Sutradara, produser, dan pemain film Sore: Istri dari Masa Depan (Sumber gambar: Poplicist)

Daftar Lagu yang Jadi Soundtrack Menyentuh di Film Sore: Istri dari Masa Depan

09 July 2025   |   13:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Soundtrack selalu menjadi elemen penting dalam sebuah film, termasuk genre romansa. Sebab, keberadaan musik di film dapat memperhalus emosi, menegaskan makna sebuah adegan, hingga menciptakan ruang sunyi yang justru berbicara lebih dalam daripada dialog.

Hal ini pula yang diterapkan dengan cermat dalam film Sore: Istri dari Masa Depan garapan sutradara Yandy Laurens. Di film ini, soundtrack tidak sekadar mengiringi cerita, tapi hadir sebagai penghubung emosional yang memperkaya setiap adegan.

Tiap lagu seperti dipilih dengan  hati-hati di film ini untuk lebih menyatu dengan cerita. Berikut adalah lagu-lagu yang menjadi soundtrack Sore: Istri dari Masa Depan. 

Baca juga: Jadi Comeback Yandy Laurens, Film Sore: Istri dari Masa Depan Siap Tayang 10 Juli 2025 
 

1. Forget Jakarta - Adhitia Sofyan 


"Forget Jakarta" merupakan lagu yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Adhitia Sofyan. Lagu ini dirilis pada 12 Januari 2010 dan masuk ke dalam single untuk album berjudul Forget Your Plans. Lagu ini mengangkat tema soal kehilangan, kebingungan, sekaligus refleksi tentang hubungan seseorang yang terjalin di Jakarta. 

Lirik-lirik lagu ini juga mampu membangkitkan nostalgia tentang Jakarta, baik dari sisi positif maupun negatif, seperti kemacetan, polusi, atau kenangan indah yang pernah terjadi di kota tersebut. Lagu ini memiliki nada melankolis dan sedikit dramatis, yang kemudian turut menambah kedalaman emosional dan membuatnya mudah terhubung dengan pengalaman pribadi siapa saja yang pernah tinggal di Jakarta. 


2. Gaze - Adhitia Sofyan


"Gaze" merupakan salah satu lagu di dalam album Forget Your Plans yang juga dipilih menjadi soundtrack film Sore. Lagu yang dirilis pada 2010 ini sebelumnya juga menjadi soundtrack untuk versi serialnya, Sore: Istri dari Masa Depan. Kini, kembali dipilih untuk soundtrack filmnya. 

Secara umum, lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang diam-diam memperhatikan dan mengagumi orang lain dari jarak jauh. Meskipun mungkin tidak ada balasan dari orang yang dikagumi, lagu ini juga menyiratkan penerimaan diri dan keindahan dalam mengagumi apa adanya. Lagu ini juga mencoba menyampaikan perasaan campur aduk, antara kekaguman, harapan, dan mungkin juga sedikit kesedihan karena kenyataan bahwa cinta itu mungkin tidak terbalas.


3. Hingga Ujung Waktu - Sheila On 7


"Hingga Ujung Waktu" merupakan lagu Sheila On 7 yang masuk ke dalam album 7 Des. Dirilis pada 2002, lagu ini menggambarkan perjalanan cinta yang pada akhirnya membawa pasangan pada keputusan untuk bersama selamanya. 

Secara tersirat lagu ini akan tampak seperti sebuah ajakan dari pasangannya untuk menikah. Namun, diceritakan pula di lagu ini bahwa perjalanan cinta mereka tidak selalu mudah.

Ada perjuangan dan rintangan yang harus dihadapi, termasuk mungkin waktu yang terasa lambat dalam menjalani hubungan. Secara keseluruhan, lagu ini menyampaikan harapan dan optimisme akan masa depan yang lebih baik bersama orang yang dicintai. 


4. Pancarona - Barasuara 


"Pancarona" merupakan lagu dari Barasuara yang masuk di album Pikiran dan Perjalanan. Dirilis pada medio 2019, lagu ini menceritakan tentang perjalanan emosional yang penuh keraguan dan pencarian makna dalam hidup. Lagu ini juga menggambarkan perubahan suasana hati yang terus-menerus, seperti yang tersirat dari judulnya yang berarti "berbagai warna" atau "pancarona". 

Lagu ini mengajak pendengar untuk merasakan naik turunnya emosi dalam hidup, seperti keraguan, ketidakpastian, dan pencarian makna. Lagu ini diketahui terinspirasi dari pengalaman pribadi Iga Massardi saat berada di titik terendah dalam hidupnya, dan bagaimana dia akhirnya berjuang untuk keluar dari depresi. 


5. Terbuang dalam Waktu - Barasuara


"Terbuang dalam Waktu" merupakan lagu dari Barasuara yang masuk di album Jalanan Sadrah. Dirilis pada 2024, lagu ini mencoba menyentuh tema kehilangan dan bagaimana seseorang mengatasi kesedihan akibat perpisahan, baik dengan orang yang dicintai maupun dengan masa lalu. 

Lagu ini menggambarkan perasaan campur aduk, seperti kerinduan, kehilangan, kebingungan, dan juga keikhlasan dalam menghadapi situasi sulit. Lagu ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan orang-orang terkasih dan menghargai setiap momen yang kita miliki. 

Baca juga: Dion Wiyoko & Sheila Dara Buka Rahasia Proses Kreatif di Sore: Istri dari Masa Depan 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

ArtMoments Jakarta 2025 Angkat Tema Restoration, Membayangkan Masa Depan Melalui Seni

BERIKUTNYA

Duo Elektronik HONNE Siap Goyang SOD Festival 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: