UBTech Pamer Robot Humanoid yang Bisa Ganti Baterai Sendiri & Kerja Non-stop 24 Jam
22 July 2025 |
17:22 WIB
Perkembangan robot humanoid saat ini makin masif dan mutakhir. Terbaru, UBTech, perusahaan robotik asal China meluncurkan produk terbarunya yang dinamai Walker S2, robot berbentuk manusia yang dapat beroperasi tanpa henti dan merawat dirinya sendiri.
Sejauh ini, robot humanoid selalu terhubung ke sumber daya listrik atau terhubung ke listrik untuk mengisi ulang baterainya. Biasanya untuk mengisi ulang daya, robot sejenis ini butuh bantuan tangan manusia.
Kendati demikian, Walker S2 terbilang berbeda. Robot baru UBTech yang dibekali dengan baterai ganda, memiliki kemampuan untuk melakukan hot-swap secara otomatis.
Dalam rekaman promosi terbaru yang dipublikasikan UBTech di YouTube pada 17 Juli 2025, Walker S2 yang memiliki tinggi 162 cm dan berat 43 kilogram, terlihat mendekati stasiun pengisian daya baterai untuk mengganti baterainya. Dengan membelakangi stasiun, robot ini menggunakan lengannya untuk melepaskan baterai yang terpasang di punggungnya, kemudian menempatkannya ke dalam slot kosong untuk diisi ulang.
Ya, tidak perlu bantuan manusia, robot humanoid tersebut lalu mengeluarkan baterai baru dari unit dan memasukkan baterai tersebut ke dalam port-nya.
Baca juga: Evolusi Robot Humanoid 2025, Semakin Canggih & Serbaguna
Mengutip Live Science, Walker S2 akan mengganti baterainya sendiri jika salah satu baterainya kehabisan daya. Robot ini juga mampu mendeteksi sisa daya dan memutuskan apakah sebaiknya mengganti salah satu baterainya atau mengisi daya berdasarkan prioritas tugasnya.
Dibekali baterai litium 48 volt dalam sistem baterai ganda, robot ini dapat berjalan selama dua jam atau berdiri selama empat jam sebelum dayanya habis. Baterai membutuhkan waktu 90 menit untuk terisi penuh setelah habis.
Dengan kemampuannya, Walker S2 yang dirancang untuk digunakan di lingkungan pabrik, berpotensi dapat bekerja secara non-stop, 24 jam sehari dalam sepekan. Robot ini pun berjalan layaknya manusia.
Tidak dipungkiri, industri robot humanoid China menunjukkan kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Negeri Tirai Bambu pun mengidentifikasi robotika dan kecerdasan buatan sebagai strategi industri yang krusial dan memberikan dukungan kebijakan yang besar.
Laporan Moody's pada Kamis lalu mencatat bahwa China muncul sebagai pusat kekuatan robotika karena kemampuan uniknya dalam menggabungkan AI canggih dengan manufaktur berbiaya rendah.
Menurut South China Morning Post, lebih dari separuh perusahaan yang mengembangkan robot humanoid di dunia, berasal dari China. Dari laporan Morgan Stanley yang dirilis pada Februari lalu, menyebutkan perusahaan rintisan robotika di negara tersebut juga menarik porsi besar pendanaan modal ventura global.
Baca juga: Inovasi Unik di CES 2025, Ada Robot Berbulu yang Bisa Jadi Aksesori Tas
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sejauh ini, robot humanoid selalu terhubung ke sumber daya listrik atau terhubung ke listrik untuk mengisi ulang baterainya. Biasanya untuk mengisi ulang daya, robot sejenis ini butuh bantuan tangan manusia.
Kendati demikian, Walker S2 terbilang berbeda. Robot baru UBTech yang dibekali dengan baterai ganda, memiliki kemampuan untuk melakukan hot-swap secara otomatis.
Dalam rekaman promosi terbaru yang dipublikasikan UBTech di YouTube pada 17 Juli 2025, Walker S2 yang memiliki tinggi 162 cm dan berat 43 kilogram, terlihat mendekati stasiun pengisian daya baterai untuk mengganti baterainya. Dengan membelakangi stasiun, robot ini menggunakan lengannya untuk melepaskan baterai yang terpasang di punggungnya, kemudian menempatkannya ke dalam slot kosong untuk diisi ulang.
Ya, tidak perlu bantuan manusia, robot humanoid tersebut lalu mengeluarkan baterai baru dari unit dan memasukkan baterai tersebut ke dalam port-nya.
Baca juga: Evolusi Robot Humanoid 2025, Semakin Canggih & Serbaguna
Mengutip Live Science, Walker S2 akan mengganti baterainya sendiri jika salah satu baterainya kehabisan daya. Robot ini juga mampu mendeteksi sisa daya dan memutuskan apakah sebaiknya mengganti salah satu baterainya atau mengisi daya berdasarkan prioritas tugasnya.
Dibekali baterai litium 48 volt dalam sistem baterai ganda, robot ini dapat berjalan selama dua jam atau berdiri selama empat jam sebelum dayanya habis. Baterai membutuhkan waktu 90 menit untuk terisi penuh setelah habis.
Dengan kemampuannya, Walker S2 yang dirancang untuk digunakan di lingkungan pabrik, berpotensi dapat bekerja secara non-stop, 24 jam sehari dalam sepekan. Robot ini pun berjalan layaknya manusia.
Tidak dipungkiri, industri robot humanoid China menunjukkan kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Negeri Tirai Bambu pun mengidentifikasi robotika dan kecerdasan buatan sebagai strategi industri yang krusial dan memberikan dukungan kebijakan yang besar.
Laporan Moody's pada Kamis lalu mencatat bahwa China muncul sebagai pusat kekuatan robotika karena kemampuan uniknya dalam menggabungkan AI canggih dengan manufaktur berbiaya rendah.
Menurut South China Morning Post, lebih dari separuh perusahaan yang mengembangkan robot humanoid di dunia, berasal dari China. Dari laporan Morgan Stanley yang dirilis pada Februari lalu, menyebutkan perusahaan rintisan robotika di negara tersebut juga menarik porsi besar pendanaan modal ventura global.
Baca juga: Inovasi Unik di CES 2025, Ada Robot Berbulu yang Bisa Jadi Aksesori Tas
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.