Cerita Ariel Tatum Mendalami Karakter Perempuan Pejuang di Film Perang Kota
07 April 2025 |
15:11 WIB
Aktris Ariel Tatum debut membintangi film garapan sutradara Mouly Surya di Perang Kota. Dalam film tersebut, Ariel didapuk memerankan karakter Fatimah, seorang istri dan ibu yang ikut berjuang dalam perang pascakemerdekaan bersama suaminya, Isa, yang diperankan oleh Chicco Jerikho.
Ariel mengatakan Fatimah bukan hanya sosok perempuan di tengah medan perang, tetapi juga seorang istri yang layak dicintai dan memiliki naluri seorang ibu yang sangat kuat dalam dirinya. Di samping itu, Fatimah juga adalah sosok karakter dengan latar belakang yang cukup kompleks, namun memiliki resiliensi yang sangat tinggi.
"Ada semangat berjuang yang sangat tinggi, ada cinta dan kasih yang luar biasa pada suaminya. Aku merasa kualitas-kualitas yang ada di diri Fatimah itu banyak sekali aku temukan di perempuan-perempuan di hidup aku. Fatimah adalah sosok yang cukup inspiratif buat aku," katanya dalam acara konferensi pers di Jakarta, belum lama ini.
Baca juga: Sutradara Mouly Surya Hadirkan Film Perang Kota, Tayang 30 April 2025 di Bioskop
Untuk mendalami karakternya, Ariel mengaku perlu membaca beberapa kali novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang menjadi inspirasi adaptasi film Perang Kota. Dari situ, dia intens melakukan workshop untuk semakin menghidupkan karakter Fatimah. Termasuk, mengambil spirit dari sosok pahlawan perempuan Indonesia seperti Hajjah Rangkayo Rasuna Said untuk dimasukkan ke dalam karakter tersebut.
"Karakter Fatimah ini pada dasarnya menurut saya masih sangat relevan untuk disaksikan era modern saat ini. Karena Fatimah ini punya naluriah keibuan di dalam dirinya, tapi juga ada banyak sekali unsur-unsur inspiratif seperti resiliensinya karena dia punya kebebasan untuk membuat keputusan, berbicara, dan mengeluarkan pendapat," ucapnya.
Aktris berusia 28 tahun itu juga mengaku sempat menangis ketika diajak bergabung untuk berperan dalam film Perang Kota dan dipercaya untuk memerankan karakter Fatimah. "Sungguh sebuah kehormatan diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk membantu menghidupkan karakter Fatimah yang luar biasa inspiratif buat aku," ungkap Ariel.
Dalam film Perang Kota, Ariel beradu akting dengan dua pemeran utama lainnya yakni Chicco Jerikho dan Jerome Kurnia. Untuk membangun chemistry dengan kedua aktor tersebut, Ariel mengaku banyak ngobrol secara personal dengan mereka termasuk melakukan kegiatan bersama.
Dia juga menuturkan Perang Kota menjadi film dengan proses syuting terlama yang pernah dikerjakannya yakni memakan waktu hingga 6 bulan.
"Kita selalu bersama-sama setiap hari, reading 6 sampai 8 jam setiap hari bersama-sama. Sepanjang proses syuting enggak kesulitan sama sekali, prosesnya sangat menyenangkan dan sangat aku rindukan sejujurnya," kata aktris yang juga membintangi film A Business Proposal (2024) itu.
Film Perang Kota mengambil latar Kota Jakarta tahun 1946, pada masa tentara sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Kisahnya menyoroti kehidupan seorang pahlawan perang sekaligus guru bernama Isa (Chicco Jerikho).
Guru Isa dipercaya untuk memimpin misi pembunuhan petinggi kolonial Belanda guna mempertahankan kemerdekaan, dibantu oleh sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia), seorang pemuda tampan dan bersemangat tinggi.
Namun, di tengah krisis dan perang yang berkecamuk, cinta dan pengkhianatan hadir. Guru Isa mengalami permasalahan di ranah perkawinannya bersama istrinya, Fatimah (Ariel Tatum). Di sisi lain, dia harus berhadapan dengan sahabatnya sendiri, Hazil, yang diam-diam berupaya memenangkan hati Fatimah.
Perang Kota menjadi film Indonesia layar lebar pertama yang dihadirkan Mouly selama 8 tahun terakhir, sejak merilis Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak pada 2017. Sejak itu, Mouly lebih sering menggarap film pendek, serta film Trigger Warning yang menjadi debut dirinya menyutradarai film berbahasa Inggris. Film yang tayang di Netflix itu dibintangi aktris Hollywood Jessica Alba.
Film Perang Kota dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris berbakat Indonesia yakni Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurnia, dan Rukman Rosadi. Ada juga Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Ar Barrani Lintang, Chew Kinwah, Alex Abbad, Indra Birowo, dan Dea Panendra. Menjadi ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja, film ini dibuat oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures.
Sebelumnya, film ini telah world premiere di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025. Film tersebut menjadi penutup IFFR dan mendapatkan respons positif dari audiens global.
Kini, film Perang Kota akan tayang di bioskop Indonesia pada 30 April 2025. Tak hanya di dalam negeri, film ini juga akan tayang secara komersial di layar bioskop beberapa negara seperti Belanda, Belgia, dan Luksemburg pada 17 April 2025.
