Benteng Keraton Buton Limbo Wolio (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)

Keindahan Benteng Keraton Buton Limbo Wolio, Wajah Sejarah di Puncak Bukit

07 May 2025   |   10:28 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Kemegahan terpancar dari depan Benteng Keraton Buton yang terletak di kawasan Limbo Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Bukan hanya sebuah situs bersejarah, simbol kebesaran dan kejayaan Kesultanan Buton ini berdiri gagah di atas tanah Sulawesi.

Terletak di puncak bukit dengan lereng yang terjal, benteng ini menawarkan keindahan alam yang memukau dan sejarah panjang yang menjadikannya salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di wilayah tersebut.
 
Kawasan ini yang dikenal juga dengan nama Desa Wisata Limbo Wolio dikenal menyimpan banyak kisah tentang perjalanan panjang kerajaan Buton yang terkenal dengan ketangguhan dan keberaniannya. Konon dahulu, aktivitas para pendiri Kerajaan Buton ini mulanya menebas hutan belukar untuk membuka kawasan pemukiman mereka. 

Baca juga: Benteng Vastenberg, Destinasi Wisata Sejarah di Solo yang Instagramable 
 
Pada awalnya, benteng ini dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi kompleks istana. Tujuan dari pembangunan benteng ini adalah untuk membatasi kawasan istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan dari ancaman musuh.

Namun, pada masa pemerintahan Sultan Buton IV, La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin membuat benteng menjadi struktur permanen yang masih dapat dilihat hingga kini.
 
Benteng Keraton Buton memiliki struktur yang sangat kokoh, dengan 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang disebut Baluara. Pembangunan benteng yang terbuat dari batuan alam ini menunjukkan kecanggihan teknik pertahanan zaman dulu. Letaknya yang berada di puncak bukit yang cukup tinggi memungkinkan benteng ini menjadi titik pertahanan yang strategis. 
 

Benteng Keraton Buton Limbo Wolio (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)

Benteng Keraton Buton Limbo Wolio (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)

Salah satu daya tarik utama dari Benteng Keraton Buton adalah pemandangan spektakuler yang dapat dinikmati dari tepi benteng. Dari ketinggian, pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Baubau secara jelas. Tak hanya itu, hilir mudik kapal yang melintas di Selat Buton juga tak kalah indah. 
 
Selain pemandangan yang menakjubkan, pengunjung juga bisa mengunjungi ruang bawah tanah yang dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan perlengkapan perang. Ruangan ini memberikan gambaran tentang kehidupan pertahanan yang terjadi di masa kejayaan Kesultanan Buton.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat 12 pintu gerbang Lawa yang tiap-tiapnya memiliki cerita dan fungsinya tersendiri. Ada pula emplasemen meriam Baluara yang digunakan untuk mempertahankan benteng dari serangan musuh.

Benteng Keraton Buton juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang sangat berharga termasuk artefak dan benda-benda yang digunakan oleh kerajaan Buton. Hal ini membuatnya menjadi situs yang sangat menarik bagi para penggemar sejarah dan arkeologi.
 
Berada di kawasan ini, pengunjung dapat menikmati sejumlah kegiatan yang menarik. Salah satu kegiatan utama adalah trekking menuju puncak bukit tempat Benteng Keraton Buton berada. Perjalanan menuju puncak memberikan tantangan tersendiri, tetapi sesampainya di atas, pengunjung akan disuguhi pemandangan luar biasa yang sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
 
Selain itu, pengunjung juga bisa berkeliling di sekitar benteng, menjelajahi setiap sudut bangunan dan mengunjungi berbagai spot foto yang menarik. Keindahan alam sekitar ditambah dengan arsitektur benteng yang kokoh membuat tempat ini sangat ideal untuk berfoto. Bagi yang tertarik dengan sejarah, pengunjung dapat mengunjungi berbagai ruang dan bangunan bersejarah di dalam kawasan benteng. 
 
Untuk mencapai Benteng Keraton Buton, pengunjung dapat terbang dari Jakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan yang memakan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam.

Dari Makassar, lanjutkan perjalanan dengan penerbangan domestik ke Bandara Betoambari di Kota Baubau yang memakan waktu sekitar 1,5 jam. Setelah tiba di Baubau, pengunjung bisa menggunakan transportasi darat untuk menuju kawasan benteng, yang berjarak sekitar 7-10 kilometer dari pusat kota.

Baca juga: Jelajahi Pesona Jepara: dari Benteng Portugis, Museum Kartini, hingga Pantai Teluk Awur

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Film Mungkin Kita Perlu Waktu Bioskop Bakal Punya Ending Berbeda dari Versi JAFF

BERIKUTNYA

6 Karya Film Indonesia Bakal Hadir di Marche du Film Cannes 2025, Pangku hingga Jumbo

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga