Kamera digital Fujifilm X half. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Bisa Masuk Kantong, Kamera Digital Fujifilm X Half Tawarkan Sensasi Analog Tapi Kekinian

24 May 2025   |   10:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Kamera digital terbaru dari Fujifilm, X half, siap meluncur ke pasar imaging Indonesia. Kamera yang tampil dengan desain ringkas dan ringan ini menawarkan pengalaman menarik dalam memotret, khususnya sensasi layaknya menggunakan kamera analog, tetapi lebih kekinian yang tengah digemari para generasi Z.

Tampilan viewfinder optik pada kamera X half mengingatkan kembali nuansa khas kamera film, dengan kemampuan rendering grafis yang semakin disempurnakan. Terinspirasi dari konsep kamera half-frame, terdapat layar LCD yang dirancang khusus untuk mendukung pengambilan gambar dengan komposisi vertikal, serta perekaman video dalam rasio aspek 3:4. 

“Kami ingin membangkitkan kembali pesona kamera klasik dengan fitur yang mudah dioperasikan,” ujar Masato Yamamoto, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, dalam peluncuran X half di bilangan Senayan, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Baca juga: Fujifilm Bawa 2 Fitur Foto Ciamik di Kamera Instax Mini 41
 

Kamera Fujifilm X half. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Kamera Fujifilm X half. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)


Kamera X half dibekali sensor back-illuminated 1 inci dan lensa prime 32mm F2.8 (setara 35mm), menghasilkan kualitas gambar yang tajam. Panjang fokusnya menyerupai kamera sekali pakai legendaris, QuickSnap.

Bisa dibeli pada 12 Juni 2025, ukuran bodi X half terbilang ringkas dan ringan yakni hanya 240 gram, tanpa perlu lensa tambahan. Desain kamera mempertahankan standar kualitas tinggi khas Seri X, sekaligus menghadirkan nuansa kamera klasik. Dilengkapi ring aperture, tuas pemutar film serta kontrol analog lainnya, X half menyuguhkan pengalaman fotografi yang otentik, membangkitkan kembali sensasi fotografi analog.

Kamera ini dilengkapi interface terbaru yang dapat dioperasikan dengan swipe maupun flick pada dua layar LCD di bagian belakang kamera. Navigasi sentuh yang mulus memungkinkan pengguna dapat mengatur pengambilan gambar dan memilih simulasi film dengan dinamis.

Lebih rinci, Product Spescialist Fujifilm Indonesia Agyl Hananta menerangkan, X half hadir untuk memberi pengalaman unik dalam fotografi atau videografi. Salah satunya yakni dengan memanfaatkan fitur 2-in-1 untuk menggabungkan dua gambar atau video langsung di dalam kamera, tanpa perlu bantuan aplikasi pengeditan tambahan. 

Pengguna juga dapat membuat gambar 2-in-1 dengan mengkombinasikan foto favorit melalui aplikasi khusus "X half app" yang menawarkan pengalaman editing sederhana, termasuk mengganti warna, ukuran gambar, serta menukar posisi kiri-kanan gambar. Adapun fitur gambar 2-in-1 yang mencakup video hanya tersedia melalui kamera, tidak dapat dilakukan di aplikasi.

X half bisa dikatakan kecil-kecil caberawit lantaran dibekali fitur-fitur andalan Fujifilm seperti Film Simulation dan Grain Effect. Kedua fitur tersebut dapat memberikan gambaran yang klasik dan estetik khas foto film.

Kamera X half yang dibanderol Rp12,9 juta ini setidaknya memiliki 13 pilihan Film Simulation, termasuk REALA ACE yang menawarkan perpaduan antara reproduksi warna yang akurat dan ekspresi tonal yang kuat. Pengguna dapat memilih simulasi film yang berbeda sesuai subjek dan suasana untuk hasil foto yang lebih ekspresif.

Sementara itu, fitur Grain Effect menambahkan grain alami ke seluruh gambar, menciptakan tekstur visual khas film analog. Beragam pilihan tekstur grain memungkinkan pengguna menyesuaikan nuansa gambar, baik untuk foto dan video.

Agyl menyebut X half juga dilengkapi filter baru seperti Light Leak, Halation, dan Expired Film. Pengguna dapat menikmati kembali filter foto khas fotografi analog dalam format digital, ditambah delapan filter andalan seri instax.

Fitur baru Date Stamp juga tersedia untuk menyematkan tanggal di sudut kanan bawah foto dan video seperti yang biasa ditemukan pada hasil cetak kamera film klasik. Sementara fitur Film Camera Mode menghadirkan kembali pengalaman fotografi dengan kamera film di era digital. 

Di awal, pengguna dapat memilih Film Simulation dan jumlah frame yang diinginkan. Selama pengambilan konten, hasil tidak dapat dilihat hingga seluruh tangkapan gambar selesai. Untuk melanjutkan ke gambar berikutnya, pengguna harus menarik tuas pemutar di bagian atas kamera guna menambah kesan otentik seperti kamera analog. 

Setelah semua foto diambil, data gambar dapat dipindahkan ke aplikasi khusus X half app untuk melihat hasil, mengedit, serta membagikannya. Aplikasi ini juga menyimpan contact sheet dari seluruh hasil tangkapan gambar. Adapun Film Camera Mode dapat dibatalkan kapan saja dengan menekan layar LCD sebanyak dua kali.

Agyl menyampaikan pengguna dapat mengambil hingga 880 gambar dalam satu kali pengisian daya. “Cocok buat dibawa traveling, ringkas masuk kantong,” tambahnya. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
 

SEBELUMNYA

Dibanderol Rp50 Jutaan, Lensa Tele Sony FE 50-150 mm Punya Bukaan Besar Pertama di Dunia

BERIKUTNYA

Pakar Peringatkan Ancaman Privasi Usai Domain PeduliLindungi Beralih ke Situs Judi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: