Mayang Sari Dewi, Fathma Melina, Maharani Sari Dewi. (Foto: Istimewa)

Melmara, Aksesori Fesyen Artisan dengan Sentuhan Bordir Etnik

12 April 2025   |   10:55 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Ketika banyak merek berlomba-lomba menciptakan produk fesyen instan dan massal, Mayang Sari Dewi, Maharani Sari Dewi, dan Fathma Melina memilih jalur lebih berbeda. Mereka mendirikan Melmara, brand aksesori fesyen yang mengusung sentuhan bordir etnik dan teknik manual sebagai identitas utama.

Meski ide awal muncul sejak 2021, Melmara baru resmi diluncurkan pada April 2024 di bawah naungan CV Kriya Gita Kirana. "Nama Melmara merupakan gabungan dari nama kami bertiga Meli, Mayang, dan Rani. Semangat kolaborasi ini kami tuangkan dalam produk yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga punya nilai budaya dan proses yang otentik," ujar Mayang, salah satu pendiri Melmara.

Baca juga: 5 Brand Tas Lokal dengan Sentuhan Artisan dan Material Premium

Salah satu hal yang membedakan Melmara dari produk sejenis adalah elemen bordir yang seluruhnya dikerjakan secara manual oleh para pengrajin berpengalaman. Untuk produk tas, bordir tersebut kemudian dipadukan dengan kulit sapi asli berkualitas tinggi. Proses pengerjaan tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga ketekunan dan keterampilan tangan.

“Kami menyebut produk kami artisan karena prosesnya memang tidak massal. Bahkan untuk bordir, semua dikerjakan tangan, bukan mesin komputer. Ini membuat setiap produk terasa personal dan memiliki karakter,” jelas Mayang.

Motif yang diusung pun tidak selalu mengikuti tren pasar. Melmara justru menampilkan motif etnik dari berbagai daerah di Indonesia, serta motif modern yang lebih eksperimental seperti Chromazzle dan Batikchique.

Walau sebagian proses seperti pemotongan kulit menggunakan bantuan mesin, tetapi banyak tahapan, mulai dari penggambaran pola bordir, pemilihan benang, hingga proses lem dan pewarnaan sisi kulit masih dilakukan secara manual. Hal ini membuat waktu produksi cukup panjang. Sebagai contoh, untuk menyelesaikan 25 tas bordir bisa memakan waktu hingga empat bulan.
 

Koleksi tas Melmara

Koleksi tas Melmara
 

Inovasi dan Strategi Bisnis

Melmara menyadari, keberlangsungan di industri aksesori artisan membutuhkan inovasi berkelanjutan. Selain rutin memperbarui desain dan motif, mereka juga menjaga kualitas sebagai prioritas utama.
Dari sisi pemasaran, Melmara aktif mengikuti berbagai pameran seperti Inacraft dan Batik Bordir Fair, serta memanfaatkan Instagram sebagai kanal utama pemasaran digital.

Selain itu, Melmara terpilih dalam program Uniqlo Neighborhood Collaboration yang memungkinkan produknya dipajang selama satu tahun di gerai Uniqlo Tunjungan Plaza 3, Surabaya.

“Kami sadar pentingnya membangun kepercayaan dan eksposur. Karena itu, kami banyak ikut pameran dan berjejaring, sembari perlahan membangun daya saing di pasar luar negeri,” tutur Mayang.

Melmara sendiri menyasar konsumen yang menghargai produk berbasis budaya dan orisinalitas, baik di dalam maupun luar negeri. Produk hijab ditawarkan mulai dari Rp450.000 hingga Rp900.000, sedangkan tas dibanderol di kisaran Rp1,3 juta hingga Rp3,35 juta, tergantung tingkat kerumitan desain dan bordirnya.

Menariknya, motif modern lebih diminati pasar domestik, sedangkan pasar luar negeri cenderung mengapresiasi motif etnik khas Indonesia.


Tantangan dan Harapan

Di tengah tantangan daya beli masyarakat dan terbatasnya dukungan untuk pameran UMKM akhir-akhir ini, Melmara tetap optimistis. “Kami berharap ekosistem industri kreatif dan artisan bisa terus berkembang. Tapi untuk saat ini, fokus kami adalah menjaga kualitas dan memperkuat posisi di pasar lokal,” ungkap Mayang.

Melmara bukan sekadar brand fesyen. Dia adalah representasi dari ketekunan, kolaborasi, dan semangat untuk menjunjung tinggi budaya lokal dalam bentuk yang elegan dan kontemporer.

SEBELUMNYA

Harga Seri iPhone 16 di Indonesia Bisa Ikutan Naik Efek Tarif Trump

BERIKUTNYA

Jejak Kontemplatif Perupa Hendra Gunawan di Ciputra Artpreneur

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: