Hari Cahaya Internasional (Sumber Foto: Freepik)

Sejarah Hari Cahaya Internasional yang Diperingati Setiap 16 Mei

16 May 2025   |   07:34 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Hari Cahaya Internasional atau International Day of Light diperingati pada 16 Mei setiap tahun. Peringatan tersebut bertujuan untuk merayakan peran penting cahaya dan teknologi berbasis cahaya turunannya dalam berbagai aspek kehidupan manusia. 

Cahaya berkontribusi dalam bidang sains, teknologi, budaya, seni, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Begitu juga dengan teknologi berbasis cahaya, seperti laser, telah merevolusi berbagai sektor, termasuk komunikasi, kesehatan, industri dan masih banyak lagi. 

Setiap tahunnya, peringatan ini dirayakan melalui berbagai kegiatan menarik di seluruh dunia, seperti pameran, diskusi ilmiah, pertunjukan seni, dan program edukatif yang melibatkan komunitas dari berbagai latar belakang. Tujuannya adalah untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin dan memanfaatkan potensi cahaya untuk mendorong perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. 

Baca juga: Menciptakan Lingkungan Berkelanjutan melalui Teknologi Pencahayaan
 

Sejarah Hari Cahaya Internasional

Menengok kembali sejarahnya, peringatan Hari Cahaya Internasional diinisiasi oleh UNESCO. Ditetapkan pada 20 Desember 2017 dan pertama kali dirayakan pada 2018.

Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan keberhasilan pengoperasian laser pertama oleh fisikawan dan insinyur Theodore Maiman pada 16 Mei 1960, yang menandai tonggak penting dalam ilmu optik dan fotonik.

Mengutip laman Engineering Stanford, Maiman berhasil mengoperasikan laser pertama di dunia di Hughes Research Laboratories, California. Laser ini menggunakan kristal rubi (ruby) sintetis sebagai media aktif dan lampu kilat xenon sebagai sumber energi untuk menghasilkan cahaya koheren pertama yang pernah dibuat manusia. 

Inovasi Maiman didasarkan pada teori yang dikembangkan oleh Arthur Schawlow dan Charles Townes pada 1958 mengenai laser optik. Akan tetapi, Maiman memilih pendekatan berbeda dengan menggunakan rubi sintetis, yang sebelumnya dianggap tidak cocok untuk laser. Keberhasilannya membuktikan bahwa rubi dapat digunakan sebagai medium laser, membuka jalan bagi perkembangan teknologi laser selanjutnya.

Meskipun Maiman tidak dianugerahi Hadiah Nobel, kontribusinya diakui secara luas. Dia menerima berbagai penghargaan, termasuk Stuart Ballantine Medal dan Wolf Prize in Physics. Penemuan laser oleh Maiman telah merevolusi berbagai bidang, mulai dari kedokteran hingga komunikasi. 

Dalam bidang kedokteran misalnya, laser digunakan untuk prosedur bedah presisi tinggi, seperti pengangkatan tumor, penghancuran batu ginjal, dan perbaikan retina mata. Selain itu, laser juga dimanfaatkan dalam terapi kulit, perawatan gigi, dan pengobatan kanker dengan risiko minimal dan pemulihan yang lebih cepat. 

Pada bidang komunikasi, teknologi laser menjadi tulang punggung sistem serat optik, memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi yang mendukung internet dan telekomunikasi modern.

Sementara di bidang industri, laser digunakan untuk pemotongan dan pengelasan material seperti logam dan plastik yang memungkinkan produksi komponen dengan akurasi tinggi dan waktu lebih singkat. Selain itu, laser juga dimanfaatkan untuk penandaan permanen pada produk, seperti nomor seri atau kode batang, yang penting untuk pelacakan dan identifikasi. 

Baca juga: Mengenal Taara Google, Proyek Internet Cepat Lewat Sinar Cahaya 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Apple Music Hadirkan Fitur Baru untuk Memindahkan Playlist dari Spotify

BERIKUTNYA

10 Atlet dengan Penghasilan Tertinggi di Dunia Tahun 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: