Hypeabis.id menggelar sesi pelatihan Penulisan Feature Seni Budaya, yang berlangsung pada Selasa (1/7/2025) di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby)

Hypeabis.id Gelar Pelatihan Penulisan Feature Seni Budaya

01 July 2025   |   21:56 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Portal media gaya hidup Hypeabis.id menggelar sesi pelatihan Penulisan Feature Seni Budaya hari ini, Selasa (1/7/2025) di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta. Pelatihan ini diadakan untuk memberikan wawasan dan pemahaman baru kepada para reporter dan editor tentang penulisan artikel seni budaya yang menarik bagi pembaca.

Pelatihan ini mendatangkan Dian Yuliastuti, penulis sekaligus wartawan seni budaya senior, sebagai pemateri. Adapun, para peserta yang mengikuti pelatihan ini ialah seluruh reporter dan editor Hypeabis.id, yang seluruhnya berjumlah sekitar 20 orang.

Redaktur Pelaksana Hypeabis.id Diena Lestari mengatakan pelatihan Penulisan Feature Seni Budaya ini digelar untuk menjadi ruang saling berbagi pengalaman dan wawasan antar jurnalis. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan inspirasi baru bagi peserta dalam menyajikan artikel seni budaya yang lebih menarik.

"Harapannya selain untuk penyegaran, kita juga bisa mendapatkan insight-insight tertentu sehingga bisa memberikan pemberitaan atau artikel yang menarik buat pembaca itu seperti apa," katanya saat memberikan sedikit pengantar sebelum pelatihan dimulai. 

Baca juga: Serunya Nobar Film Gampang Cuan Bareng Genhype Pemenang Kuis Hypeabis 
 

Hypeabis.id menggelar sesi pelatihan Penulisan Feature Seni Budaya, yang berlangsung pada Selasa (1/7/2025) di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby)

Selama sekitar 2 jam, para peserta mendengarkan paparan dari pemateri terkait kiat-kiat dalam menyajikan artikel feature seni budaya yang menarik untuk pembaca. Informasi dan materi yang disajikan berdasarkan pengalaman Dian dalam meliput beragam peristiwa seni baik itu seni pertunjukan, tari, hingga pameran seni rupa.

Dalam paparan, dijelaskan bahwa feature seni budaya memuat beberapa unsur, yakni subjektif yang berkaitan dengan pengalaman penulis saat menyaksikan peristiwa seni, informatif yakni menyajikan informasi yang menarik untuk pembaca, serta memasukkan unsur kreativitas dan unik. 
 

Hypeabis.id menggelar sesi pelatihan Penulisan Feature Seni Budaya, yang berlangsung pada Selasa (1/7/2025) di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby)

Dian Yuliastuti, penulis sekaligus wartawan seni budaya senior, menjadi pemateri dalam sesi pelatihan Penulisan Feature Seni Budaya, yang berlangsung pada Selasa (1/7/2025) di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby)

Untuk menulis feature seni budaya, penulis harus bisa mengamati dan merasakan konektivitas dengan peristiwa atau objek seni yang dilihat. Dari situ, temukan ide menarik yang bisa diulas lebih mendalam untuk menjadi sebuah tulisan. Tak lupa, tambahkan narasi lebih lanjut dari hasil wawancara dengan pelaku seni untuk memperkaya tulisan. 

Dian mengatakan artikel seni budaya acapkali 'dianaktirikan' dalam sebuah media. Hal ini lantaran segmen pembacanya yang sangat kecil ketimbang bidang atau kanal lainnya. Bahkan, besaran persentase segmen pembacanya hanya sekitar 3 persen untuk kanal seni budaya. 

Sekalipun ada media yang masih menuliskan artikel-artikel seni budaya, kebanyakan sekadar berita straight news sebagai pengantar dari sebuah peristiwa seni. "Untuk artikel hasil liputan mendalam yang sifatnya reviu atau ulasan itu semakin sedikit di media," katanya.
 

Dian Yuliastuti, penulis sekaligus wartawan seni budaya senior, sebagai pemateri.

Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin (kiri) & Dian Yuliastuti, wartawan seni budaya senior. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby) 

Padahal, menurutnya, artikel seni budaya menjadi semacam bentuk apresiasi untuk para seniman di berbagai bidang seni. Dengan demikian, meskipun segmen pembacanya terbilang kecil, artikel-artikel seni budaya semestinya tetap dipertahankan.

"Dari situ sedikit banyak jadi tahu tentang perkembangan seni budaya di Indonesia. Apalagi kan ragamnya juga cukup banyak ya, mulai dari yang tradisional sampai modern. Selain itu, artikel-artikel seni budaya juga tentunya mendorong kritik-kritik seni dari kritikus tetap hidup," ujarnya.

Dian Yuliastuti merupakan jurnalis sekaligus editor di media Tempo yang memiliki spesialisasi dalam bidang seni dan budaya. Dia juga aktif sebagai Pengurus Nasional Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) dengan menjadi anggota Divisi Gender, Anak dan Kelompok Marjinal (2017-2021), serta Anggota Bidang Pendidikan, Etik dan Profesi (2021-2024). 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Kenangan Rita Sugiarto soal Mendiang Hamdan ATT, Sosok yang Ramah & Penuh Dedikasi

BERIKUTNYA

Sheila On 7 sampai Tulus Bakal Tampil di SKYAVENUE 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga