Rumah produksi Soda Machine Films menandai kelahirannya ke industri dengan merilis satu film feature berjudul A Normal Woman. Film yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi dan diproduseri oleh Kevin Ryan Himawan ini bakal tayang eksklusif di platform Netflix mulai 24 Juli 2025.
Soda Machine Films sendiri merupakan rumah produksi yang baru didirikan oleh Lucky dan Kevin. Keduanya mendirikan PH baru ini dengan semangat untuk menciptakan cerita dan gaya sinematik yang segar di industri perfilman Indonesia.
Kevin menjelaskan bahwa A Normal Woman dipilih sebagai karya pembuka dari rumah produksinya bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, film ini punya daya tarik unik, baik dari tema yang diangkat maupun penceritaan di dalamnya.
Produser Kevin Ryan Himawan (Sumber gambar: Netflix)
“Mungkin banyak yang belum tahu, ya, jadi ini film pertama Lucky di bawah label Soda Machine Films. Ini rumah produksi baru yang saya dan Lucky dirikan,” ujarnya seusai press screening film A Normal Woman di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu, 23 Juli 2025
Secara umun, kata Kevin, film A Normal Woman mencoba mengeksplorasi tema tentang kesehatan mental dan tekanan sosial yang dialami perempuan modern. Film ini akan menyoroti seorang perempuan sosialita yang tampak sempurna, tapi dia menyimpan kegelisahan.
Dunianya mendadak berubah saat dia mulai mengalami gangguan psikologis yang misterius. Namun, film ini tidak hanya akan menyajikan kisah seorang perempuan yang berjuang dengan masalah pribadinya. Lebih dari itu, baginya film ini adalah refleksi dari realitas yang seringkali diabaikan dalam kehidupan sosial.
Kevin mengakui sebagai film pembuka, karya ini memang mengangkat tema yang cukup sensitif dan berat. Kendati demikian, dirinya dan Lucky mencoba mengemasnya menjadi sajian yang tetap seru dan menyenangkan untuk ditonton.
"Mungkin kalau ada yang bertanya, kenapa untuk karya pertama se-risk ini. Topiknya berat atau berani banget. Jawabannya ya itu sih, selain karena aku percaya dengan visinya Lucky, menurutnya ceritanya sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita," imbuhnya.
Dirinya bersyukur bahwa ide ini juga akhirnya menemukan ruang untuk tumbuh. Para tim produksi, termasuk Netflix, memberikan kepercayaan penuh untuk rumah produksinya. Dalam hal eksekusi, prosesnya juga berjalan dengan lancar.
Menurutnya, seluruh kru dan pemain menunjukkan antusiasme besar terhadap ide cerita yang ditawarkan sejak awal. “Mereka benar-benar mengapresiasi idenya dan menggodoknya dengan sangat baik. Di filmnya, aku merasa semua memberi energi yang baik, dan itu terasa sampai ke hasil akhirnya,” ujar Kevin.
Sebagai rumah produksi yang baru berdiri, Kevin menyadarai bahwa Soda Machine Films mesti hadir dengan membawa warna baru ke industri film Indonesia. Selain itu, sejak awal dirinya dan Lucky juga telah memiliki visi untuk memberikan kebebasan para kreator untuk berkarya dan mengeksplorasi ide-idenya.
Pendekatan ini pula yang mendasari pemilihan A Normal Woman sebagai proyek perdana mereka. Dia menyebut film ini bisa menjadi penanda arah dan gaya sinematik yang coba ditawarkan ke para penonton. "Hopefully bisa disukai semuam," tambahnya.
Dibalut atmosfer penuh ketegangan, drama, dan visual yang memikat, A Normal Woman dijanjikan akan menghadirkan pengalaman menonton yang menggugah emosi. Lewat karakter dan dinamika yang kompleks, film ini juga akan mengajak penonton menyelami sisi-sisi kehidupan yang dekat bagi banyak orang.
Dimulai dari ekspektasi rumah tangga yang ideal, tekanan sosial dan tuntutan reputasi, hingga pencarian jati diri dan luka masa lalu yang belum pulih. Semua akan menjadi sajian konflik menarik di dalam film.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.