Review Film Elio, Karya Terbaru Pixar yang Penuh Fantasi & Memikat Hati
23 June 2025 |
16:00 WIB
Setelah sukses memikat hati lewat Soul, Turning Red, hingga Luca, rumah produksi animasi legendaris Pixar menghadirkan Elio, sebuah film fantasi keluarga yang menyentuh tema identitas, rasa percaya diri, dan hubungan antargalaksi. Elio menawarkan petualangan luar angkasa yang unik dengan sentuhan emosional khas Pixar.
Ceritanya mengikuti karakter Elio Solis (disuarakan oleh Yonas Kibreab), seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang pemalu, imajinatif, dan merasa tidak cocok di dunia tempat tinggalnya. Dia tinggal bersama ibunya, Olga (Zoe Saldaña), seorang ilmuwan militer yang sedang mengembangkan proyek komunikasi dengan makhluk luar angkasa.
Baca juga: 10 Film Pixar Terbaik yang Menarik Untuk Ditonton
Suatu hari, tanpa sengaja, Elio terhubung dengan alien lewat perangkat ibunya. Bukannya panik, para alien justru menyangka Elio adalah duta resmi umat manusia dan langsung membawanya ke Communiverse—sebuah forum antarplanet tempat seluruh makhluk cerdas galaksi berkumpul dan berdiskusi.
Di sanalah petualangan Elio dimulai. Dia harus berinteraksi dengan berbagai jenis alien aneh, mengikuti tes-tes absurd, dan berusaha meyakinkan seluruh galaksi bahwa Bumi layak jadi bagian dari komunitas antarplanet. Semua itu dilakukan sambil menyembunyikan fakta bahwa dia cuma bocah biasa yang tidak sengaja nyasar.
Selama petualangan itu, Elio bertemu Glordon, makhluk alien yang lucu dan setia, serta sejumlah karakter alien lain yang justru membantunya memahami arti menjadi dirinya sendiri. Di tengah tekanan dan tantangan, Elio pun mulai belajar menerima dirinya, berdamai dengan masa lalunya, dan tumbuh jadi sosok yang berani menyuarakan siapa dia sebenarnya.
Salah satu daya tarik utama Elio ada pada visualnya. Dunia luar angkasa dalam film ini dibalut warna-warna cerah yang dreamy, dengan desain karakter alien yang unik dan kadang kocak. Setiap makhluk alien punya gaya bicara, ekspresi, bahkan budaya sendiri yang membuat dunia Elio terasa hidup dan dinamis.
Desainnya benar-benar menunjukkan kreativitas liar tim Pixar. Mulai dari alien bertekstur slime, makhluk berbentuk kubus holografik, sampai alien raksasa dengan banyak mata yang ternyata sensitif dan lembut hatinya. Hal ini menjadi bukti bahwa Pixar masih piawa membuat dunia fantasi yang relatable tapi tetap terasa fresh.
Film ini juga menyentuh isu keluarga dengan halus, terutama tentang hubungan ibu-anak yang kompleks tapi penuh cinta. Interaksi Elio dan Olga menggambarkan bagaimana komunikasi dan pemahaman dalam keluarga bisa jadi fondasi penting dalam pembentukan identitas seorang anak.
Meski digadang-gadang sebagai film keluarga paling orisinal tahun ini, Elio membuka debutnya dengan pendapatan hanya sekitar US$35 juta secara global, terendah dalam sejarah Pixar. Meski begitu, banyak pihak melihat potensi Elio untuk menyusul kesuksesan Elemental (2023) yang awalnya juga lambat tapi mencetak angka tinggi berkat ulasan positif dan word of mouth.
Kalau Genhype, udah pada nonton film ini belum? Gimana nih pendapat kalian?
Baca juga: Sinopsis Film Animasi K-Pop Demon Hunters, Petualangan Idol Pemburu Iblis
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Ceritanya mengikuti karakter Elio Solis (disuarakan oleh Yonas Kibreab), seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang pemalu, imajinatif, dan merasa tidak cocok di dunia tempat tinggalnya. Dia tinggal bersama ibunya, Olga (Zoe Saldaña), seorang ilmuwan militer yang sedang mengembangkan proyek komunikasi dengan makhluk luar angkasa.
Baca juga: 10 Film Pixar Terbaik yang Menarik Untuk Ditonton
Suatu hari, tanpa sengaja, Elio terhubung dengan alien lewat perangkat ibunya. Bukannya panik, para alien justru menyangka Elio adalah duta resmi umat manusia dan langsung membawanya ke Communiverse—sebuah forum antarplanet tempat seluruh makhluk cerdas galaksi berkumpul dan berdiskusi.
Di sanalah petualangan Elio dimulai. Dia harus berinteraksi dengan berbagai jenis alien aneh, mengikuti tes-tes absurd, dan berusaha meyakinkan seluruh galaksi bahwa Bumi layak jadi bagian dari komunitas antarplanet. Semua itu dilakukan sambil menyembunyikan fakta bahwa dia cuma bocah biasa yang tidak sengaja nyasar.
Selama petualangan itu, Elio bertemu Glordon, makhluk alien yang lucu dan setia, serta sejumlah karakter alien lain yang justru membantunya memahami arti menjadi dirinya sendiri. Di tengah tekanan dan tantangan, Elio pun mulai belajar menerima dirinya, berdamai dengan masa lalunya, dan tumbuh jadi sosok yang berani menyuarakan siapa dia sebenarnya.
Visual Ciamik & Karakter Alien Super Kreatif
Salah satu daya tarik utama Elio ada pada visualnya. Dunia luar angkasa dalam film ini dibalut warna-warna cerah yang dreamy, dengan desain karakter alien yang unik dan kadang kocak. Setiap makhluk alien punya gaya bicara, ekspresi, bahkan budaya sendiri yang membuat dunia Elio terasa hidup dan dinamis. Desainnya benar-benar menunjukkan kreativitas liar tim Pixar. Mulai dari alien bertekstur slime, makhluk berbentuk kubus holografik, sampai alien raksasa dengan banyak mata yang ternyata sensitif dan lembut hatinya. Hal ini menjadi bukti bahwa Pixar masih piawa membuat dunia fantasi yang relatable tapi tetap terasa fresh.
Cerita Personal yang Dekat di Hati
Di balik kisah sci-fi luar angkasa, Elio sebenarnya adalah cerita tentang penerimaan diri. Karakter Elio merupakan representasi anak-anak yang merasa terasing, kurang percaya diri, dan ingin didengar. Pixar mengemas pesan itu dengan ringan, menghibur, tapi tetap menyentuh hati.Film ini juga menyentuh isu keluarga dengan halus, terutama tentang hubungan ibu-anak yang kompleks tapi penuh cinta. Interaksi Elio dan Olga menggambarkan bagaimana komunikasi dan pemahaman dalam keluarga bisa jadi fondasi penting dalam pembentukan identitas seorang anak.
Meski digadang-gadang sebagai film keluarga paling orisinal tahun ini, Elio membuka debutnya dengan pendapatan hanya sekitar US$35 juta secara global, terendah dalam sejarah Pixar. Meski begitu, banyak pihak melihat potensi Elio untuk menyusul kesuksesan Elemental (2023) yang awalnya juga lambat tapi mencetak angka tinggi berkat ulasan positif dan word of mouth.
Kalau Genhype, udah pada nonton film ini belum? Gimana nih pendapat kalian?
Baca juga: Sinopsis Film Animasi K-Pop Demon Hunters, Petualangan Idol Pemburu Iblis
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.