahkan Hari Anak Nasional dengan Program Seru
26 July 2025 |
12:58 WIB
Dalam rangka memperingati hari anak nasional, para pelaku usaha di sektor perhotelan turut memeriahkannya dengan berbagai program seru. Mereka mengajak anak-anak berpartisipasi aktif untuk berani berekspresi, belajar bersama, dan membangkitkan minat dan kreativitasnya.
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli memang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya anak-anak memperoleh perlindungan dan hak-haknya. Para pelaku di sektor perhotelan pun menjalankan perannya. Hotel Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim menggelar acara budaya bertajuk “Express Your Batik” pada 22–26 Juli 2025.
Baca juga: Begini Cara Hotel Bertahan Tutupi Hilangnya Pasar Pemerintahan
Tidak hanya itu, hotel juga menyediakan ruang khusus untuk memamerkan dan menjual batik khas bekerja sama dengan komunitas Batik Palbatu. Kegiatan lain yang tidak kalah menarik adalah demo membatik langsung.
Genhype yang hendak merasakan sensasi membatik langsung juga bisa. Cukup membayar Rp180.000, dan hasilnya juga dapat dibawa pulang ke rumah. Dalam acara tersebut juga terdapat pameran yang menampilkan karya batik anak-anak.
Sementara itu, 4 properti Somerset di Jakarta, yakni Somerset Berlian, Grand Citra, Kencana, dan Sudirman bersama Yayasan Swara Peduli memiliki cara lain dalam merayakan Hari Anak Nasional 2025 dan berperan aktif.
Mereka menyelenggarakan program "Junior Hotelier" pada 23 Juli 2025 di Somerset Grand Citra. Dalam acara itu, ada 20 anak binaan panti asuhan diajak mengenal profesi di dunia perhotelan, mulai dari merapikan tempat tidur ala hotel bintang lima, membuat seni dari handuk, belajar bahasa Inggris dasar untuk resepsionis, hingga meracik minuman sehat.
Program tersebut adalah bagian dari inisiatif Ascott Cares, sebagai bentuk komitmen The Ascott Limited dalam mendukung komunitas melalui aktivitas yang positif dan berdampak sosial. Yayasan Swara Peduli, sebagai mitra kegiatan, merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang berfokus terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak terlantar dan penguatan keberfungsian sosial masyarakat.
Di Surabaya, manajemen Grand Whiz Hotel Praxis juga mengambil peran penting dalam perkembangan anak Indonesia dengan mengadakan acara edukasi profesi yang memiliki aktivitas seperti lomba menghias bento, mewarnai, hingga kompetisi kreasi makanan.
Dalam kegiatan tersebut, soroutan utama tertuju kepada sesi demo dekorasi cupcake dari Chef Devrasetya, yakni salah satu chef profesional Grand Whiz Hotel Praxis. Dalam demonya, dia memperkenalkan seni kuliner secara interaktif kepada anak-anak.
Selain itu, hotel juga menyertakan juri profesionnal dalam kompetisi kuliner anak. Langkah ini memiliki tujuan agar anak memiliki pengalaman langsung dari dunia kerja yang sesungguhnya.
Sementara itu, Wyndham Surabaya City Centre meluncurkan program bernama Mimpi Mereka. Program yang khusus untuk anak-anak panti asuhan itu sebagai wujud manajemen dalam memahami bahwa tidak semua anak memiliki ruang untuk bermimpi.
Dalam kegiatan program, Anak-anak diajak mengunjungi Museum Tugu Pahlawan dan mengikuti kelas memasak sebagai mini chef. Kemudian, mereka juga mengikuti aktivitas seni seperti mewarnai dan membuat kerajinan tangan.
Langkah tersebut dilakukan oleh manajemen guna memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba berbagai hal baru yang mungkin belum pernah dialami.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan mimpi — apakah itu menjadi chef, tour guide, atau seniman," ujar Rachmat Zulkarnain, Hotel Manager Wyndham Surabaya. Program itu juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial Wyndham terhadap masa depan generasi muda.
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli memang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya anak-anak memperoleh perlindungan dan hak-haknya. Para pelaku di sektor perhotelan pun menjalankan perannya. Hotel Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim menggelar acara budaya bertajuk “Express Your Batik” pada 22–26 Juli 2025.
Baca juga: Begini Cara Hotel Bertahan Tutupi Hilangnya Pasar Pemerintahan
Tidak hanya itu, hotel juga menyediakan ruang khusus untuk memamerkan dan menjual batik khas bekerja sama dengan komunitas Batik Palbatu. Kegiatan lain yang tidak kalah menarik adalah demo membatik langsung.
Genhype yang hendak merasakan sensasi membatik langsung juga bisa. Cukup membayar Rp180.000, dan hasilnya juga dapat dibawa pulang ke rumah. Dalam acara tersebut juga terdapat pameran yang menampilkan karya batik anak-anak.
Sementara itu, 4 properti Somerset di Jakarta, yakni Somerset Berlian, Grand Citra, Kencana, dan Sudirman bersama Yayasan Swara Peduli memiliki cara lain dalam merayakan Hari Anak Nasional 2025 dan berperan aktif.
Mereka menyelenggarakan program "Junior Hotelier" pada 23 Juli 2025 di Somerset Grand Citra. Dalam acara itu, ada 20 anak binaan panti asuhan diajak mengenal profesi di dunia perhotelan, mulai dari merapikan tempat tidur ala hotel bintang lima, membuat seni dari handuk, belajar bahasa Inggris dasar untuk resepsionis, hingga meracik minuman sehat.
Program tersebut adalah bagian dari inisiatif Ascott Cares, sebagai bentuk komitmen The Ascott Limited dalam mendukung komunitas melalui aktivitas yang positif dan berdampak sosial. Yayasan Swara Peduli, sebagai mitra kegiatan, merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang berfokus terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak terlantar dan penguatan keberfungsian sosial masyarakat.
Di Surabaya, manajemen Grand Whiz Hotel Praxis juga mengambil peran penting dalam perkembangan anak Indonesia dengan mengadakan acara edukasi profesi yang memiliki aktivitas seperti lomba menghias bento, mewarnai, hingga kompetisi kreasi makanan.
Dalam kegiatan tersebut, soroutan utama tertuju kepada sesi demo dekorasi cupcake dari Chef Devrasetya, yakni salah satu chef profesional Grand Whiz Hotel Praxis. Dalam demonya, dia memperkenalkan seni kuliner secara interaktif kepada anak-anak.
Selain itu, hotel juga menyertakan juri profesionnal dalam kompetisi kuliner anak. Langkah ini memiliki tujuan agar anak memiliki pengalaman langsung dari dunia kerja yang sesungguhnya.
Sementara itu, Wyndham Surabaya City Centre meluncurkan program bernama Mimpi Mereka. Program yang khusus untuk anak-anak panti asuhan itu sebagai wujud manajemen dalam memahami bahwa tidak semua anak memiliki ruang untuk bermimpi.
Dalam kegiatan program, Anak-anak diajak mengunjungi Museum Tugu Pahlawan dan mengikuti kelas memasak sebagai mini chef. Kemudian, mereka juga mengikuti aktivitas seni seperti mewarnai dan membuat kerajinan tangan.
Langkah tersebut dilakukan oleh manajemen guna memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba berbagai hal baru yang mungkin belum pernah dialami.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan mimpi — apakah itu menjadi chef, tour guide, atau seniman," ujar Rachmat Zulkarnain, Hotel Manager Wyndham Surabaya. Program itu juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial Wyndham terhadap masa depan generasi muda.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.