Sejumlah Foto & Lukisan di Pameran Gelegar Foto Nusantara Laku Terjual
14 June 2025 |
16:30 WIB
Pameran tunggal Guntur Soekarnoputra bertajuk Gelegar Foto Nusantara: Potret Sejarah dan Kehidupan yang digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, akhirnya resmi ditutup pada Jumat (14/6/2025). Selama sepekan penuh digelar, pameran yang menampilkan 550 foto karya putra sulung Bung Karno ini mendapat sambutan tinggi dari publik.
Dalam pameran ini, Guntur atau yang akrab disapa Mas Tok, menampilkan foto-foto terbaiknya yang diambil dalam rentang waktu hampir tujuh dekade, mulai dari 1956 hingga 2025. Karya-karyanya berhasil menangkap lanskap kehidupan Indonesia yang menarik.
Baca juga: Karya Lukisan Cucu Guntur Soekarnoputra Ikut Dipajang di Pameran Gelegar Foto Nusantara
Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah bagaimana Guntur tidak hanya menyuguhkan dokumentasi formal, tapi juga menghadirkan narasi personal di balik tiap jepretan. Foto-fotonya berhasil menangkap momen-momen langka. Misalnya, potret Presiden Soekarno dalam berbagai peristiwa, kehidupan Istana, hingga merekam zaman budaya pop dari masa ke masa.
Mas Tok mengatakan sepanjang pameran, salah satu ruang paling ramai dikunjungi adalah Ruang Merah. Ruang ini menampilkan foto-foto Bung Karno dan Bung Hatta. Hampir seluruh pengunjung bahkan menyempatkan diri berfoto di depan potret ikonik tersebut.
Tak hanya itu, di ruang ini, salah satu karya yang paling menarik perhatian adalah foto langka Bung Hatta sedang tersenyum, satu potret yang jarang ditemukan dalam dokumentasi publik.
Selain itu, Ruang Pamer B, yang menampilkan deretan Presiden Soeharto dalam berbagai kesempatan resmi juga banyak dilirik. Potret Soeharto tersenyum lebar, bahkan sempat memunculkan percakapan reflektif.
“Saya cukup senang juga karena pengunjung pameran 70 persen generasi muda. Ini artinya, mereka senang melihat sejarah,” ungkap Mas Tok.
Tak hanya menjadi ruang seni dan sejarah, Gelegar Foto Nusantara juga mencatat keberhasilan dalam aspek penjualan karya. Beberapa foto karya Mas Tok laku terjual.
Beberapa karya tersebut adalah Patung Pembebasan Irian Barat I, Hitam Putih (1979, Oooh… Hitam Putih Prananda (1979), Bung Karno Masuk ke Dalam Pesawat, Hitam Putih (1956), dan Melaut, Taman Impian Jaya Ancol, Hitam Putih (1969).
Selain foto Mas Tok, di pameran ini, lukisan-lukisan cucunya, Syandria, juga rupanya mendapat sambutan yang tak kalah positif. Lukisan yang mengambil tema Perjalanan dan Ingatan itu juga laku terjual seluruhnya.
Mantan Panglima TNI Andika Perkasa diketahui membeli tiga lukisa Syandria. Kemudian, Dr H pengusaha Oesman Sapta Odang juga membeli empat lukisan.
Baca juga: Guntur Soekarno Gelar Pameran Spesial Sambut Bulan Bung Karno di Galnas
Guntur mengatakan pameran ini digelar untuk menjadi bagian dari aksi sosial. Sebagian hasil kegiatan pameran ini akan digunakan untuk membantu kalangan seniman, musisi, dan pekerja kreatif lainnya sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong.
"Saya mengadakan pameran ini untuk penggalangan dana. Karena dana yang sudah terkumpul dari kegiatan-kegiatan yang lalu itu, ternyata sekarang sudah menipis," kata Guntur.
Ini bukan kali pertama putra Soekarno itu melakukan aksi penggalangan dana. Sebelumnya, ia juga pernah memprakarsai kegiatan serupa lewat sejumlah agenda, termasuk konser spesial 50 tahun Hetty Koes Endang dan beberapa acara lainnya.
Dalam pameran ini, Guntur atau yang akrab disapa Mas Tok, menampilkan foto-foto terbaiknya yang diambil dalam rentang waktu hampir tujuh dekade, mulai dari 1956 hingga 2025. Karya-karyanya berhasil menangkap lanskap kehidupan Indonesia yang menarik.
Baca juga: Karya Lukisan Cucu Guntur Soekarnoputra Ikut Dipajang di Pameran Gelegar Foto Nusantara
Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah bagaimana Guntur tidak hanya menyuguhkan dokumentasi formal, tapi juga menghadirkan narasi personal di balik tiap jepretan. Foto-fotonya berhasil menangkap momen-momen langka. Misalnya, potret Presiden Soekarno dalam berbagai peristiwa, kehidupan Istana, hingga merekam zaman budaya pop dari masa ke masa.
Mas Tok mengatakan sepanjang pameran, salah satu ruang paling ramai dikunjungi adalah Ruang Merah. Ruang ini menampilkan foto-foto Bung Karno dan Bung Hatta. Hampir seluruh pengunjung bahkan menyempatkan diri berfoto di depan potret ikonik tersebut.
Tak hanya itu, di ruang ini, salah satu karya yang paling menarik perhatian adalah foto langka Bung Hatta sedang tersenyum, satu potret yang jarang ditemukan dalam dokumentasi publik.
Selain itu, Ruang Pamer B, yang menampilkan deretan Presiden Soeharto dalam berbagai kesempatan resmi juga banyak dilirik. Potret Soeharto tersenyum lebar, bahkan sempat memunculkan percakapan reflektif.
“Saya cukup senang juga karena pengunjung pameran 70 persen generasi muda. Ini artinya, mereka senang melihat sejarah,” ungkap Mas Tok.

Pengunjung mengamati karya foto saat acara pembukaan Pameran Foto Gelegar Foto Nusantara 2025 di Galeri Nasional, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). (Sumber foto: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)
Tak hanya menjadi ruang seni dan sejarah, Gelegar Foto Nusantara juga mencatat keberhasilan dalam aspek penjualan karya. Beberapa foto karya Mas Tok laku terjual.
Beberapa karya tersebut adalah Patung Pembebasan Irian Barat I, Hitam Putih (1979, Oooh… Hitam Putih Prananda (1979), Bung Karno Masuk ke Dalam Pesawat, Hitam Putih (1956), dan Melaut, Taman Impian Jaya Ancol, Hitam Putih (1969).
Selain foto Mas Tok, di pameran ini, lukisan-lukisan cucunya, Syandria, juga rupanya mendapat sambutan yang tak kalah positif. Lukisan yang mengambil tema Perjalanan dan Ingatan itu juga laku terjual seluruhnya.
Mantan Panglima TNI Andika Perkasa diketahui membeli tiga lukisa Syandria. Kemudian, Dr H pengusaha Oesman Sapta Odang juga membeli empat lukisan.
Baca juga: Guntur Soekarno Gelar Pameran Spesial Sambut Bulan Bung Karno di Galnas
Guntur mengatakan pameran ini digelar untuk menjadi bagian dari aksi sosial. Sebagian hasil kegiatan pameran ini akan digunakan untuk membantu kalangan seniman, musisi, dan pekerja kreatif lainnya sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong.
"Saya mengadakan pameran ini untuk penggalangan dana. Karena dana yang sudah terkumpul dari kegiatan-kegiatan yang lalu itu, ternyata sekarang sudah menipis," kata Guntur.
Ini bukan kali pertama putra Soekarno itu melakukan aksi penggalangan dana. Sebelumnya, ia juga pernah memprakarsai kegiatan serupa lewat sejumlah agenda, termasuk konser spesial 50 tahun Hetty Koes Endang dan beberapa acara lainnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.