Tiggo 8 teknologi plug in hybrid electric vehicle merupakan varian lain dari Tiggo 8 yang akan diluncurkan dalam waktu dekat (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Yudi Supriyanto)

Minat Beli Mobil Listrik Bakal Naik pada 2025, Ini Alasannya!

16 April 2025   |   16:15 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Perlahan tapi pasti, populasi mobil listrik di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Sepanjang 2025, kendaraan tanpa emisi gas buang ini diyakini bakal lebih banyak lagi lalu lalang di jalanan lantaran masyarakat telah melihat sendiri manfaatnya – terlebih berbagai model dan inovasi baru terus bermunculan.

Budi Darmawan, Director of Sales PT Chery Sales Indonesia meyakini bahwa populasi kendaraan listrik di dalam negeri bakal bertambah signifikan sepanjang 2025 dengan kontribusi hingga 7 persen dari total penjualan kendaraan.

Baca juga: Spesifikasi Mobil Listrik Xpeng G6 & X9 yang Bakal Segera Mengaspal di Indonesia

Keyakinannya didasarkan pada beberapa hal. Pertama, bagi pengendara di Jakarta, kendaraan listrik memberikan kemudahan dalam mobilitas, mengingat jenis mobil ini tidak akan terkena aturan ganjil-genap yang berlaku di jalanan utama Jakarta pada hari kerja.

Kedua, makin banyak pula masyarakat yang ingin mencoba teknologi baru dan juga melakukan efisiensi biaya operasional dan perawatan kendaraan. Saat ini, ada banyak pilihan mobil tanpa bahan bakar fosil ini memiliki akselerasi yang mumpuni, tapi tetap efisien. “Jadi, enggak perlu beli bensin. Pajak tahunannya murah,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).

Menurutnya, efisiensi menjadi faktor utama pada saat ini, di tengah banyak orang menggembar-gemborkan tentang penghematan energi. Untuk itu, kendaraan listrik menjadi solusi yang dapat diandalkan untuk menekan isu krisis energi fosil dan mengurangi polusi udara di perkotaan.

Dia menyebut bahwa di tengah tren minat pasar kendaraan listrik yang akan terus bertambah, Chery pada tahun ini bersiap meluncurkan kendaraan listrik plug in hybrid yang akan dihadirkan lewat inovasi teknologi Chery Super Hybrid (CSH).

"Mobil listrik dengan teknologi hibdrida ini untuk menjadi opsi bagi masyarakat yang belum sepenuhnya yakin dengan keandalan mobil listrik full baterai, karena khawatir dengan kemampuannya dalam menempuh jarak tertentu atau saat menghadapi kondisi kepadatan lalu lintas di perkotaan. “Ini [mobil hyebrid] jadi solusi sebenarnya buat customer yang masih merasa khawatir terhadap mobil listrik,” tegasnya.

Optimisme juga disampaikan oleh agen pemegang merek lainnya. Chief Operating Officer (COO) Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menilai kendaraan ramah lingkungan akan menjadi tren sepanjang tahun ini, yang mendapat dukungan regulasi pemerintah.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara berkembang dan merupakan high regulated market. Pada 2019, pemerintah mengeluarkan aturan berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Dengan aturan tersebut, mobil-mobil ramah lingkungan akan mendapatkan tempat di dalam negeri. Selain itu, pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga memiliki kebijakan yang dapat menarik investasi otomotif akan lebih banyak lagi masuk ke dalam negeri.

Dia berharap jumlah mobil ramah lingkungan bisa mendekati 20 persen sepanjang 2025 atau setidaknya sesuai dengan cetak biru pemerintah yang menginginkan keberadaan populasi kendaraan listrik tersebut mencapai 20 persen.

Menurutnya, ada kecenderungan para pembuat kendaraan pun berlomba menghadirkan mobil listrik pada produk barunya. Sepanjang tahun ini, Hyundai saja akan memperkenalkan minimal 4 produk baru. Selain mesin ICE, mobil yang akan rilis juga berjenis mobil listrik berbasis baterai dan hibrida.

“Intinya, kami akan balance antara internal combustion engine, hybrid, dan mobil listrik [baterai]. Jadi, kami tidak akan menitikberatkan ke satu produk,” ujarnya belum lama ini.

Ditemui terpisah, Technical Director PT Aletra Mobil Nusantara Djoko Purwanto menilai bahwa minat pembelian mobil listrik di dalam negeri akan terus meningkat. Statistik secara nasional menunjukkan bahwa persentase kendaraan tanpa bahan bakar fosil tersebut terus mengalami kenaikan.

“Persentase battery electric vehicles [BEV] naik terus. Untuk di statistik, populasi BEV naik terus, setahun bisa 100 persen,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ada beberapa penyebab yang membuat minat masyarakat tumbuh untuk melakukan pembelian kendaraan listrik  Pertama, kendaraan listrik lebih hemat jika dibandingkan dengan kendaraan mesin pembakaran internal jika dihitung dalam beberapa tahun.

Baca juga: Harga Mobil Listrik 2025 Masih Tertolong Insentif Pajak Sektor Otomotif

Alasan lainnya, keberlanjutan lingkungan di mana masyarakat sudah makin sadar lingkungan sehingga akan lebih banyak memilih kendaraan tanpa bahan bakar fosil lantaran tidak menghasilkan emisi gas buang. “Yang sudah sadar ke situ, tentu akan mengarah ke kendaraan listrik,” ujarnya.

Pada saat ini, Aletra mencatat bahwa respons masyarakat terhadap kendaraan listrik pun cukup baik. Product Manager Aletra Mobil Nusantara, Christo Antyo menuturkan surat pemesanan kendaraan (SPK) mobil listrik Aletra sejak diluncurkan pada beberapa waktu lalu di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 sudah mencapai 300 lebih. “Kami pun terus melakukan pemeran di mal-mal. Angka pemesanannya dari GJAW saja sudah 300 lebih,” katanya.
 

SEBELUMNYA

Bocoran Spesifikasi Ponsel Lipat Tiga Huawei Mate XT yang Siap Meluncur di Indonesia

BERIKUTNYA

Profil King Abdi, Jebolan MasterChef Indonesia yang Punya Banyak Bisnis Kuliner

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: