Pengunjung sedang melihat-lihat produk Apple Watch. (Sumber foto: Dewi Andriani)

Produk Wearable Kian Diminati, Ini Paling Favorit

27 June 2025   |   20:39 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Minat masyarakat terhadap perangkat teknologi yang dapat dikenakan atau wearable tech terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan dan mencari alat bantu yang bisa memonitor kondisi tubuh secara real time, bahkan dari rumah.

Farah Fausa Winarsih, Kepala Pemasaran Apple, PT MAP Zona Perkasa mengatakan di tengah arus gaya hidup urban yang serba cepat dan serba digital, perangkat wearable ini bukan lagi sekadar pelengkap teknologi tetapi telah menjelma menjadi bagian dari identitas dan rutinitas harian.

Baca juga: Tren Olahraga Yoga Dongkrak Permintaan Smartwatch

Beberapa perangkat wearable yang diminati antara lain smartwatch, smartband, earphone nirkabel hingga fitness tracker. Menurutnya tren permintaan akan produk wearable makin meningkat sejak tahun lalu.

“Kalau sekarang naik MRT, bisa dilihat hampir semua orang sudah pakai wearable seperti Apple Watch atau AirPods. Sudah menjadi gaya hidup. Apalagi dengan banyaknya komunitas olahraga,” ujar Farah Fausa Winarsih, Kepala Pemasaran Apple di PT MAP Zona Perkasa di sela pembuka gerai Digimap Apple Premium Partner Puri Indah Mall.

Produk smartwatch pun kini bukan hanya diminati oleh komunitas olahraga, tetapi juga oleh mereka yang ingin menjaga pola hidup sehat sehari-hari. Dari pelacak detak jantung hingga fitur kalori dan langkah kaki, perangkat ini mendukung gaya hidup aktif sekaligus terintegrasi dengan ekosistem Apple.

“Ini true story. Ada beberapa orang yang saya kenal, yang akhirnya ke rumah sakit gara-gara Apple Watch kasih alert detak jantung tinggi. Ternyata ada penyakit yang harus ditangani dan akhirnya berujung pada operasi. Jadi, Apple Watch ini bisa bantu deteksi dini dan menyelamatkan nyawa,” tutur Farah.

Fungsi lain seperti penghitung langkah, pelacak kalori, hingga pengingat aktivitas juga membuat jam pintar ini menarik, tak hanya untuk penggiat olahraga, tapi juga untuk mereka yang ingin hidup lebih sehat secara umum.

Sementara itu, produk wearable lainnya seperti AirPods juga mengalami perkembangan yang signifikan. Seri terbaru, AirPods 4, hadir dengan fitur peredam bising aktif tanpa penggunaan karet di ujung earbuds yang sebelumnya hanya tersedia di versi Pro.

“Dulu orang merasa harus beli AirPods Pro untuk fitur noise cancellation. Sekarang dengan AirPods 4, yang desainnya lebih simpel tanpa karet, sudah ada fitur itu. Jadi pelanggan punya lebih banyak pilihan yang nyaman dan sesuai kebutuhan,” kata Farah.

Menurutnya, antusiasme pasar terhadap AirPods 4 sangat tinggi. Bahkan di beberapa toko, stok sudah menipis akibat lonjakan permintaan. Apalagi, saat ini sedang berlangsung promosi pembelian iPhone 16 Pro atau Pro Max yang disertai bonus AirPods 4 gratis.

Dari sisi penjualan, perangkat wearable seperti Apple Watch dan AirPods memberikan kontribusi signifikan. Farah menyebutkan bahwa kontribusi wearable terhadap total penjualan Apple mencapai sekitar 20-25 persen, naik dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau digabung antara AirPods dan Apple Watch, kontribusinya sekarang sekitar 20-25 persen. Growth-nya double digit dibanding tahun lalu. Tapi memang, iPhone masih jadi produk paling dominan,” jelasnya.

Apple juga kini menyediakan beragam pilihan untuk Apple Watch, dari model entry-level dengan harga sekitar Rp3 jutaan, hingga seri tertinggi Apple Watch Ultra. Farah menambahkan bahwa seri menengah seperti Apple Watch Series 10 menjadi pilihan favorit konsumen karena memiliki fitur kesehatan yang lengkap dengan harga yang masih terjangkau.

“Fitur health itu sudah jadi fitur standar. Mau beli yang entry-level atau Ultra, semuanya tetap bisa tracking detak jantung, kalori, langkah. Jadi tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan daya beli masing-masing,” imbuhnya.

Menurut Farah, salah satu alasan kuat di balik loyalitas pengguna terhadap produk Apple adalah kemudahan integrasi antar perangkat. “Biasanya kalau orang sudah pakai iPhone, pasti lanjut ke Apple Watch atau AirPods. Karena semuanya nyambung, dari notifikasi, kontrol kamera, sampai teleponan. Itulah kekuatan Apple ecosystem,” pungkasnya.

Dengan teknologi yang makin terintegrasi, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, wearable Apple tampaknya akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital masa kini.

Pertumbuhan permintaan wearable ini diimbangi perluasan titik layanan purna jual. Digimap sendiri telah memiliki sekitar 80 gerai offline, salah satunya gerai Apple Premium Partner di Puri Indah Mall.

Ke depan, Digimap berencana menambah 10–15 gerai baru, termasuk ekspansi ke luar Pulau Jawa. Saat ini, terdapat 9 gerai APP yang tersebar di berbagai wilayah, dengan target pertumbuhan agresif hingga akhir tahun.

“Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap produk Apple, termasuk wearable, sangat tinggi. Dengan menghadirkan gerai yang premium dan nyaman, kami ingin menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih maksimal,” tuturnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Nailoong Siap Sambut Liburan Seru di Dufan Ancol

BERIKUTNYA

Sutradara Kamila Andini Terpilih Jadi Pemilih Resmi Oscar 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga