Lelang Tas Hermès Birkin Milik Jane Birkin di Sotheby's Tembus Rp162 Miliar
11 July 2025 |
15:03 WIB
Tas Hermès yang dirancang khusus untuk Jane Birkin terjual di Paris seharga 8,6 juta euro atau setara Rp162 miliar (1 euro = Rp18.939), menjadi aksesori fashion termahal yang pernah dilelang di Eropa. Digunakan selama sembilan tahun, tas usang ini masih menunjukkan bekas stiker di permukaan kulit hitamnya.
Tas ini adalah prototipe pertama yang dibuat oleh rumah mode mewah asal Prancis, dan awalnya diperkirakan hanya akan terjual dalam kisaran ratusan ribu euro. Namun, lelang yang digelar oleh Sotheby’s dibuka dengan harga mengejutkan 1 juta euro dan segera memicu perang penawaran selama sepuluh menit di antara sembilan kolektor, baik secara langsung, melalui telepon, maupun daring.
Baca juga: Tas Hermès Birkin Pertama Milik Jane Birkin Akan Dilelang di Paris
Dilansir dari Guardian, tas tersebut akhirnya dimenangkan oleh seorang kolektor pribadi dari Jepang. Sotheby’s menyebut harga yang luar biasa ini menjadikan tas tersebut sebagai barang fashion paling bernilai kedua yang pernah terjual di lelang secara global, setelah sepasang sepatu merah rubi dari film The Wizard of Oz yang terjual senilai US$32,5 juta tahun 2024.
Morgane Halimi, kepala global kategori tas dan fesyen di Sotheby’s, mengatakan bahwa penjualan ini adalah bukti nyata kekuatan dari sebuah legenda yang mampu membangkitkan gairah dan keinginan para kolektor terhadap barang dengan sejarah luar biasa.
Menurutnya, prototipe Birkin ini adalah awal dari kisah luar biasa yang melahirkan ikon mode modern, tas Birkin, yang kini menjadi salah satu tas paling diidamkan di dunia. Tas ini juga menjadi perayaan akan semangat abadi dan daya tarik sang muse, Jane Birkin, yang wafat pada 2023.
Pemilik terakhir tas tersebut, yang dikenal sebagai Catherine B, menyatakan bahwa dia terkejut dengan hasil lelang itu, tapi juga merasa tersentuh melihat antusiasme luar biasa dari banyak pihak yang ingin memiliki tas tersebut. Tas Birkin sendiri lahir dari pertemuan tak terduga di dalam pesawat antara Jane Birkin dan Jean-Louis Dumas, kepala Hermès saat itu.
Dalam percakapan tersebut, Birkin mengeluhkan sulitnya menemukan tas besar yang sesuai kebutuhannya, hingga Dumas menciptakan desain ikonis itu.
Prototipe ini memiliki sejumlah perbedaan dari versi produksi massal: ukuran yang berbeda, dilengkapi tali bahu, dan menggunakan perangkat keras dari kuningan, yang kemudian digantikan dengan versi berlapis emas pada model-model berikutnya. Tas ini juga diberi inisial “JB” yang diembos di bagian dalam, menandai identitas sang pemilik legendaris.
Sotheby’s menyebutkan bahwa ada tujuh elemen desain pada prototipe tas Birkin berbahan kulit hitam yang dibuat secara manual ini yang membedakannya dari model-model Birkin setelahnya.
Salah satu ciri paling khas adalah tali bahu yang tidak bisa dilepas, sebuah fitur yang sangat mencerminkan gaya hidup sibuk dan praktis Jane Birkin, yang dikenal sebagai penyanyi, aktris, aktivis sosial, sekaligus ibu. Dia juga terkenal lewat hubungan romantisnya dengan musisi Prancis Serge Gainsbourg, termasuk duet mereka dalam lagu “Je t’aime… moi non plus”.
Tas milik Birkin ini juga memiliki gantungan gunting kuku, karena, menurut Sotheby’s, Birkin bukan tipe perempuan yang memelihara kuku panjang dan dicat.
Tas yang dibuat khusus oleh Hermès untuk Jane Birkin ini dikembangkan dari model Haut à Courroies yang sudah ada sebelumnya. Tas tersebut dilengkapi dengan perangkat keras dari kuningan berlapis emas, kaki-kaki di bagian bawah, dan beberapa fitur lainnya yang membedakannya dari Birkin versi komersial yang dikenal saat ini.
Gaya santai dan effortless Birkin di era 1960-an hingga awal 1970-an, rambut panjang berponi, celana jeans yang dipadukan dengan atasan putih, mini dress rajut, serta tas rotan, masih dianggap sebagai lambang keanggunan ala Prancis bagi banyak perempuan di seluruh dunia hingga kini.
Harga fantastis yang tercapai dalam lelang tersebut mencerminkan bukan hanya nilai sebuah tas, melainkan keseluruhan kisah dan warisan dari Hermès itu sendiri. Sotheby’s menggambarkan tas ini sebagai sesuatu yang jauh melampaui fungsi praktisnya, lebih dari sekadar aksesori. Tas Birkin telah berevolusi menjadi ikon budaya yang melintasi berbagai bidang, dari musik, film, televisi, hingga seni.
Tas ini menjadi item wajib di karpet merah, langganan halaman majalah mode ternama, dan barang incaran dalam lemari para selebritas, seniman, serta penata gaya di seluruh dunia.
Baca juga: Tas Birkin Hermès, Investasi Fantastis yang Melampaui Emas & Saham
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Tas ini adalah prototipe pertama yang dibuat oleh rumah mode mewah asal Prancis, dan awalnya diperkirakan hanya akan terjual dalam kisaran ratusan ribu euro. Namun, lelang yang digelar oleh Sotheby’s dibuka dengan harga mengejutkan 1 juta euro dan segera memicu perang penawaran selama sepuluh menit di antara sembilan kolektor, baik secara langsung, melalui telepon, maupun daring.
Baca juga: Tas Hermès Birkin Pertama Milik Jane Birkin Akan Dilelang di Paris
Dilansir dari Guardian, tas tersebut akhirnya dimenangkan oleh seorang kolektor pribadi dari Jepang. Sotheby’s menyebut harga yang luar biasa ini menjadikan tas tersebut sebagai barang fashion paling bernilai kedua yang pernah terjual di lelang secara global, setelah sepasang sepatu merah rubi dari film The Wizard of Oz yang terjual senilai US$32,5 juta tahun 2024.
Morgane Halimi, kepala global kategori tas dan fesyen di Sotheby’s, mengatakan bahwa penjualan ini adalah bukti nyata kekuatan dari sebuah legenda yang mampu membangkitkan gairah dan keinginan para kolektor terhadap barang dengan sejarah luar biasa.
Menurutnya, prototipe Birkin ini adalah awal dari kisah luar biasa yang melahirkan ikon mode modern, tas Birkin, yang kini menjadi salah satu tas paling diidamkan di dunia. Tas ini juga menjadi perayaan akan semangat abadi dan daya tarik sang muse, Jane Birkin, yang wafat pada 2023.
In the #SothebysParis sale room just now, Jane Birkin’s Original Hermès Birkin sold for €8.6 million / $10.1 million after more than 10 minutes of heated bidding, making it the most valuable handbag ever sold at auction. pic.twitter.com/COYFPeFbPk
— Sotheby's (@Sothebys) July 10, 2025
Pemilik terakhir tas tersebut, yang dikenal sebagai Catherine B, menyatakan bahwa dia terkejut dengan hasil lelang itu, tapi juga merasa tersentuh melihat antusiasme luar biasa dari banyak pihak yang ingin memiliki tas tersebut. Tas Birkin sendiri lahir dari pertemuan tak terduga di dalam pesawat antara Jane Birkin dan Jean-Louis Dumas, kepala Hermès saat itu.
Dalam percakapan tersebut, Birkin mengeluhkan sulitnya menemukan tas besar yang sesuai kebutuhannya, hingga Dumas menciptakan desain ikonis itu.
Prototipe ini memiliki sejumlah perbedaan dari versi produksi massal: ukuran yang berbeda, dilengkapi tali bahu, dan menggunakan perangkat keras dari kuningan, yang kemudian digantikan dengan versi berlapis emas pada model-model berikutnya. Tas ini juga diberi inisial “JB” yang diembos di bagian dalam, menandai identitas sang pemilik legendaris.
Satu-satunya di Dunia
Sotheby’s menyebutkan bahwa ada tujuh elemen desain pada prototipe tas Birkin berbahan kulit hitam yang dibuat secara manual ini yang membedakannya dari model-model Birkin setelahnya.Salah satu ciri paling khas adalah tali bahu yang tidak bisa dilepas, sebuah fitur yang sangat mencerminkan gaya hidup sibuk dan praktis Jane Birkin, yang dikenal sebagai penyanyi, aktris, aktivis sosial, sekaligus ibu. Dia juga terkenal lewat hubungan romantisnya dengan musisi Prancis Serge Gainsbourg, termasuk duet mereka dalam lagu “Je t’aime… moi non plus”.
Tas milik Birkin ini juga memiliki gantungan gunting kuku, karena, menurut Sotheby’s, Birkin bukan tipe perempuan yang memelihara kuku panjang dan dicat.
Tas yang dibuat khusus oleh Hermès untuk Jane Birkin ini dikembangkan dari model Haut à Courroies yang sudah ada sebelumnya. Tas tersebut dilengkapi dengan perangkat keras dari kuningan berlapis emas, kaki-kaki di bagian bawah, dan beberapa fitur lainnya yang membedakannya dari Birkin versi komersial yang dikenal saat ini.
Gaya santai dan effortless Birkin di era 1960-an hingga awal 1970-an, rambut panjang berponi, celana jeans yang dipadukan dengan atasan putih, mini dress rajut, serta tas rotan, masih dianggap sebagai lambang keanggunan ala Prancis bagi banyak perempuan di seluruh dunia hingga kini.
Harga fantastis yang tercapai dalam lelang tersebut mencerminkan bukan hanya nilai sebuah tas, melainkan keseluruhan kisah dan warisan dari Hermès itu sendiri. Sotheby’s menggambarkan tas ini sebagai sesuatu yang jauh melampaui fungsi praktisnya, lebih dari sekadar aksesori. Tas Birkin telah berevolusi menjadi ikon budaya yang melintasi berbagai bidang, dari musik, film, televisi, hingga seni.
Tas ini menjadi item wajib di karpet merah, langganan halaman majalah mode ternama, dan barang incaran dalam lemari para selebritas, seniman, serta penata gaya di seluruh dunia.
Baca juga: Tas Birkin Hermès, Investasi Fantastis yang Melampaui Emas & Saham
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.