Candi Sukuh, Catatan Sejarah di Lereng Barat Gunung Lawu
11 July 2025 |
11:32 WIB
Pengagum sejarah tak bisa menolak unik dan megahnya rupa Candi Sukuh. Di balik keindahan alam pegunungan Jawa Tengah tersebut, candi yang terletak di Dusun Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar ini benar-benar melengkapi Gunung Lawu yang jadi banyak tempat singgah pendaki.
Bukan sekadar situs arkeologi, keberadaan Candi Sukuh ini seolah memadukan keagungan sejarah dan keelokan alam lereng Gunung Lawu.
Candi Sukuh merupakan candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-15 M pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit. Kompleks ini pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Johnson saat masa pemerintahan Gubernur Jenderal Stamford Raffles.
Baca juga: Mendorong Candi Jadi Simbol Budaya, Bukan Sekadar Objek Wisata
Dengan menghadap ke arah Barat, Candi Sukuh memiliki arsitektur yang unik terdiri atas tiga teras bertingkat. Bentuk candi ini seperti tak lazim jika dibandingkan dengan candi-candi Hindu lainnya di Indonesia.
Tidak seperti Candi Prambanan atau Candi Penataran yang berornamen rumit dan simetris, Candi Sukuh justru lebih menyerupai piramida bertangga yang mengingatkan kita pada kuil-kuil kuno di peradaban Maya.
Hal yang membuat Candi Sukuh benar-benar berbeda adalah relief dan arca yang menghiasi kompleks ini. Banyak dari ukiran yang menggambarkan anatomi manusia secara eksplisit dan simbol-simbol kesuburan yang mencolok. Ini menunjukkan bahwa Candi Sukuh berhubungan dengan inisiasi kedewasaan dalam tradisi Hindu-Jawa kuno.
Meski dianggap tabu pada masa kini, relief-relief tersebut menyimpan nilai filosofi dan sejarah yang dalam, mencerminkan kehidupan masyarakat Jawa masa lampau yang erat dengan alam, spiritualitas, dan keselarasan antara manusia dan semesta.
Candi Sukuh sendiri terletak pada ketinggian 910 meter di atas permukaan laut yang berlokasi di lereng barat Gunung Lawu. Saat menginjak kawasan candi, nuansa sejuk langsung menyambut dengan selingan kabut tipis yang turun perlahan, memberikan nuansa magis yang seolah membawa kita kembali ke masa ratusan tahun silam.
Di sini, wisatawan dapat belajar lebih dalam tentang sejarah Majapahit dan budaya Hindu-Jawa. Akan tetapi di luar itu, dari lokasi candi, pengunjung juga dapat menikmati panorama alam yang luar biasa mulai dari hamparan hutan pinus, ladang penduduk, dan perbukitan hijau yang membentang.
Wisata sejarah berpadu alam ini juga bisa dijelajah dengan beragam aktivitas menarik di luar keindahan arsitektur dan sejarah candinya. Wisatawan bisa membingkai keindahan masa lalu lewat fotograf, seperti kombinasi relief candi yang eksotik dengan latar alam pegunungan yang indah. Kemudian, karena letaknya di lereng gunung, wisatawan bisa menjelajahi jalur-jalur kecil di sekitar candi untuk menikmati pemandangan yang lebih luas dan udara yang lebih segar.
Jika beruntung, wisatawan juga bisa menikmati matahari terbenam karena candi sendiri menghadap ke arah Barat. Lapisan sinar oranye dari sunset ini biasanya akan menyinari siluet bangunan candi dan lanskap di bawahnya yang memberi nuansa magis.
Tak hanya itu, wisatawan juga bisa mengunjungi tempat wisata sekitar Candi Sukuh seperti Air Terjun Jumog, Kebun Teh Kemuning, dan Candi Cetho yang semuanya dapat dijelajah dalam satu hari.
Menuju Candi Sukuh tidaklah sulit. Dari Kota Solo, candi ini berjarak sekitar 36 km atau 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Rute terbaik adalah melalui Karanganyar - Tawangmangu, lalu belok ke arah Ngargoyoso sebelum tiba di Candi Sukuh. Jalan menuju candi cukup menanjak dan berkelok, tetapi sudah beraspal dan dapat dilalui mobil.
Bagi yang menggunakan transportasi umum, ada angkot atau bus kecil dari Terminal Karangpandan menuju Ngargoyoso, kemudian lanjutkan dengan ojek lokal untuk sampai ke kompleks candi.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Magelang, Candi Borobudur sampai Kebun Raya Gunung Tidar
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bukan sekadar situs arkeologi, keberadaan Candi Sukuh ini seolah memadukan keagungan sejarah dan keelokan alam lereng Gunung Lawu.
Candi Sukuh merupakan candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-15 M pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit. Kompleks ini pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Johnson saat masa pemerintahan Gubernur Jenderal Stamford Raffles.
Baca juga: Mendorong Candi Jadi Simbol Budaya, Bukan Sekadar Objek Wisata

