Bryan Domani (Sumber gambar: Hypeabis.id)

Bryan Domani Masuki Babak Baru dalam Karier, Makin Sering di Belakang Layar

08 July 2025   |   13:55 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Aktor Bryan Domani tampak tengah memasuki fase baru dalam kariernya di industri perfilman Indonesia. Setelah dikenal luas sebagai aktor, kini dia makin sering mengambil pekerjaan di belakang layar. Terbaru, Bryan didapuk sebagai produser kreatif di film produksi Sinemaku Pictures, Hanya Namamu dalam Doaku. 

Bryan mengatakan secara timeline, sebenarnya Hanya Namamu dalam Doaku merupakan project pertamanya di belakang layar. Akan tetapi, karena proses meramu film ini cukup panjang, akhirnya ada beberapa project lain ketika dirinya di belakang layar yang sudah rilis duluan, seperti film Tak Ingin Usai di Sini, yang di dalamnya dirinya menjadi eksekutif produser.

Sebelumnya, Bryan juga turut andil dalam pengembangan cerita dan konsep kreatif di Perayaan Mati Rasa. Namun, menurutnya, project Hanya Namamu dalam Doaku ini tetap terasa sangat spesial. Selain jadi yang pertama dalam pengalamannya, di project ini dirinya juga terlibat dalam pembuatan film dari nol. 

Baca juga: Riset ke Yayasan hingga Dokter, Begini Cara Produser Prilly Produksi Film Hanya Namamu Dalam Doaku

Menurutnya, keterlibatannya di Hanya Namamu dalam Doaku menjadi yang paling intens dan personal dibanding project sebelumnya. Di film ini, dirinya benar-benar menyelami proses kreatif secara menyeluruh, dari pengembangan cerita, penyusunan plot, riset, hingga pemilihan pemain dan detail artistik lain. 

"Ini project hampir 2 tahun, pertama kali ditawarin aku inget banget pas lagi di Madinah, lagi umroh sama keluargaku. Jadi, ini paling pertama dari sebelum-sebelumnya,” kata Bryan.

Bryan mengatakan tugas menjadi produser kreatif benar-benar menawarkan pengalaman berbeda ketika menjadi pemain. Saat menjadi aktor, dirinya bisa langsung fokus pada pengembangan karakter dan bagaimana bisa masuk ke dalamnya.

Namun, sebagai produser kreatif, dirinya justru harus membentuk terlebih dahulu layer-layer dari si karakter, sebelum diserahkan ke pemain untuk didalami.

Sebagai produser kreatif, dirinya juga cukup banyak terlibat dalam riset soal naskah. Bryan mengatakan dirinya dan tim banyak berdiskusi dengan yayasan, dokter, dan penyintas Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), yang menjadi tema utama yang diangkat di film ini. 

Data-data tersebut, katanya, kemudian harus dikembangkan lagi agar tidak terkesan kaku dan bisa masuk ke dalam alur cerita. Dia berharap dengan riset mendalam yang dikerjakan, berbagai hal yang ditampilkan di dalam film bisa akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, terlebih di film ini cukup menyoroti soal penyakit ALS. 

Keterlibatan Bryan bahkan meluas sampai ke hal-hal teknis seperti kecocokan antar pemain, desain kostum, set, hingga membangun kenyamanan di antara para cast dan kru. Ia menjadi semacam jembatan yang mewadahi keresahan dan kebutuhan tim di lapangan. 

Meski mengaku sempat merasa pusing, Bryan justru menganggap pengalaman ini sangat menantang dan memuaskan. “Jujur kerjaan apa pun pasti ada pusingnya, tapi nagih karena pada akhirnya aku udah lihat hasilnya juga itu. Oh oke, jadi dari pusing-pusing kemarin for this (hasilnya),” ujarnya sambil tertawa. 
 

Dalam prosesnya, Bryan merasa beruntung karena dikelilingi oleh tim yang mendukung penuh. Dia menyebut nama-nama seperti produser Umay Shahab dan sutradara Reka Wijaya yang sudah terasa seperti keluarga di lokasi syuting.

Baginya, terjun sebagai produser kreatif membuka mata tentang betapa kompleks dan menguras tenaga pekerjaan di balik layar. Meski melelahkan, pengalaman ini justru menyisakan semangat dan adrenaline rush tersendiri.

“Mungkin karena masih di umurku sekarang ya. Tapi aku ngerti kenapa orang mau melakukan ini sampai mereka udah berumur, karena memang adrenaline rush banget. Apalagi pas udah di set,” tutup Bryan.

Film Hanya Namamu dalam Doaku akan berfokus pada Arga (Vino G. Bastian) yang menghadapi prahara rumah tangga ketika istrinya, Hanggini (Nirina Zubir), menuduhnya berselingkuh. Hal ini tak lepas dari hadirnya sosok Marissa (Naysila Mirdad), seorang dokter yang juga merupakan mantan kekasih Arga saat SMA. 

Kehadiran Marissa memicu kecurigaan Hanggini, yang meyakini bahwa Arga menjalin hubungan terlarang dengannya. Akan tetapi, ketika ketegangan memuncak dan berbagai tudingan bermunculan, Arga justru mendapat kabar mengejutkan dari dokter. 

Dia didiagnosis menderita Amyotrophic Lateral Sclerosis, penyakit saraf progresif yang menyerang neuron motorik. Seketika, hidup Arga terasa runtuh. 

Dalam keterpurukan, dia pun dihadapkan pada pertanyaan besar, yakni ke mana dia harus melangkah dan bagaimana dia akan menjalani hidupnya ke depan. Di sisi lain, tanpa disadari hubungan orang tua yang memburuk berdampak besar pada kebahagiaan putrinya, Nala (Anantya Kirana).

Film Hanya Namamu Dalam Doaku akan menampilkan deretan aktor dan aktris ternama, sekaligus menjadi ajang reuni bagi Vino G. Bastian dan Nirina Zubir setelah 21 tahun sejak keduanya bermain bersama dalam film ikonik 30 Hari Mencari Cinta.

Selain Vino dan Nirina, film ini juga dibintangi oleh Naysila Mirdad dan Anantya Kirana. Sejumlah nama lain yang turut meramaikan jajaran pemain antara lain Dinda Kanyadewi, Ge Pamungkas, dan Enno Lerian. Tak ketinggalan, aktor senior Slamet Rahardjo akan hadir dalam sebuah penampilan spesial yang menambah kekuatan film ini.

Film produksi Sinemaku Pictures ini direncanakan tayang di bioskop mulai 21 Agustus 2025. 

Baca juga: Film Dokumenter Pejuang ALS jadi Inspirasi Film Hanya Namamu Dalam Doaku

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Arti & Asal-Usul Istilah Aura Farming yang Viral di Media Sosial

BERIKUTNYA

Eksplorasi Peran Nirina Zubir di Film Hanya Namamu dalam Doaku

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: