Deretan produk Apple, perusahaan gawai asal AS. (Sumber gambar: Maksym Mazur/Unsplash)

Nasib Pasar Gawai Indonesia Jika Produk AS Bebas Tarif Impor

22 July 2025   |   16:37 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Pembebasan tarif impor produk Amerika Serikat (AS) ke Indonesia, disinyalir turut berdampak ke pasar gadget Tanah Air. Mulai dari persaingan para vendor yang lebih kompetitif, banjirnya produk dari Negeri Paman Sam, hingga ancaman bagi industri lokal bakal menciptakan pesaingan pasar gadget semakin ketat.

Analis Pasar Smartphone dari Reasense Aryo Meidianto Aji mengatakan dengan kebijakan tersebut, produk asal Amerika Serikat seperti Apple bisa saja dijual dengan harga lebih murah karena tidak ada bea masuk. Sebelumnya, produk Apple seperti iPhone termasuk kategori barang mewah dan dikenai tarif tinggi. 

Baca juga: Siap-siap, HONOR Bakal Membawa 30 Produk Gadget dan Aksesori ke Pasar Indonesia

Bebasnya tarif impor membuat akses produk AS ini menjadikannya lebih terjangkau bagi konsumen Indonesia. “Bisa terjadi pergeseran pasar di mana konsumen akan beralih ke produk yang dulunya sulit dijangkau karena harga tinggi,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, menurut Aryo, perlu dipertanyakan kembali mengenai rantai pasok Apple sendiri yang masih di-supply dari China. “Memang produknya adalah produk merek Amerika, namun masih harus dikaji apakah terkait dengan produksinya juga?,” sebutnya.

Sebaliknya, apabila kebijakan tarif impor produk AS menjadi 0 persen terealisasi, para vendor gawai non-AS akhirnya dipaksa untuk lebih kompetitif dan menawarkan harga yang bersaing karena munculnya tekanan dari pasar. Produk dari AS seperti Apple dan Google bisa menjadi lebih menarik di pasar. 

Selain itu, AS pun disinyalir akan memperluas kemungkinan konsumen mendapatkan produk-produk di luar Apple, seperti produk Pixel, Surface, hingga Xbox yang sebelumnya tidak tersedia secara resmi di Indonesia. “Potensi bebas impor ini juga bisa saja mempengaruhi penjualan produk-produk digital asal AS lainnya,” tambah Aryo.

Lantas bagaimana dengan para produsen gawai lokal? Aryo menilai sejauh ini produsen lokal lebih bermain ke ranah perakit atau manufaktur. Akan tetapi, untuk mencegah kehilangan pasar, sebaiknya para produsen lokal  memberikan nilai tambah yang jelas.

Industri gawai lokal, menurutnya dapat berkolaborasi atau beraliansi untuk menghadapi serangan produk AS atau juga dapat melakukan pengembangan produk dan perbaikan layanan purna jual.

Soal apakah ada dampak pemasukan negara dari kebijakan yang diamanatkan Trump ini, Aryo berpendapat potensi surplus tetap ada dibandingkan dengan potensi kerugiannya. Dengan bea masuk 0 persen, maka konsumsi akan naik dan kemungkinan untuk berakibat pada penerimaan negara dari pajak penjualan, walaupun ada kerugian dari penurunan bea masuk. 

Dari sektor industri dalam negeri pastinya akan terganggu dan bisa saja menyebabkan kelesuan. “Ada juga potensi surplus jika para produsen bisa memberikan rangsangan baik bagi konsumen dalam negeri, sehingga mereka meningkatkan nilai penjualan,” tutur Aryo.

Untuk mengantisipasi semakin lesunya produsen gawai lokal, Aryo menyarankan supaya pemerintah bisa memberikan insentif dan proteksi, seperti berbentuk.insentif riset. 

Pemerintah juga bisa mengurangi ketergantungan dengan pasar AS dan memperluas negara tujuan ekspor atau memperkuat kerja sama regional seperti di ASEAN. Selain itu, pemerintah bisa mendorong investasi, transfer teknologi, dan adopsi digitalisasi di industri gawai dan elektronik dalam negeri dari para produsen "non-AS" agar lebih tangguh menghadapi gempuran produk-produk dari AS.

Baca juga: 5 Gadget Baru dari Apple Event It’s Glowtime, Ada Seri Apple Watch dan Airpods

Dari sisi peritel, Stephen Warouw, Group Head of Corporate & Marketing Communication Erayaja Group menuturkan pihaknya masih memantau perkembangan tarif impor 0 persen untuk produk AS ke Indonesia. Sejauh ini, Erajaya masih melakukan berbagai kegiatan multi-channel guna memastikan konsumen, khususnya penggemar Apple bisa mendapatkan produk yang diinginkan. “Kami melihat minat konsumen terhadap produk Apple tetap positif di jaringan ritel kami,” ucapnya.
 

SEBELUMNYA

Nathan Tjoe-A-On Resmi Gabung Klub Belanda Willem II Tilburg

BERIKUTNYA

20th Century Studios Rilis First Look Anne Hathaway di The Devil Wears Prada 2

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: