Cek Agenda Pentas Teater & Musikal Menarik Sepanjang Mei 2025
04 May 2025 |
17:04 WIB
Mei 2025 tampaknya bakal menjadi bulan yang semarak bagi dunia seni pertunjukan di Jakarta. Sepanjang bulan ini, berbagai panggung teater dan musikal siap digelar. Setiap pentasnya akan menyajikan keberagaman genre, gaya, dan format yang menarik.
Satu hal yang menarik bulan ini ialah eksplorasi para seniman dalam meramu kekayaan lokal melalui pendekatan modern. Tak kalah menarik, teater-teater urban yang mengangkat isu kota, identitas generasi muda, dan relasi digital juga tak boleh ketinggalan ditonton.
Berikut adalah deretan pertunjukan teater dan musikal yang siap digelar pada Mei 2025:
Maling Malang merupakan pertunjukan teater yang diproduksi oleh Teater Anak Nusantara. Pentas ini akan digelar pada Sabtu dan Minggu, 3-4 Mei 2025 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih. Akan ada dua pertunjukan setiap harinya, yakni pukul 10.00 WIB dan 15.00 WIB.
Maling Malang merupakan teater karya Zaky Rabbani yang disutradarai oleh Onga. Ceritanya akan berpusat pada Asep dan Tigor yang hanya ingin memperbaiki hidup. Lalu, Bintang dan Bulan juga hanya ingin menyelamatkan keluarganya. Namun, sebuah keputusan nekat mereka justru membuat Kampung Nusantara gempar. Satu kampung turun tangan, dari ronda malam, adu tuduhan, sampai memanggil paranormal.
Musikal Bawang Merah Bawang Putih diproduksi oleh ADPRO, kelompok teater musikal yang namanya kian mencuat baru-baru ini. Seperti namanya, musikal Bawang Merah Bawang Putih merupakan adaptasi baru dari kisah klasik yang naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena. Pentas ini akan disutradarai oleh Aldafi Adnan dan musik dibawakan oleh Ammir Gita.
Musikal ini akan membawa penonton meresapi kembali arti kebaikan dan kesabaran melalui sentuhan fantasi dan magisnya dongeng. Pertunjukan ini menampilkan Aisyah Fadhila sebagai Bawang Putih, Maria Giena sebagai Bawang Merah, Galabby sebagai Ibu Tiri, Putri Indam Kamila sebagai Nenek Peri dan Beyon Destiano sebagai Narator. Pertunjukan ini akan digelar dua kali, yakni pada 10 Mei 2025 pada pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB di Galeri Indonesia Kaya.
Pertunjukan Bertiga Tapi Berempat diproduksi oleh teater Gardanalla. Pentas ini akan digelar dua hari, pada Sabtu, 10 Mei 2025, pukul 20.00 WIB dan Minggu, 11 Mei 2025, pukul 16.00 WIB, di Teater Salihara.
Bertiga Tapi Berempat bercerita tentang pertemuan tiga orang, 13 tahun setelah aksi pembakaran majalah Gatra di depan Grha Sabha Pramana UGM. Luka, rahasia, dan politik yang membekas dalam tubuh dan ingatan mereka perlahan terungkap dalam sebuah pertemuan yang penuh kegamangan.
Lakon ini akan mengeksplorasi fokus dalam refleksi dan metateater (teater dalam teater), dan mengajak penonton mempertanyakan batas antara realitas dan peran.
Indonesia World Dance Festival (IWDF) akan digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Tari Dunia 2025. Mengusung tema Unite in Motion, Dance Beyond Borders, festival akan digelar di di GOR dan Teater Bulungan, Jakarta Selatan. Festival ini dirancang sebagai perayaan budaya lintas komunitas yang melibatkan hampir seribu penari dari berbagai latar belakang dan genre.
Festival digelar pada 11 Mei 2025. Acara dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai 21.30 WIB. Agenda akan dimulai dengan parade tari, flashmob, festival tari nusantara, workshop bersama Rianto, battle dance fusion & showcase guest star, performance dan pengumuman pemenang battle dance, hingga guest star performance.
Ghosts of Hell Creek: Stone Garuda merupakan pertunjukan tari yang diproduksi oleh Prehistoric Body Theater. Pertunjukan ini akan digelar pada 17 Mei 2025 pukul 20.00 WIb dan Minggu 18 Mei 2025 pukul 16.00 WIB, di Teater Salihara.
Pertunjukan tari-teater ini mencoba menyusuri 500 juta tahun sejarah bumi, dari punahnya dinosaurus terakhir hingga nenek moyang manusia pertama. Lewat tubuh berlumur tanah liat, eksplorasi cahaya panggung, dan dentuman gamelan eksperimental, penonton diajak mengalami kepunahan suatu masa dan kemudian terbentuk menjadi dunia yang baru.
Mamma Mia dibuka dengan kisah lucu Sophie yang tengah berusaha menemukan siapa ayah kandungnya. Menjelang hari pernikahannya, dia diam-diam mengundang tiga pria dari masa lalu ibunya yang pernah mengunjungi sebuah pulau dua dekade silam. Namun, semuanya tanpa sepengetahuan sang ibu.
Dengan pemeran yang meriah, komedi yang menggelitik, serta tarian dan musik yang memikat, Mamma Mia tampil sebagai pertunjukan legendaris yang dijamin menghibur. Pertunjukan ini akan digelar pada 21 Mei-1 Juni 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Galeri Indonesia Kaya menghadirkan cerita rakyat Lutung Kasarung dalam format musikal bersama EKI Dance Company. Pertunjukan ini digelar pada 22-25 Mei 2025 di Gallery Ciputra Artpreneur. Lutung Kasarung adalah sebuah cerita rakyat dari Tatar Sunda yang mengisahkan tentang Sanghyang Guruminda, sosok makhluk suci yang menjelma menjadi seekor lutung berwajah buruk dan turun ke bumi.
Dia kemudian membantu seorang putri bernama Purbasari. Sebab, sang putri mengalami nasib malang setelah dikutuk oleh kakaknya yang jahat, Purbararang, hingga tubuhnya menderita penyakit kulit. Lantaran kondisinya itu, dia diasingkan ke dalam hutan. Di sanalah dia kemudian bertemu dengan Lutung Kasarung. Dengan bantuan Lutung Kasarung, Purbasari mencoba kembali ke istana dan merebut haknya yang telah direnggut oleh Purbararang.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Satu hal yang menarik bulan ini ialah eksplorasi para seniman dalam meramu kekayaan lokal melalui pendekatan modern. Tak kalah menarik, teater-teater urban yang mengangkat isu kota, identitas generasi muda, dan relasi digital juga tak boleh ketinggalan ditonton.
Berikut adalah deretan pertunjukan teater dan musikal yang siap digelar pada Mei 2025:
1. Maling Malang (3-4 Mei 2025)
Maling Malang merupakan pertunjukan teater yang diproduksi oleh Teater Anak Nusantara. Pentas ini akan digelar pada Sabtu dan Minggu, 3-4 Mei 2025 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih. Akan ada dua pertunjukan setiap harinya, yakni pukul 10.00 WIB dan 15.00 WIB.
Maling Malang merupakan teater karya Zaky Rabbani yang disutradarai oleh Onga. Ceritanya akan berpusat pada Asep dan Tigor yang hanya ingin memperbaiki hidup. Lalu, Bintang dan Bulan juga hanya ingin menyelamatkan keluarganya. Namun, sebuah keputusan nekat mereka justru membuat Kampung Nusantara gempar. Satu kampung turun tangan, dari ronda malam, adu tuduhan, sampai memanggil paranormal.
2. Musikal Bawang Merah Bawang Putih (10 Mei 2025)
Musikal Bawang Merah Bawang Putih diproduksi oleh ADPRO, kelompok teater musikal yang namanya kian mencuat baru-baru ini. Seperti namanya, musikal Bawang Merah Bawang Putih merupakan adaptasi baru dari kisah klasik yang naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena. Pentas ini akan disutradarai oleh Aldafi Adnan dan musik dibawakan oleh Ammir Gita.Musikal ini akan membawa penonton meresapi kembali arti kebaikan dan kesabaran melalui sentuhan fantasi dan magisnya dongeng. Pertunjukan ini menampilkan Aisyah Fadhila sebagai Bawang Putih, Maria Giena sebagai Bawang Merah, Galabby sebagai Ibu Tiri, Putri Indam Kamila sebagai Nenek Peri dan Beyon Destiano sebagai Narator. Pertunjukan ini akan digelar dua kali, yakni pada 10 Mei 2025 pada pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB di Galeri Indonesia Kaya.
