Co-Founder & Fair Director ArtMoments Jakarta, Sendy Widjaja (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Sendy Widjaja Bicara Soal Venue & Konsep Ruang Pamer Baru ArtMoments Jakarta 2025

05 July 2025   |   22:48 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
ArtMoments Jakarta tahun ini dipastikan akan tampil berbeda dengan venue baru. Setelah sebelumnya berlangsung di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Grand Ballroom, dan Gandaria City Hall, edisi tahun ini akan digelar di Agora Exhibition Hall, Jakarta Pusat. 

Pemilihan venue baru ini bukan sekadar soal ganti tempat, tapi juga menandai langkah transformatif yang coba diambil ArtMoments dalam merespons perkembangan lanskap seni kontemporer. Konsep ruang pamer menjadi bagian penting dari transformasi itu. Untuk pertama kalinya juga, ArtMoments akan menghadirkan ruang pamer karya dengan gaya yang lebih industrialis.

Menurut Co-Founder & Fair Director ArtMoments Jakarta, Sendy Widjaja, keputusan menghadirkan ruang pamer dengan gaya yang lebih industrialis punya maksud yang penting, terutama dalam mempresentasikan karya seni dari berbagai seniman ternama dunia.

Transformasi gaya ruang pamer bisa dibilang berubah total. Jika pada edisi sebelum-sebelumnya, ruang pamer bursa seninya lebih sering digelar di ballroom hotel mewah, kali ini pihaknya ingin menghadirkan ruang pamer yang lebih natural. 

"Kali ini kita mau buat ruang pamer yang lebih bare dan lebih raw, sehingga si karya seninya ini bisa tampil lebih stand out," ungkap Sendy kepada Hypeabis.id

Baca juga: Bersentuhan dengan Karya Dalam Pameran Seni Instalasi Save Our Future Eko Nugroho

Pilihan gaya industrial ini juga dilandasi kebutuhan untuk mengurangi distraksi visual di ruang pamer. Dengan pendekatan minimalis dari sisi arsitektur venue, karya seni diharapkan dapat menjadi pusat perhatian yang utama para pengunjung. 

Tidak hanya dari sisi visual, konsep ini juga memungkinkan fleksibilitas teknis lebih besar dalam menampilkan karya-karya berukuran gigantik nantinya, termasuk karya instalatif dan performatif. 

Sendy mengatakan secara kurasi karya pihaknya juga akan menyuguhkan hal yang berbeda dan lebih segar. Tahun ini, penyelenggara menjanjikan pendekatan kuratorial yang lebih terbuka terhadap eksperimentasi dan lintas medium. “Karya-karya yang ditampilkan akan lebih eksperimental dan penampilan ArtMoments akan lebih berbeda dari sebelumnya,” katanya.

Tahun ini ArtMoments juga akan memperluas cakupan programnya dengan memasukkan seni pertunjukan, instalasi digital, serta berbagai bentuk media baru. Menurutnya, ini menjadi upaya ArtMoments dalam menangkap spektrum kreativitas kontemporer yang semakin luas dan tidak lagi hanya berbasis pada karya dua dimensi. 

Pendekatan ini juga diharapkannya dapat makin membuka ruang dialog antara seni rupa, teknologi, dan praktik performatif, yang belakangan semakin mendapat tempat dalam pameran-pameran internasional.

Sendy mengatakan lebih dari 50 galeri dan lembaga seni dari dalam maupun luar negeri dipastikan ambil bagian dalam ArtMoments Jakarta 2025. Mereka akan menghadirkan karya lebih dari 100 seniman yang berasal dari berbagai belahan dunia. 

Sendy berharap kehadiran karya seni dari seniman internasional dapat makin memperkaya warna seni dan perspektif di dalam skena seni rupa Indonesia. Selain itu, diharapkan ini juga akan membuka peluang interaksi dan pertukaran ide yang dinamis antara pelaku seni, kolektor, dan pengunjung. 

Kendati demikian, pihaknya juga akan tetap memberi sorotan besar terhadap seniman Tanah Air. Pada edisi tahun ini, ArtMoments juga menyiapkan persembahan khusus bagi empat figur penting dalam sejarah seni rupa modern Indonesia, yakni Sudjana Kerton, Ahmad Sadali, S. Sudjojono, dan Fadjar Sidik. 

Menyambut peringatan 80 tahun Kemerdekaan Indonesia, karya-karya mereka dianggapnya yang telah berkontribusi besar dalam membentuk identitas visual dan budaya bangsa akan dipresentasikan secara mendalam.

Sajian ini akan menjadi jembatan antara warisan masa lalu dan dinamika seni hari ini, sekaligus menegaskan tema besar pameran yang bertumpu pada gagasan ketahanan dan pembaruan. 

Sendy mengatakan sejauh ini progres persiapan pameran berjalan dengan lancar. Saat ini, seluruh program telah dikonsepkan dengan matang. Selain itu, beberapa karya seni dari seniman mancanegara juga sudah mulai dikirim ke Jakarta.

Bursa seni ArtMoments 2025 sendiri baru akan berlangsung pada 7–10 Agustus 2025. 

Baca juga: Merefleksikan Kota Lewat Seni Rupa dalam Pameran Jakarta On Fire

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Susi Air Buka Rute ke Karimunjawa dari Yogyakarta & Semarang Seharga Rp1 Jutaan

BERIKUTNYA

Cek Fakta Ramalan Manga The Future I Saw Karya Ryo Tatsuki tentang Megathrust Jepang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga