Cerita Jerome Kurnia Ditawari Main Film Perang Kota lewat DM Instagram
10 April 2025 |
16:30 WIB
Aktor Jerome Kurnia debut membintangi film garapan sutradara Mouly Surya di Perang Kota. Dalam film tersebut, Jerome didapuk memerankan karakter Hazil, seorang pemuda yang memiliki keberanian dan tekad kuat untuk berperang mengusir penjajah era pascakemerdekaan.
Perang Kota atau yang juga memiliki judul internasional This City Is A Battlefield itu merupakan film adaptasi bebas novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang pertama kali terbit 1952.
Film Perang Kota mengambil latar Kota Jakarta tahun 1946, pada masa tentara sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Kisahnya menyoroti kehidupan seorang pahlawan perang sekaligus guru bernama Isa (Chicco Jerikho).
Ada cerita menarik di balik bergabungnya Jerome Kurnia di film Perang Kota. Jerome bercerita bahwa 7 tahun silam, dirinya dihubungi langsung oleh Mouly Surya lewat direct message (DM) Instagram, dan menawari dirinya bergabung dalam proyek film terbaru sang sutradara.
Jerome mengaku dirinya kala itu sangat terkejut dan tidak menyangka bakal dihubungi oleh Mouly Surya, filmmaker yang telah lama dia idolakan. Tak ayal, dia pun langsung menyambut tawaran tersebut dan mau bergabung dalam film Perang Kota.
Baca Juga: Cerita Jerome Kurnia & Lukman Sardi Jadi Pastor di Film Horor Kuasa Gelap
Baca Juga: Cerita Jerome Kurnia & Lukman Sardi Jadi Pastor di Film Horor Kuasa Gelap
"Awalnya enggak gue bales dulu. Sok jual mahal dikit. Gue bilang mungkin 3 jam lagi lah gue bales. Tapi bertahan 2 menit doang. Akhirnya setelah itu kita ketemu, ngobrol dan tukar pikiran mau bikin film Perang Kota," katanya dalam acara konferensi pers, beberapa waktu lalu.
Jerome mengatakan Hazil dalam film Perang Kota ialah karakter anak muda dengan energi yang besar. Energi itu digunakan untuk berjuang demi kebebasan. Bebas dari segala bentuk penjajahan.
"Hazil itu sangat tidak suka dengan penjajahan. Dan biasa anak muda kan punya perasaan itu, sampai sekarang. Jadi itu yang dia perjuangkan. Tujuan hidupnya harus berjuang untuk kemerdekaan," kata aktor berusia 31 tahun itu.
Menariknya, Hazil datang dari keluarga dengan privilege yang besar. Bahkan, ayahnya, yang diperankan oleh Rukman Rosadi, punya kedekatan khusus dengan tentara Belanda. Namun, dengan segala privelege yang dia punya, Hazil tetap berjuang dengan pejuang lainnya untuk merebut kemerdekaan.
"Dimensinya [karakter Hazil] ini banyak lah. Dia juga punya sahabat yaitu Isa. Dan bersama-sama kita bisa lihat lah nanti antara kita bertiga, siapa yang berjuang, siapa yang bercinta, siapa yang mengkhianati," kata Jerome.
Pada kesempatan yang sama, Mouly Surya mengaku bahwa Jerome Kurnia adalah aktor yang tepat untuk memerankan karakter Hazil, usai dia membaca novel Jalan Tak Ada Ujung (1952) karya Mochtar Lubis.
Adapun, awal ketertarikan Mouly untuk mengajak Jerome berperan dalam film Perang Kota ialah ketika dia menonton film Bumi Manusia (2019) yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.
"Jadi waktu itu tuh aku ke bioskop, nonton filmnya Mas Hanung, dan kalau enggak salah itu film pertamanya Jerome. Aku nonton kayak opening-nya ada satu karakter gitu yang full ngomong bahasa Belanda. Karena belum pernah lihat, siapa nih anak kata gue gitu. Oke ketika tau Jerome Kurnia langsung kita googling," katanya.
"Rasanya ketika itu bukan cuma melihat seorang aktor yang bagus ya, tapi somehow aku ngeliat ada Hazil di situ. Memang karena pada saat itu abis baca bukunya Mochtar Lubis. Dan akhirnya nge-stalk Jerome di Instagram," imbuh Mouly.
Perang Kota atau yang juga memiliki judul internasional This City Is A Battlefield itu merupakan film adaptasi bebas novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang pertama kali terbit 1952.
Film Perang Kota mengambil latar Kota Jakarta tahun 1946, pada masa tentara sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Kisahnya menyoroti kehidupan seorang pahlawan perang sekaligus guru bernama Isa (Chicco Jerikho).
Guru Isa dipercaya untuk memimpin misi pembunuhan petinggi kolonial Belanda guna mempertahankan kemerdekaan, dibantu oleh sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia), seorang pemuda tampan dan bersemangat tinggi.
Namun, di tengah krisis dan perang yang berkecamuk, cinta dan pengkhianatan hadir. Guru Isa mengalami permasalahan di ranah perkawinannya bersama istrinya, Fatimah (Ariel Tatum). Di sisi lain, dia harus berhadapan dengan sahabatnya sendiri, Hazil, yang diam-diam berupaya memenangkan hati Fatimah.
Perang Kota menjadi film Indonesia layar lebar pertama yang dihadirkan Mouly selama 8 tahun terakhir, sejak merilis Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak pada 2017. Sejak itu, Mouly lebih sering menggarap film pendek, serta film Trigger Warning yang menjadi debut dirinya menyutradarai film berbahasa Inggris. Film yang tayang di Netflix itu dibintangi aktris Hollywood Jessica Alba.
Film Perang Kota dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris berbakat Indonesia yakni Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurnia, dan Rukman Rosadi. Ada juga Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Ar Barrani Lintang, Chew Kinwah, Alex Abbad, Indra Birowo, dan Dea Panendra.
Menjadi ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja, film ini dibuat oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures.
Menjadi ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja, film ini dibuat oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures.
Sebelumnya, film ini telah world premiere di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025. Film tersebut menjadi penutup IFFR dan mendapatkan respons positif dari audiens global.
Kini, film Perang Kota akan tayang di bioskop Indonesia pada 30 April 2025. Tak hanya di dalam negeri, film ini juga akan tayang secara komersial di layar bioskop beberapa negara seperti Belanda, Belgia, dan Luksemburg pada 17 April 2025.
Baca Juga: Cerita Casting Anya Geraldine Jadi Pemeran Utama Film Mendadak Dangdut
Baca Juga: Cerita Casting Anya Geraldine Jadi Pemeran Utama Film Mendadak Dangdut
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.