Candi Sukuh (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)
Tidak seperti Candi Prambanan atau Candi Penataran yang berornamen rumit dan simetris, Candi Sukuh justru lebih menyerupai piramida bertangga yang mengingatkan kita pada kuil-kuil kuno di peradaban Maya.
Hal yang membuat Candi Sukuh benar-benar berbeda adalah relief dan arca yang menghiasi kompleks ini. Banyak dari ukiran yang menggambarkan anatomi manusia secara eksplisit dan simbol-simbol kesuburan yang mencolok. Ini menunjukkan bahwa Candi Sukuh berhubungan dengan inisiasi kedewasaan dalam tradisi Hindu-Jawa kuno.

Candi Sukuh (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)
Candi Sukuh sendiri terletak pada ketinggian 910 meter di atas permukaan laut yang berlokasi di lereng barat Gunung Lawu. Saat menginjak kawasan candi, nuansa sejuk langsung menyambut dengan selingan kabut tipis yang turun perlahan, memberikan nuansa magis yang seolah membawa kita kembali ke masa ratusan tahun silam.

Candi Sukuh (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)
Wisata sejarah berpadu alam ini juga bisa dijelajah dengan beragam aktivitas menarik di luar keindahan arsitektur dan sejarah candinya. Wisatawan bisa membingkai keindahan masa lalu lewat fotograf, seperti kombinasi relief candi yang eksotik dengan latar alam pegunungan yang indah. Kemudian, karena letaknya di lereng gunung, wisatawan bisa menjelajahi jalur-jalur kecil di sekitar candi untuk menikmati pemandangan yang lebih luas dan udara yang lebih segar.
Jika beruntung, wisatawan juga bisa menikmati matahari terbenam karena candi sendiri menghadap ke arah Barat. Lapisan sinar oranye dari sunset ini biasanya akan menyinari siluet bangunan candi dan lanskap di bawahnya yang memberi nuansa magis.
Tak hanya itu, wisatawan juga bisa mengunjungi tempat wisata sekitar Candi Sukuh seperti Air Terjun Jumog, Kebun Teh Kemuning, dan Candi Cetho yang semuanya dapat dijelajah dalam satu hari.
Menuju Candi Sukuh tidaklah sulit. Dari Kota Solo, candi ini berjarak sekitar 36 km atau 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Rute terbaik adalah melalui Karanganyar - Tawangmangu, lalu belok ke arah Ngargoyoso sebelum tiba di Candi Sukuh. Jalan menuju candi cukup menanjak dan berkelok, tetapi sudah beraspal dan dapat dilalui mobil.
Bagi yang menggunakan transportasi umum, ada angkot atau bus kecil dari Terminal Karangpandan menuju Ngargoyoso, kemudian lanjutkan dengan ojek lokal untuk sampai ke kompleks candi.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Magelang, Candi Borobudur sampai Kebun Raya Gunung Tidar
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.