Kitab Sijjin & Illiyyin Resmi Go Internasional, Film Horor Indonesia Dilirik Korea Selatan
10 July 2025 |
17:23 WIB
Film horor Indonesia garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu, Kitab Sijjin & Illiyyin, mulai mendapat atensi global. Film yang naskah skenarionya ditulis oleh Lele Laila itu telah dibeli oleh Barunson E&A, rumah produksi dan distribusi asal Korea Selatan yang sebelumnya dikenal lewat kesuksesan Parasite (2019).
Kesepakatan ini menjadi langkah besar dalam upaya internasionalisasi film horor Tanah Air, serta menandai kepercayaan industri film global terhadap potensi cerita-cerita lokal Indonesia. Sebab, film ini membawa eksplorasi tema kematian, balas dendam, dan dimensi alam lain yang bersumber dari kearifan lokal dan mitologi.
Produser eksekutif Sunil Samtani mengatakan film Kitab Sijjin & Illiyyin memang digarap dengan produksi yang tidak biasa. Sedari awal, pihaknya sudah meyakini bahwa film ini punya potensi untuk tidak hanya ditayangkan di dalam negeri, tetapi juga ke pasar global.
Baca Juga: Cerita di Balik Aktor Nominasi Oscar Main di Film Sore: Istri dari Masa Depan
"Kerja sama dengan Barunson adalah bentuk pengakuan atas kualitas film horor Indonesia," ungkapnya.
Sunil berharap kerja sama ini bisa makin membuka lebih banyak jalan bagi film-film lokal untuk menembus pasar dunia. Untuk merayakan capaian ini, pihaknya juga telah merilis peluncuran serempak lima poster internasional. Visual poster-poster tersebut menegaskan posisi film Kitab Sijjin & Illiyyin sebagai karya film horor dengan daya tarik lintas batas budaya.
Kendati demikian, sejauh ini, belum diungkap distribusi film ini akan menyasar ke negara mana saja. Namun, yang pasti, hak distribusi internasional film ini kini telah dipegang oleh Barunson E&A. Dengan strategi distribusi global yang ditangani langsung oleh Barunson, Kitab Sijjin dan Illiyyin diharapkan menjangkau pasar internasional dan membawa horor Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Sementara itu, sutradara Hadrah Daeng Ratu mengatakan film ini merupakan hasil eksplorasi mendalam terhadap spiritualitas, ketakutan, dan trauma yang bersumber dari akar budaya Indonesia. Hadrah kemudian mengemas cerita-cerita yang penuh nuansa lokal ini menjadi lebih universal sehingga bisa dinikmati oleh lintas negara.
"Saat Barunson menunjukkan minat untuk membawa film ini ke dunia internasional, kami merasa ini merupakan validasi bahwa cerita lokal bisa punya resonansi global,” katanya.
Hadrah adalah salah satu sutradara perempuan yang getol membuat film-film horor berbeda. Sebelumnya, dia beberapa kali mencuri perhatian lewat Aku Tahu Kapan Kamu Mati (2020), Perjanjian Gaib (2023), dan Sijjin (2023).
Dalam film Kitab Sijjin & Illiyyin, dirinya mencoba mengeksplorasi tema balas dendam yang dibalut ilmu hitam. Cerita di film ini akan dihidupkan oleh aktor dan aktris ternama, seperti Yunita Siregar sebagai Yuli, Djenar Maesa Ayu sebagai Ambar, Dinda Kanya Dewi sebagai Laras, Tarra Budiman sebagai Rudi, Sulthan Hamonangan sebagai Dean, hingga Kawai Labiba sebagai Tika.
Film Kitab Sijjin & Illiyyin akan mengisahkan tentang Yuli (Yunita Siregar), seorang gadis yang kerap diperlakukan semena-mena oleh ibu tirinya, Bu Ambar (Djenar Maesa Ayu). Yuli dipandang rendah karena dianggap sebagai anak hasil perselingkuhan, bukan bagian sah dari keluarga.
Meski terus direndahkan oleh anggota keluarga Bu Ambar, Yuli tetap bertahan dan menjalani kehidupannya sebagai pembantu di rumah tersebut. Namun, sebuah peristiwa membuat luka batinnya semakin dalam.
Dipenuhi amarah dan dendam, Yuli akhirnya mendatangi seorang dukun ilmu hitam untuk mencelakai keluarga Bu Ambar lewat santet. Santet itu bukan hanya tertuju pada Bu Ambar, tetapi juga anak dan keturunannya.
Film Kitab Sijjin & Illiyyin produksi Rapi Films ini akan ditayangkan di bioskop dalam negeri terlebih dahulu sebelum memasuki distribusi internasional. Di dalam negeri, film ini bisa ditonton mulai 10 Juli 2025.
Baca Juga: Masuk Era Keemasan, Industri Film Indonesia Perlu Tingkatkan Keragaman Sinema
Kesepakatan ini menjadi langkah besar dalam upaya internasionalisasi film horor Tanah Air, serta menandai kepercayaan industri film global terhadap potensi cerita-cerita lokal Indonesia. Sebab, film ini membawa eksplorasi tema kematian, balas dendam, dan dimensi alam lain yang bersumber dari kearifan lokal dan mitologi.
Produser eksekutif Sunil Samtani mengatakan film Kitab Sijjin & Illiyyin memang digarap dengan produksi yang tidak biasa. Sedari awal, pihaknya sudah meyakini bahwa film ini punya potensi untuk tidak hanya ditayangkan di dalam negeri, tetapi juga ke pasar global.
Baca Juga: Cerita di Balik Aktor Nominasi Oscar Main di Film Sore: Istri dari Masa Depan
"Kerja sama dengan Barunson adalah bentuk pengakuan atas kualitas film horor Indonesia," ungkapnya.

Still photo film Sijjin & Illiyyin (Sumber gambar: Rapi Films)
Sunil berharap kerja sama ini bisa makin membuka lebih banyak jalan bagi film-film lokal untuk menembus pasar dunia. Untuk merayakan capaian ini, pihaknya juga telah merilis peluncuran serempak lima poster internasional. Visual poster-poster tersebut menegaskan posisi film Kitab Sijjin & Illiyyin sebagai karya film horor dengan daya tarik lintas batas budaya.
Kendati demikian, sejauh ini, belum diungkap distribusi film ini akan menyasar ke negara mana saja. Namun, yang pasti, hak distribusi internasional film ini kini telah dipegang oleh Barunson E&A. Dengan strategi distribusi global yang ditangani langsung oleh Barunson, Kitab Sijjin dan Illiyyin diharapkan menjangkau pasar internasional dan membawa horor Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Sementara itu, sutradara Hadrah Daeng Ratu mengatakan film ini merupakan hasil eksplorasi mendalam terhadap spiritualitas, ketakutan, dan trauma yang bersumber dari akar budaya Indonesia. Hadrah kemudian mengemas cerita-cerita yang penuh nuansa lokal ini menjadi lebih universal sehingga bisa dinikmati oleh lintas negara.
"Saat Barunson menunjukkan minat untuk membawa film ini ke dunia internasional, kami merasa ini merupakan validasi bahwa cerita lokal bisa punya resonansi global,” katanya.
Hadrah adalah salah satu sutradara perempuan yang getol membuat film-film horor berbeda. Sebelumnya, dia beberapa kali mencuri perhatian lewat Aku Tahu Kapan Kamu Mati (2020), Perjanjian Gaib (2023), dan Sijjin (2023).
Dalam film Kitab Sijjin & Illiyyin, dirinya mencoba mengeksplorasi tema balas dendam yang dibalut ilmu hitam. Cerita di film ini akan dihidupkan oleh aktor dan aktris ternama, seperti Yunita Siregar sebagai Yuli, Djenar Maesa Ayu sebagai Ambar, Dinda Kanya Dewi sebagai Laras, Tarra Budiman sebagai Rudi, Sulthan Hamonangan sebagai Dean, hingga Kawai Labiba sebagai Tika.
Film Kitab Sijjin & Illiyyin akan mengisahkan tentang Yuli (Yunita Siregar), seorang gadis yang kerap diperlakukan semena-mena oleh ibu tirinya, Bu Ambar (Djenar Maesa Ayu). Yuli dipandang rendah karena dianggap sebagai anak hasil perselingkuhan, bukan bagian sah dari keluarga.
Meski terus direndahkan oleh anggota keluarga Bu Ambar, Yuli tetap bertahan dan menjalani kehidupannya sebagai pembantu di rumah tersebut. Namun, sebuah peristiwa membuat luka batinnya semakin dalam.
Dipenuhi amarah dan dendam, Yuli akhirnya mendatangi seorang dukun ilmu hitam untuk mencelakai keluarga Bu Ambar lewat santet. Santet itu bukan hanya tertuju pada Bu Ambar, tetapi juga anak dan keturunannya.
Film Kitab Sijjin & Illiyyin produksi Rapi Films ini akan ditayangkan di bioskop dalam negeri terlebih dahulu sebelum memasuki distribusi internasional. Di dalam negeri, film ini bisa ditonton mulai 10 Juli 2025.
Baca Juga: Masuk Era Keemasan, Industri Film Indonesia Perlu Tingkatkan Keragaman Sinema
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.