3. Bertiga Tapi Berempat (10-11 Mei 2025)
Pertunjukan Bertiga Tapi Berempat diproduksi oleh teater Gardanalla. Pentas ini akan digelar dua hari, pada Sabtu, 10 Mei 2025, pukul 20.00 WIB dan Minggu, 11 Mei 2025, pukul 16.00 WIB, di Teater Salihara.
Bertiga Tapi Berempat bercerita tentang pertemuan tiga orang, 13 tahun setelah aksi pembakaran majalah Gatra di depan Grha Sabha Pramana UGM. Luka, rahasia, dan politik yang membekas dalam tubuh dan ingatan mereka perlahan terungkap dalam sebuah pertemuan yang penuh kegamangan.
Lakon ini akan mengeksplorasi fokus dalam refleksi dan metateater (teater dalam teater), dan mengajak penonton mempertanyakan batas antara realitas dan peran.
4. Indonesia World Dance Festival (11 Mei 2025)
Indonesia World Dance Festival (IWDF) akan digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Tari Dunia 2025. Mengusung tema Unite in Motion, Dance Beyond Borders, festival akan digelar di di GOR dan Teater Bulungan, Jakarta Selatan. Festival ini dirancang sebagai perayaan budaya lintas komunitas yang melibatkan hampir seribu penari dari berbagai latar belakang dan genre.Festival digelar pada 11 Mei 2025. Acara dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai 21.30 WIB. Agenda akan dimulai dengan parade tari, flashmob, festival tari nusantara, workshop bersama Rianto, battle dance fusion & showcase guest star, performance dan pengumuman pemenang battle dance, hingga guest star performance.
5. Ghosts of Hell Creek: Stone Garuda (17-18 Mei 2025)
Ghosts of Hell Creek: Stone Garuda merupakan pertunjukan tari yang diproduksi oleh Prehistoric Body Theater. Pertunjukan ini akan digelar pada 17 Mei 2025 pukul 20.00 WIb dan Minggu 18 Mei 2025 pukul 16.00 WIB, di Teater Salihara.Pertunjukan tari-teater ini mencoba menyusuri 500 juta tahun sejarah bumi, dari punahnya dinosaurus terakhir hingga nenek moyang manusia pertama. Lewat tubuh berlumur tanah liat, eksplorasi cahaya panggung, dan dentuman gamelan eksperimental, penonton diajak mengalami kepunahan suatu masa dan kemudian terbentuk menjadi dunia yang baru.
6. Mamma Mia Re-Run (21 Mei-1 Juni 2025)
Mamma Mia dibuka dengan kisah lucu Sophie yang tengah berusaha menemukan siapa ayah kandungnya. Menjelang hari pernikahannya, dia diam-diam mengundang tiga pria dari masa lalu ibunya yang pernah mengunjungi sebuah pulau dua dekade silam. Namun, semuanya tanpa sepengetahuan sang ibu.
Dengan pemeran yang meriah, komedi yang menggelitik, serta tarian dan musik yang memikat, Mamma Mia tampil sebagai pertunjukan legendaris yang dijamin menghibur. Pertunjukan ini akan digelar pada 21 Mei-1 Juni 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
7. Re-Run Musikal Lutung Kasarung (22-25 Mei 2025)
Galeri Indonesia Kaya menghadirkan cerita rakyat Lutung Kasarung dalam format musikal bersama EKI Dance Company. Pertunjukan ini digelar pada 22-25 Mei 2025 di Gallery Ciputra Artpreneur. Lutung Kasarung adalah sebuah cerita rakyat dari Tatar Sunda yang mengisahkan tentang Sanghyang Guruminda, sosok makhluk suci yang menjelma menjadi seekor lutung berwajah buruk dan turun ke bumi.Dia kemudian membantu seorang putri bernama Purbasari. Sebab, sang putri mengalami nasib malang setelah dikutuk oleh kakaknya yang jahat, Purbararang, hingga tubuhnya menderita penyakit kulit. Lantaran kondisinya itu, dia diasingkan ke dalam hutan. Di sanalah dia kemudian bertemu dengan Lutung Kasarung. Dengan bantuan Lutung Kasarung, Purbasari mencoba kembali ke istana dan merebut haknya yang telah direnggut oleh Purbararang.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.