Komika Rispo (Sumber gambar: dok film GJLS)

Rispo Ingin Film GJLS Jadi IP Besar Layaknya Warkop DKI

24 May 2025   |   18:28 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Siniar GJLS yang dipandu oleh Rigen Rakelna, Hifdzi Khoir, dan Rispo, tengah menapaki fase penting dalam perjalanan kreatif mereka. Dari awalnya hanya konten podcast berbasis audio, kini mereka akan mengembangkan diri menjadi intellectual property (IP) komedi yang siap tayang di layar lebar.

Tak lama lagi, satu film debutnya bertajuk GJLS: Ibuku Ibu-Ibu akan tayang di bioskop. Rispo, salah satu pentolan GJLS, secara gamblang menyampaikan ambisinya jelang perilisan film tersebut. 

Dia berharap film GJLS dapat menjadi franchise baru di genre komedi yang menarik. Sebab, secara konsep, filmnya juga telah didesain sedemikian rupa sehingga fleksibel untuk memasukkan cerita baru. Dengan demikian, kemungkinan film ini berkembang jauh lebih besar.

“Jadi, ke depan bisa saja tetap pakai GJLS, tapi judul tambahannya yang berubah. Sebenarnya kita berharap suatu saat nanti GJLS bisa seperti Warkop DKI,” ungkap Rispo. 

Baca juga: Kenal Lebih Dekat dengan Karakter Kakak Beradik Absurd di Film GJLS Ibuku Ibu-Ibu

Warkop DKI bukan sekadar grup lawak, melainkan sebuah fenomena budaya yang membentuk lanskap komedi Indonesia selama puluhan tahun. Mereka sukses menciptakan karakter-karakter kuat, gaya humor khas, hingga judul-judul film yang konsisten dan berkesinambungan. 

Dalam konteks hari ini, GJLS mencoba mengikuti jejak serupa dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda. Langkah awal itu dimulai lewat film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu.

Film debutnya ini yang tidak hanya memamerkan kekonyolan khas mereka, tetapi juga memperkenalkan ‘semesta GJLS’, baik gaya penceritaan, karakter, dan atmosfer yang bisa berkembang di masa depan.

Rispo menyadari pada era industri kreatif hari ini, kekuatan IP adalah segalanya. Intelektual properti memungkinkan ekspansi semesta cerita, pengembangan karakter, serta peluang komersialisasi di berbagai lini. 

GJLS pun menyadari hal ini dan melalui film perdananya, mereka mengambil langkah awal untuk membentuk brand komedi baru. Kendati demikian, dirinya tak menampik, formula ini tak bisa dilepaskan dari beberapa fenomena yang terjadi sebelumnya.

“Kita enggak bisa lepas dari kesuksesan film podcast sebelumnya. Akhirnya ada beberapa PH yang nawarin kita buat bikin film, tapi kita selalu bilang, ketemu PH siapa pun, kita maunya sutradaranya emang Monty,” jelas Rispo. 

Pada akhirnya, keinginan itu menemukan jalannya. Ternyata, Monty Tiwa sendiri sudah sejak lama tertarik dengan konten podcast GJLS. Begitu tawaran untuk menggarap film bersama mereka datang, Monty pun tanpa ragu menerimanya dan langsung menyambut ide menjadikan GJLS sebagai proyek layar lebar. 

Monty menegaskan bahwa GJLS: Ibuku Ibu-Ibu bukan sekadar film komedi biasa, melainkan sebuah pengalaman emosional yang unik dan tak terduga. Menurutnya, film ini tidak hanya menghadirkan tawa, tapi juga momen-momen yang bisa membangkitkan emosi penonton dalam cara yang tidak lazim. 

“Penonton akan tertawa dan menangis, tapi lucunya, mereka justru menangis di adegan komedi, dan tertawa di adegan sedih,” ujar Monty, menyingkap absurditas emosional yang menjadi ciri khas film ini. 

Pendekatan tersebut berbeda dari film-film Monty sebelumnya. Kali ini, dia juga mengambil cara kreatif berbeda. Dalam film ini, Monty sengaja menyesuaikan gaya penyutradaraannya dengan karakter dan dunia GJLS. “Saya nggak nyiapin racikan khusus. Justru GJLS itu sendiri adalah racikannya,” tegasnya. 

Sebagai penggemar GJLS, Monty merasa perannya bukan untuk membentuk mereka sesuai gaya penyutradaraannya, melainkan memastikan agar esensi dan keunikan GJLS tetap utuh di layar lebar. “Ini harus jadi film GJLS yang ada Monty-nya, bukan film Monty yang ada GJLS-nya,” tambahnya.
 

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu mengajak penonton menyelami kisah tiga bersaudara yang terus-menerus berupaya menggagalkan rencana ayah mereka untuk menikah lagi. 

Aksi mereka bukan tanpa alasan. Mereka khawatir bahwa pernikahan sang ayah dengan perempuan lain akan memicu konflik keluarga dan berdampak pada pembagian warisan yang mereka anggap akan merugikan posisi mereka.

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu yang diproduksi oleh rumah produksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 12 Juni 2025. 

Baca juga: Film Sore Istri dari Masa Depan Rilis Trailer Perdana, Dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

5 Tujuan Wisata di Kai Tak, Destinasi Liburan Terbaru di Hong Kong  

BERIKUTNYA

Ratusan Situs Warisan Budaya di Gaza Rusak Akibat Perang, Salah Satunya Biara Tertua di Timur Tengah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga