Mengenal Mantradhara, Grup Metal Besutan Hasyakyla Eks JKT48
20 June 2025 |
13:42 WIB
Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran grup baru yang menawarkan pendekatan artistik berbeda. Mantradhara, begitu mereka memperkenalkan diri, merupakan sebuah grup metal progresif yang membawa semangat generasi muda kiwari.
Mantradhara digawangi oleh HasyaKyla, sosok yang dulu dikenal dengan citra ceria dan imut sebagai anggota JKT48. Kini dia telah mentransformasi diri. Dia tampil dalam persona baru yang berani dan sarat eksplorasi musikal. Tak sendiri, Caca, sapaan karibnya, akan menghidupkan band dengan tiga vokalis perempuan yakni Ijes “Starlit”, HasyaKyla, Gianna, dan Tika.
Formasi ini diperkuat oleh musisi-musisi kawakan seperti Salt (mantan personel Danger Ranger dan For Revenge) dan Avedis (dikenal lewat Aftercoma dan Strangers) yang bertindak sebagai komposer, serta Fadly Kidal di posisi pemain drum.
Bersama-sama, mereka menciptakan sebuah identitas musik yang penuh warna dan keberanian. Meski mengusung musik keras, grup ini menyatakan diri akan cukup bermain-main di banyak genre.
Baca juga: JKT48 Bawa Aransemen Baru Hit Waktunya Membuktikan di Album Lagu-Lagu Cemara
Mereka akan meramu sebuah identitas musik yang memadukan beragam elemen, dari J-Pop dengan nuansa anime, hiphop, pop, EDM, Chiptune 8-bit, jaz, hingga metal keras yang penuh distorsi. Musik-musiknya pun diharapkan menghasilkan lanskap bunyi yang kaya, dinamis, dan sarat emosi.
“Musik kami lebih dari sekadar suara, ini adalah sebuah pernyataan. Kami berbicara kepada generasi baru orang Indonesia yang tidak takut untuk mendobrak batasan, mengekspresikan diri mereka, dan mengejar impian mereka, dengan lantang dan bangga,” demikian pernyataan resmi mereka di YouTube.
Debut resmi Mantradhara ditandai dengan peluncuran single perdana berjudul "ABYSS" pada Juni 2025. Lagu ini merupakan simbol awal dari visi mereka untuk menjadi suara bagi individu-individu yang kerap merasa tak terwakili.
"ABYSS" menghadirkan aransemen yang eksplosif dan emosional, memadukan agresivitas musik metal dengan sentuhan elektronik dan vokal ekspresif. Secara tematis, lagu ini mengangkat narasi tentang seorang perempuan yang terjebak dalam hubungan toksik dan penuh kekerasan.
Namun, akhirnya menemukan kembali kekuatannya untuk bangkit. Lirik seperti “Your words like daggers, it’s driving me insane” dan “Hands were wrapping my neck” menggambarkan pengalaman kekerasan fisik dan psikologis secara gamblang.
Akan tetapi, titik balik muncul pada bagian setelahnya dengan pernyataan yang menarik, menyimbolkan keberanian dan pemulihan dari trauma.
“ABYSS adalah balada tentang perpisahan; bukan karena cinta telah sirna, tetapi karena cinta pada diri sendiri harus kembali menyala. Ini adalah kisah tentang keberanian untuk mengucapkan selamat tinggal pada apa yang menyakiti, dan akhirnya menemukan jalan untuk kembali pulang pada diri sendiri,” imbuhnya
Secara teknis, "ABYSS" dikerjakan secara mendalam oleh Salt dan Avedis yang merangkap sebagai komposer, produser, arranger, sekaligus penata suara. Pengolahan programming, loop, dan sequencer dilakukan oleh Salt, sementara mixing ditangani oleh Avedis, dan proses mastering dilakukan oleh Salt.
Seluruh proses rekaman vokal dan instrumen dilakukan di studio pribadi milik Avedis. Video lirik resmi untuk "ABYSS" juga digarap oleh Salt dengan gaya visual gelap dan simbolis yang mendukung atmosfer lagu.
Melalui lagu tersebut, Mantradhara tidak hanya memperkenalkan identitas musikal mereka, tetapi juga menyuarakan panggilan untuk perubahan, sebuah ajakan untuk bangkit, bersuara, dan menolak diam. Lagu ini kini bisa didengarkan di berbagai platform musik. Adapun musik video liriknya dapat disaksikan di YouTube.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mantradhara digawangi oleh HasyaKyla, sosok yang dulu dikenal dengan citra ceria dan imut sebagai anggota JKT48. Kini dia telah mentransformasi diri. Dia tampil dalam persona baru yang berani dan sarat eksplorasi musikal. Tak sendiri, Caca, sapaan karibnya, akan menghidupkan band dengan tiga vokalis perempuan yakni Ijes “Starlit”, HasyaKyla, Gianna, dan Tika.
Formasi ini diperkuat oleh musisi-musisi kawakan seperti Salt (mantan personel Danger Ranger dan For Revenge) dan Avedis (dikenal lewat Aftercoma dan Strangers) yang bertindak sebagai komposer, serta Fadly Kidal di posisi pemain drum.
Bersama-sama, mereka menciptakan sebuah identitas musik yang penuh warna dan keberanian. Meski mengusung musik keras, grup ini menyatakan diri akan cukup bermain-main di banyak genre.
Baca juga: JKT48 Bawa Aransemen Baru Hit Waktunya Membuktikan di Album Lagu-Lagu Cemara
Mereka akan meramu sebuah identitas musik yang memadukan beragam elemen, dari J-Pop dengan nuansa anime, hiphop, pop, EDM, Chiptune 8-bit, jaz, hingga metal keras yang penuh distorsi. Musik-musiknya pun diharapkan menghasilkan lanskap bunyi yang kaya, dinamis, dan sarat emosi.
“Musik kami lebih dari sekadar suara, ini adalah sebuah pernyataan. Kami berbicara kepada generasi baru orang Indonesia yang tidak takut untuk mendobrak batasan, mengekspresikan diri mereka, dan mengejar impian mereka, dengan lantang dan bangga,” demikian pernyataan resmi mereka di YouTube.
Debut resmi Mantradhara ditandai dengan peluncuran single perdana berjudul "ABYSS" pada Juni 2025. Lagu ini merupakan simbol awal dari visi mereka untuk menjadi suara bagi individu-individu yang kerap merasa tak terwakili.
"ABYSS" menghadirkan aransemen yang eksplosif dan emosional, memadukan agresivitas musik metal dengan sentuhan elektronik dan vokal ekspresif. Secara tematis, lagu ini mengangkat narasi tentang seorang perempuan yang terjebak dalam hubungan toksik dan penuh kekerasan.
Namun, akhirnya menemukan kembali kekuatannya untuk bangkit. Lirik seperti “Your words like daggers, it’s driving me insane” dan “Hands were wrapping my neck” menggambarkan pengalaman kekerasan fisik dan psikologis secara gamblang.
Akan tetapi, titik balik muncul pada bagian setelahnya dengan pernyataan yang menarik, menyimbolkan keberanian dan pemulihan dari trauma.
“ABYSS adalah balada tentang perpisahan; bukan karena cinta telah sirna, tetapi karena cinta pada diri sendiri harus kembali menyala. Ini adalah kisah tentang keberanian untuk mengucapkan selamat tinggal pada apa yang menyakiti, dan akhirnya menemukan jalan untuk kembali pulang pada diri sendiri,” imbuhnya
Secara teknis, "ABYSS" dikerjakan secara mendalam oleh Salt dan Avedis yang merangkap sebagai komposer, produser, arranger, sekaligus penata suara. Pengolahan programming, loop, dan sequencer dilakukan oleh Salt, sementara mixing ditangani oleh Avedis, dan proses mastering dilakukan oleh Salt.
Seluruh proses rekaman vokal dan instrumen dilakukan di studio pribadi milik Avedis. Video lirik resmi untuk "ABYSS" juga digarap oleh Salt dengan gaya visual gelap dan simbolis yang mendukung atmosfer lagu.
Melalui lagu tersebut, Mantradhara tidak hanya memperkenalkan identitas musikal mereka, tetapi juga menyuarakan panggilan untuk perubahan, sebuah ajakan untuk bangkit, bersuara, dan menolak diam. Lagu ini kini bisa didengarkan di berbagai platform musik. Adapun musik video liriknya dapat disaksikan di YouTube.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.