Baca juga: Chicco Jerikho Harus Belajar Biola hingga Jadi Introvert di Film Perang Kota
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Ariel mengatakan Fatimah bukan hanya sosok perempuan di tengah medan perang, tetapi juga seorang istri yang layak dicintai dan memiliki naluri seorang ibu yang sangat kuat dalam dirinya. Di samping itu, Fatimah juga adalah sosok karakter dengan latar belakang yang cukup kompleks, namun memiliki resiliensi yang sangat tinggi.
"Ada semangat berjuang yang sangat tinggi, ada cinta dan kasih yang luar biasa pada suaminya. Aku merasa kualitas-kualitas yang ada di diri Fatimah itu banyak sekali aku temukan di perempuan-perempuan di hidup aku. Fatimah adalah sosok yang cukup inspiratif buat aku," katanya dalam acara konferensi pers di Jakarta, belum lama ini.
Baca juga: Sutradara Mouly Surya Hadirkan Film Perang Kota, Tayang 30 April 2025 di Bioskop
Untuk mendalami karakternya, Ariel mengaku perlu membaca beberapa kali novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang menjadi inspirasi adaptasi film Perang Kota. Dari situ, dia intens melakukan workshop untuk semakin menghidupkan karakter Fatimah. Termasuk, mengambil spirit dari sosok pahlawan perempuan Indonesia seperti Hajjah Rangkayo Rasuna Said untuk dimasukkan ke dalam karakter tersebut.
"Karakter Fatimah ini pada dasarnya menurut saya masih sangat relevan untuk disaksikan era modern saat ini. Karena Fatimah ini punya naluriah keibuan di dalam dirinya, tapi juga ada banyak sekali unsur-unsur inspiratif seperti resiliensinya karena dia punya kebebasan untuk membuat keputusan, berbicara, dan mengeluarkan pendapat," ucapnya.
Aktris berusia 28 tahun itu juga mengaku sempat menangis ketika diajak bergabung untuk berperan dalam film Perang Kota dan dipercaya untuk memerankan karakter Fatimah. "Sungguh sebuah kehormatan diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk membantu menghidupkan karakter Fatimah yang luar biasa inspiratif buat aku," ungkap Ariel.
Dalam film Perang Kota, Ariel beradu akting dengan dua pemeran utama lainnya yakni Chicco Jerikho dan Jerome Kurnia. Untuk membangun chemistry dengan kedua aktor tersebut, Ariel mengaku banyak ngobrol secara personal dengan mereka termasuk melakukan kegiatan bersama.
Dia juga menuturkan Perang Kota menjadi film dengan proses syuting terlama yang pernah dikerjakannya yakni memakan waktu hingga 6 bulan.
"Kita selalu bersama-sama setiap hari, reading 6 sampai 8 jam setiap hari bersama-sama. Sepanjang proses syuting enggak kesulitan sama sekali, prosesnya sangat menyenangkan dan sangat aku rindukan sejujurnya," kata aktris yang juga membintangi film A Business Proposal (2024) itu.
Film Perang Kota mengambil latar Kota Jakarta tahun 1946, pada masa tentara sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Kisahnya menyoroti kehidupan seorang pahlawan perang sekaligus guru bernama Isa (Chicco Jerikho).
Guru Isa dipercaya untuk memimpin misi pembunuhan petinggi kolonial Belanda guna mempertahankan kemerdekaan, dibantu oleh sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia), seorang pemuda tampan dan bersemangat tinggi.
Namun, di tengah krisis dan perang yang berkecamuk, cinta dan pengkhianatan hadir. Guru Isa mengalami permasalahan di ranah perkawinannya bersama istrinya, Fatimah (Ariel Tatum). Di sisi lain, dia harus berhadapan dengan sahabatnya sendiri, Hazil, yang diam-diam berupaya memenangkan hati Fatimah.
Perang Kota menjadi film Indonesia layar lebar pertama yang dihadirkan Mouly selama 8 tahun terakhir, sejak merilis Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak pada 2017. Sejak itu, Mouly lebih sering menggarap film pendek, serta film Trigger Warning yang menjadi debut dirinya menyutradarai film berbahasa Inggris. Film yang tayang di Netflix itu dibintangi aktris Hollywood Jessica Alba.
Film Perang Kota dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris berbakat Indonesia yakni Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurnia, dan Rukman Rosadi. Ada juga Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Ar Barrani Lintang, Chew Kinwah, Alex Abbad, Indra Birowo, dan Dea Panendra. Menjadi ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja, film ini dibuat oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures.
Sebelumnya, film ini telah world premiere di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025. Film tersebut menjadi penutup IFFR dan mendapatkan respons positif dari audiens global.
Kini, film Perang Kota akan tayang di bioskop Indonesia pada 30 April 2025. Tak hanya di dalam negeri, film ini juga akan tayang secara komersial di layar bioskop beberapa negara seperti Belanda, Belgia, dan Luksemburg pada 17 April 2025.
Baca juga: Chicco Jerikho Harus Belajar Biola hingga Jadi Introvert di Film Perang Kota
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.