Sony Kenalkan Kamera FX2 di Indonesia, Cek Spesifikasinya
14 July 2025 |
13:27 WIB
Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony, memperkenalkan kamera anyar dalam rangkaian Cinema Line, yakni FX2. Kamera ini diklaim dapat memberikan ekspresi sinematik yang lebih luas terhadap kreator atau pengguna yang membutuhkan kamera serbaguna.
Motoya Itako, President Director PT Sony Indonesia, mengatakan bahwa FX2 diciptakan berdasarkan masukan dari pengguna dan dirancang dengan berbagai fitur unik guna mendukung pembuatan film, lensa mata baru, dan peningkatan fungsi untuk berbagai kebutuhan produksi.
“FX2 dirancang untuk melanjutkan tujuan Cinema Line dalam mempertahankan emosi autentik dalam setiap pengambilan gambar dan memberdayakan para kreator di semua bidang produksi konten,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (14/7/2025).
Baca juga: Dibanderol Rp50 Jutaan, Lensa Tele Sony FE 50-150 mm Punya Bukaan Besar Pertama di Dunia
Dia menuturkan, FX2 memiliki sensor full-frame dan sensor Exmor R back-illuminated 33 megapiksel. Tidak hanya itu, kamera ini juga memiliki 15+ stop wide latitude dengan S-Log3, sehingga mampu menangkap objek dengan detail.
Keberadaan dual base ISO untuk S-Log 3 sebesar 800 dan 4.000 juga memungkinkan pengguna memiliki hasil jepretan dengan kualitas optimal di berbagai kondisi pencahayaan. Selain itu, sensitivitas ISO FX2 untuk video juga dapat ditingkatkan hingga 102400, sehingga ideal untuk lingkungan dengan pencahayaan rendah.
“Kamera ini juga mendukung berbagai format perekaman untuk alur kerja pasca-produksi yang fleksibel dan merekam dalam format 4:2:2 10-bit All-Intra, serta mendukung format seperti XAVC S-I DCI 4K pada 24.00p, dan lainnya,” ujarnya.
FX2 juga memiliki kipas pendingin internal dan struktur pembuangan panas yang efektif, sehingga memiliki kemampuan pemotretan yang lebih lama dengan fitur perekaman secara terus-menerus hingga 13 jam dalam resolusi 4K 60p.
Kemudian, kamera ini punya pengaturan frame rate variabel, yang memungkinkan hingga 60 fps dalam 4K untuk efek gerakan lambat maksimum 2,5x dan hingga 120 fps dalam mode Full HD untuk gerakan lambat hingga 5x.
“Mendukung pengambilan gambar Log dalam mode Cine EI, Cine EI Quick, dan Flexible ISO, yang menawarkan alur kerja serbaguna untuk berbagai kebutuhan produksi,” katanya.
Pengguna dapat mengimpor hingga 16 LUT pengguna untuk pratinjau langsung di kamera saat merekam video guna mendukung ekspresi sinematik yang lebih luas, memungkinkan pemantauan warna yang presisi di lokasi syuting.
Genhype yang juga hendak membuat film dapat memanfaatkan mode S-Cinetone sebagai default, preset profil gambar, dan tampilan kreatif, guna menciptakan video dengan tampilan sinematik langsung dalam kamera dengan mudah dan cepat.
“Fungsi tampilan desqueeze tersedia, mendukung lensa anamorfik 1,3x dan 2,0x untuk pembingkaian yang akurat,” ujarnya.
Genhype tidak perlu khawatir dalam menggunakan FX2 lantaran desain yang ringkas dan datar seperti seperti FX 3 dan FX 30, memastikan kebiasaan dan kompabilitas di berbagai pengaturan. Selain itu, titik pemasangan bawaan (UNC 1/4-20 x3) juga mendukung konfigurasi tanpa cage dan kemampuan untuk dipasang di tripod.
Pegangan atas (model XLR-H1) meningkatkan mobilitas dan kontrol, terutama saat pengambilan gambar dengan digenggam atau dinamis. Bodi kamera berukuran panjang 129,7mm, tebal 77,8 mm, dan kedalaman 103,7 mm dengan berat sekitar 679 gram.
Baca juga: Sony Bikin Noice Cancelling Naik Level di Headphone WH-1000XM6
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Motoya Itako, President Director PT Sony Indonesia, mengatakan bahwa FX2 diciptakan berdasarkan masukan dari pengguna dan dirancang dengan berbagai fitur unik guna mendukung pembuatan film, lensa mata baru, dan peningkatan fungsi untuk berbagai kebutuhan produksi.
“FX2 dirancang untuk melanjutkan tujuan Cinema Line dalam mempertahankan emosi autentik dalam setiap pengambilan gambar dan memberdayakan para kreator di semua bidang produksi konten,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (14/7/2025).
Baca juga: Dibanderol Rp50 Jutaan, Lensa Tele Sony FE 50-150 mm Punya Bukaan Besar Pertama di Dunia
Dia menuturkan, FX2 memiliki sensor full-frame dan sensor Exmor R back-illuminated 33 megapiksel. Tidak hanya itu, kamera ini juga memiliki 15+ stop wide latitude dengan S-Log3, sehingga mampu menangkap objek dengan detail.
Keberadaan dual base ISO untuk S-Log 3 sebesar 800 dan 4.000 juga memungkinkan pengguna memiliki hasil jepretan dengan kualitas optimal di berbagai kondisi pencahayaan. Selain itu, sensitivitas ISO FX2 untuk video juga dapat ditingkatkan hingga 102400, sehingga ideal untuk lingkungan dengan pencahayaan rendah.
“Kamera ini juga mendukung berbagai format perekaman untuk alur kerja pasca-produksi yang fleksibel dan merekam dalam format 4:2:2 10-bit All-Intra, serta mendukung format seperti XAVC S-I DCI 4K pada 24.00p, dan lainnya,” ujarnya.

Sony FX2 (Sumber gambar: Sony)
Kemudian, kamera ini punya pengaturan frame rate variabel, yang memungkinkan hingga 60 fps dalam 4K untuk efek gerakan lambat maksimum 2,5x dan hingga 120 fps dalam mode Full HD untuk gerakan lambat hingga 5x.
“Mendukung pengambilan gambar Log dalam mode Cine EI, Cine EI Quick, dan Flexible ISO, yang menawarkan alur kerja serbaguna untuk berbagai kebutuhan produksi,” katanya.
Pengguna dapat mengimpor hingga 16 LUT pengguna untuk pratinjau langsung di kamera saat merekam video guna mendukung ekspresi sinematik yang lebih luas, memungkinkan pemantauan warna yang presisi di lokasi syuting.
Genhype yang juga hendak membuat film dapat memanfaatkan mode S-Cinetone sebagai default, preset profil gambar, dan tampilan kreatif, guna menciptakan video dengan tampilan sinematik langsung dalam kamera dengan mudah dan cepat.
“Fungsi tampilan desqueeze tersedia, mendukung lensa anamorfik 1,3x dan 2,0x untuk pembingkaian yang akurat,” ujarnya.
Genhype tidak perlu khawatir dalam menggunakan FX2 lantaran desain yang ringkas dan datar seperti seperti FX 3 dan FX 30, memastikan kebiasaan dan kompabilitas di berbagai pengaturan. Selain itu, titik pemasangan bawaan (UNC 1/4-20 x3) juga mendukung konfigurasi tanpa cage dan kemampuan untuk dipasang di tripod.
Pegangan atas (model XLR-H1) meningkatkan mobilitas dan kontrol, terutama saat pengambilan gambar dengan digenggam atau dinamis. Bodi kamera berukuran panjang 129,7mm, tebal 77,8 mm, dan kedalaman 103,7 mm dengan berat sekitar 679 gram.
Baca juga: Sony Bikin Noice Cancelling Naik Level di Headphone WH-1000XM6
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.