3 Film Animasi Terbaik yang Menginspirasi Sutradara Ryan Adriandhy
06 April 2025 |
10:30 WIB
Telah berkiprah sejak 2011, Ryan Adriandhy mulanya dikenal publik sebagai seorang komika. Namanya mulai melambung sejak menjuarai kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim pertama. Kala itu, dia dikenal sebagai komika yang sering menghadirkan candaan (jokes) cerdas.
Beberapa kali, dia juga memakai teknik impersonasi (impersonate) yang memukau para penggemar stand up comedy. Setelah menjadi juara, Ryan beberapa kali mulai menjajal hal-hal baru, termasuk menjadi aktor.
Dia pun sempat menjadi aktor di web series Malam Minggu Miko yang digagas oleh sesama rekannya, Raditya Dika. Web series yang bertema komedi itu pun juga ikut melambungkan namanya. Dengan gaya mokumenter, Ryan mampu berperan apik di serial web tersebut.
Baca juga: 9 Kali Revisi, Perjalanan Ryan Adriandhy Menyempurnakan Naskah Jumbo
Setelah berkecimpung di dunia komika dan aktor, nama Ryan Adriandhy pelan-pelan mulai menjauh dari dunia layar kaca. Dia rupanya memilih fokus mendalami dunia animasi.
Ryan lantas berkuliah lagi di Rochester Institute of Technology mengambil gelar Master of Fine Arts – MFA, Film and Animation. Seusai lulus, dia ikut terlibat dalam beberapa film animasi di Indonesi, seperti film Nussa.
Adapun, film Prognosis yang menjadi tugas kuliahnya, berhasil memenangkan Piala Citra sebagai Film Animasi Pendek Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2020.
Kini, Ryan bersiap memulai babak baru. Satu film feature animasi pertanya, Jumbo, akan tayang pada momen Lebaran 2025 ini. Sebelum menontonnya di bioskop, yuk simak beberapa film animasi terbaik dan yang berpengaruh bagi hidup Ryan Adriandhy:
Satu film animasi yang paling disukai oleh sutradara Ryan Adriandhy adalah The Lion King. Lebih dari suka, film ini juga punya arti penting bagi hidup dan perjalanan kariernya sekarang. Ryan bercerita, The Lion King adalah film pertama yang ditontonnya di bioskop bersama orang tuanya dulu. Lewat film ini pula, dirinya pertama kali jatuh cinta pada dunia animasi, lalu secara konsisten menemukinya hingga sekarang.
The Lion King memang menjadi salah satu film animasi 90-an legendaris yang hingga kini masih laris. Pertama kali rilis pada 1994, film animasi Disney ini sukses di box office dan meraih berbagai penghargaan bergengsi. Tak ingin kisah Simba dilupakan begitu saja, Disney juga sempat membuat film remake The Lion King dengan animasi CGI pada 2019. Lalu, mereka juga membuat sekuel dari remake dengan judul Mufasa: The Lion King.
Film animasi ini bercerita tentang perjalanan hidup Simba, seekor anak singa yang ditakdirkan menjadi raja di tanah Pride Lands. Sepeninggal sang ayah, Mufasa, yang mati mendadak, Simba terjebak dalam rasa bersalah. Hal ini dipicu oleh sang paman yang jago manipulasi yang rupanya mengincar posisi raja. Dengan bantuan teman-temannya, Timon dan Pumbaa, Simbo belajar mengelola segalanya, termasuk menghadapi masa lalu dan merebut haknya kembali dari Scar.
Spirited Away merupakan film animasi produksi Studio Ghibli yang disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Film anime kedelapan yang diarahkan langsung oleh Miyazaki ini berhasil memenangkan piala Oscar 2003 dalam kategori Best Animated Feature dan menjadi film animasi pertama dan satu-satunya karya hand-drawn sekaligus film animasi non-Inggris yang memenangkan kategori tersebut.
Film ini juga banyak memenangkan penghargaan lainnya, serta masuk beragam daftar rekomendasi, seperti 50 film top untuk anak usia 14 dari British Film Institute, jajaran film terbaik di abad 21 versi BBC dan The New York Times, hingga sering kali dianggap film animasi terbaik yang pernah dibuat. Sebelum Spirited Away, Miyazaki telah mencetak berbagai film ikonis lainnya, seperti My Neighbor Totoro (1988) dan Kiki's Delivery Service (1989).
Film Spirited Away bercerita tentang Chihiro dan keluarganya yang pindah ke sebuah pedesaan kecil di Jepang. Namun, sesampainya di sana, mereka memutuskan berhenti di taman bermain yang sudah tidak layak pakai. Orang tua Chihiro mencium aroma makanan yang nikmat dan mereka akhirnya memutuskan makan sebentar. Tiba-tiba mereka berubah jadi babi. Chihiro pun panik dan bingung. Mereka tersesat di sebuah dunia aneh.
A Town Called Panic merupakan film animasi asal Prancis. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Stephane Aubier serta Vincent Patar ini berhasil melakukan penayangan perdana di Festival Film Cannes 2009 dan tercatat menjadi film stop motion pertama yang ditayangkan di festival tersebut. Film ini pun banyak mendapat pujian positif dari para kritikus film.
Film ini bercerita tentang si Koboi dan si Indian. Satu-satunya keinginan si Koboi dan si Indian adalah untuk mendapatkan ide cemerlang untuk ulang tahun Tuan Kuda. Namun, ketika rencana mereka berakhir dengan bencana total, mereka harus melakukan perjalanan keliling dunia dan kembali untuk memperbaikinya lagi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Beberapa kali, dia juga memakai teknik impersonasi (impersonate) yang memukau para penggemar stand up comedy. Setelah menjadi juara, Ryan beberapa kali mulai menjajal hal-hal baru, termasuk menjadi aktor.
Dia pun sempat menjadi aktor di web series Malam Minggu Miko yang digagas oleh sesama rekannya, Raditya Dika. Web series yang bertema komedi itu pun juga ikut melambungkan namanya. Dengan gaya mokumenter, Ryan mampu berperan apik di serial web tersebut.
Baca juga: 9 Kali Revisi, Perjalanan Ryan Adriandhy Menyempurnakan Naskah Jumbo
Setelah berkecimpung di dunia komika dan aktor, nama Ryan Adriandhy pelan-pelan mulai menjauh dari dunia layar kaca. Dia rupanya memilih fokus mendalami dunia animasi.
Ryan lantas berkuliah lagi di Rochester Institute of Technology mengambil gelar Master of Fine Arts – MFA, Film and Animation. Seusai lulus, dia ikut terlibat dalam beberapa film animasi di Indonesi, seperti film Nussa.
Adapun, film Prognosis yang menjadi tugas kuliahnya, berhasil memenangkan Piala Citra sebagai Film Animasi Pendek Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2020.
Kini, Ryan bersiap memulai babak baru. Satu film feature animasi pertanya, Jumbo, akan tayang pada momen Lebaran 2025 ini. Sebelum menontonnya di bioskop, yuk simak beberapa film animasi terbaik dan yang berpengaruh bagi hidup Ryan Adriandhy:
1. The Lion King (1994)
Satu film animasi yang paling disukai oleh sutradara Ryan Adriandhy adalah The Lion King. Lebih dari suka, film ini juga punya arti penting bagi hidup dan perjalanan kariernya sekarang. Ryan bercerita, The Lion King adalah film pertama yang ditontonnya di bioskop bersama orang tuanya dulu. Lewat film ini pula, dirinya pertama kali jatuh cinta pada dunia animasi, lalu secara konsisten menemukinya hingga sekarang.
The Lion King memang menjadi salah satu film animasi 90-an legendaris yang hingga kini masih laris. Pertama kali rilis pada 1994, film animasi Disney ini sukses di box office dan meraih berbagai penghargaan bergengsi. Tak ingin kisah Simba dilupakan begitu saja, Disney juga sempat membuat film remake The Lion King dengan animasi CGI pada 2019. Lalu, mereka juga membuat sekuel dari remake dengan judul Mufasa: The Lion King.
Film animasi ini bercerita tentang perjalanan hidup Simba, seekor anak singa yang ditakdirkan menjadi raja di tanah Pride Lands. Sepeninggal sang ayah, Mufasa, yang mati mendadak, Simba terjebak dalam rasa bersalah. Hal ini dipicu oleh sang paman yang jago manipulasi yang rupanya mengincar posisi raja. Dengan bantuan teman-temannya, Timon dan Pumbaa, Simbo belajar mengelola segalanya, termasuk menghadapi masa lalu dan merebut haknya kembali dari Scar.
2. Spirited Away (2001)
Spirited Away merupakan film animasi produksi Studio Ghibli yang disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Film anime kedelapan yang diarahkan langsung oleh Miyazaki ini berhasil memenangkan piala Oscar 2003 dalam kategori Best Animated Feature dan menjadi film animasi pertama dan satu-satunya karya hand-drawn sekaligus film animasi non-Inggris yang memenangkan kategori tersebut.
Film ini juga banyak memenangkan penghargaan lainnya, serta masuk beragam daftar rekomendasi, seperti 50 film top untuk anak usia 14 dari British Film Institute, jajaran film terbaik di abad 21 versi BBC dan The New York Times, hingga sering kali dianggap film animasi terbaik yang pernah dibuat. Sebelum Spirited Away, Miyazaki telah mencetak berbagai film ikonis lainnya, seperti My Neighbor Totoro (1988) dan Kiki's Delivery Service (1989).
Film Spirited Away bercerita tentang Chihiro dan keluarganya yang pindah ke sebuah pedesaan kecil di Jepang. Namun, sesampainya di sana, mereka memutuskan berhenti di taman bermain yang sudah tidak layak pakai. Orang tua Chihiro mencium aroma makanan yang nikmat dan mereka akhirnya memutuskan makan sebentar. Tiba-tiba mereka berubah jadi babi. Chihiro pun panik dan bingung. Mereka tersesat di sebuah dunia aneh.
3. A Town Called Panic (2009)
A Town Called Panic merupakan film animasi asal Prancis. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Stephane Aubier serta Vincent Patar ini berhasil melakukan penayangan perdana di Festival Film Cannes 2009 dan tercatat menjadi film stop motion pertama yang ditayangkan di festival tersebut. Film ini pun banyak mendapat pujian positif dari para kritikus film.
Film ini bercerita tentang si Koboi dan si Indian. Satu-satunya keinginan si Koboi dan si Indian adalah untuk mendapatkan ide cemerlang untuk ulang tahun Tuan Kuda. Namun, ketika rencana mereka berakhir dengan bencana total, mereka harus melakukan perjalanan keliling dunia dan kembali untuk memperbaikinya lagi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.