Hari Cahaya Internasional dirayakan untuk melihat peran penting cahaya dalam berbagai bidang kehidupan.  (Sumber gambar: Unsplash/ Clever Visual)

Sejarah Hari Cahaya Internasional yang Diperingati Tiap 16 Mei

16 May 2023   |   11:34 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Like
Hari Cahaya Internasional atau International Day of Light diperingati setiap tahun oleh masyarakat pada 16 Mei. Penetapan tanggal tersebut didasarkan pada peristiwa sejarah penting, yakni berhasilnya operasi laser pertama di dunia yang dilakukan oleh fisikawan asal Amerika, Theodore Maiman.
 
Tahun ini, Hari Cahaya Internasional jatuh pada Selasa (16/5/2023). Sesuai namanya, menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) hari istimewa ini dirayakan untuk melihat peran penting cahaya dalam kehidupan. 
 

Melalui peringatan ini UNESCO pun mengajak seluruh masyarakat di dunia untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran mengenai bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya juga berkaitan dengan keberadaan cahaya.

Ya, tanpa cahaya, planet kita hanya akan menjadi tempat yang dingin dan tandus. Pasalnya, di mana ada cahaya, disitulah ada kehidupan yang berkelimpahan. Tak hanya itu, cahaya juga mewakili kemanusiaan untuk melihat dan memahami dunia.


Sejarah Hari Cahaya Internasional 

Tak bisa dipungkiri, cahaya memang menjadi salah satu faktor penting bagi kehidupan di bumi. Salah satunya lewat peran dasarnya dalam menghasilkan sumber energi alternatif melalui fotosintesis terhadap tumbuh-tumbuhan.

Dari sinilah kemudian studi tentang cahaya terus merevolusi kehidupan manusia dalam memahami alam semesta. Mulai dari kemajuan di bidang kesehatan, teknologi, dan sains yang dilakukan oleh para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia. 

Teknologi itu pun dikembangkan melalui penelitian mendasar selama berabad-abad tentang sifat-sifat cahaya. Sebut saja, karya literatur dari Ibn Al-Haytham, Kitab al-Manazir atau Buku Optik, hingga  penemuan Einstein pada awal abad ke-20, yang kelak mengubah cara kita dalam memandang waktu dan cahaya.

Baca juga: 7 Penemuan Hebat Einstein untuk Mengenal Alam Semesta

Namun, di sisi lain, penggunaan cahaya yang berlebihan  juga dapat menimbulkan dampak buruk, salah satunya polusi cahaya. Dari sinilah kemudian UNESCO memunculkan sebuah gagasan penting dengan membuat hari khusus dalam mengapresiasi peran cahaya dalam berbagai bidang kehidupan.

Melansir National Day Calender, seiring keberhasilan Tahun Internasional Cahaya dan Teknologi Berbasis Cahaya di tahun 2015, UNESCO kemudian memutuskan untuk membuat hari cahaya. Hari tersebut dirayakan setiap tahun pada 16 Mei yang dimulai pertama kali pada 2018.

Tanggal 16 Mei dipilih hari dimana operasi laser pertama yang menggunakan teknologi cahaya berhasil dilakukan. Adapun peristiwa bersejarah itu diketahui melibatkan seorang fisikawan dan insinyur masyhur asal Amerika, Theodore Maiman pada tahun 1960.

Sejak dimulai pada 2018, lebih dari 2.000 kegiatan dan acara peringatan Hari Cahaya Internasional telah berlangsung di lebih dari 100 negara di dunia, bahkan peringatan ini juga dilakukan hingga ke luar angkasa dengan melibatkan para astronot. 


Tujuan Hari Cahaya Internasional 

Tujuan utama dari Hari Cahaya Internasional adalah untuk mempromosikan kesadaran akan apresiasi cahaya dan perannya dalam sains, seni, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Dihimpun dari laman Light Day, secara spesifik, berikut tujuan hari istimewa itu dirayakan tiap tahunnya.
  • Meningkatkan pemahaman publik tentang bagaimana cahaya dan teknologi berbasis cahaya dapat menyentuh kehidupan sehari-hari setiap orang, serta menjadi pusat perkembangan masa depan masyarakat global.
  • Menyorot menjelaskan hubungan erat antara cahaya, seni dan budaya, serta meningkatkan peran teknologi optik untuk melestarikan warisan budaya.
  • Membangun kerja sama internasional dengan bertindak sebagai pusat sumber informasi untuk kegiatan yang dikoordinasikan oleh masyarakat terpelajar, LSM, lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, industri, dan mitra lainnya.
  • Mempromosikan pentingnya teknologi penerangan dan kebutuhan akan akses ke infrastruktur penerangan dan energi dalam pembangunan berkelanjutan, dan untuk meningkatkan kualitas hidup di negara berkembang.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Intip Profil 2 Peserta Grand Final Indonesian Idol 2023

BERIKUTNYA

Intip Keunikan Orion, Villain Pertama Free Fire di Project Crimson: The First of Vengeance

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: