Logo Hari Film Nasional 2025. (Sumber gambar: Badan Perfilman Indonesia)

Badan Perfilman Indonesia Luncurkan Logo & Tema Hari Film Nasional 2025

12 March 2025   |   19:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Hari Film Nasional diperingati tanggal 30 Maret tiap tahunnya. Peringatan ini merujuk pada hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa yang disutradarai Usmar Ismail yakni pada 30 Maret 1950. Film itu dianggap sebagai tonggak bersejarah karena merupakan film panjang pertama yang disutradarai dan diproduksi oleh sineas Indonesia.

Peringatan Hari Film Nasional dibuat untuk merayakan keberagaman film-film lokal, sekaligus pemantik semangat untuk terus memperkuat ekosistem perfilman nasional. HFN diperingati untuk merayakan karya sinematik Indonesia serta mengenang perjalanan dan tokoh-tokoh penting dalam industri film Tanah Air.

Baca juga: Profil Tokoh-tokoh Penting Perfilman Nasional, Asrul Sani sampai Usmar Ismail

Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran industri film dalam membentuk identitas dan budaya bangsa. Termasuk, menghargai kontribusi penting para pelaku film Indonesia dalam memajukan perfilman nasional

Tahun ini, menjadi peringatan Hari Film Nasional yang ke-75 sejak pengambilan gambar pertama film Darah dan Doa, sekaligus menjadi peringatan yang ke-25 sejak ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pada 1999.

Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional (HFN) ke-75, Badan Perfilman Indonesia meluncurkan logo yang mencerminkan semangat kolaborasi dan persatuan dalam industri film Indonesia. Dengan mengusung tagline Sejuta Kisah Satu Indonesia, logo ini menggambarkan bahwa perfilman nasional adalah cita-cita bersama yang lahir dari kerja kolektif berbagai elemen masyarakat.

Mengutip dari situs resmi Badan Perfilman Indonesia (BPI), logo HFN 2025 menampilkan visual futuristik dengan elemen wajah yang tersusun dari titik-titik, menggambarkan keberagaman individu yang berkontribusi dalam membangun industri film.

Garis-garis dinamis yang mengiringi elemen tersebut melambangkan aliran cerita yang terus berkembang, menghubungkan sejarah, masa kini, dan masa depan perfilman Indonesia.

"Filosofi ini menegaskan bahwa film bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium yang memperkuat identitas bangsa, mengangkat kisah-kisah rakyat, serta menjembatani nilai-nilai budaya dalam skala nasional maupun global," kata Ketua Umum BPI Gunawan Paggaru.
 


Gunawan menjelaskan logo HFN 2025 merepresentasikan perjalanan panjang industri film Indonesia selama 75 tahun. Film, katanya, adalah bagian dari kehidupan dan sejarah bangsa. Setiap kisah yang diangkat dalam film Indonesia adalah potret kehidupan yang menyatukan masyarakat. 

Sementara itu, tagline Sejuta Kisah Satu Indonesia menegaskan bahwa film adalah ruang kolaborasi bagi semua pihak, baik itu filmmaker, penonton, akademisi, industri, maupun pemerintah, untuk bersama-sama memperjuangkan kemajuan perfilman nasional.

Dia menambahkan momentum perayaan HFN 2025 juga menjadi ajang refleksi terhadap peran film sebagai media diplomasi budaya yang memperkenalkan Indonesia ke dunia. Dengan semakin berkembangnya industri film nasional, baik melalui produksi independen, film komersial, maupun dokumenter, sinema Indonesia telah menjadi jendela bagi dunia untuk memahami kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat kita.

"Perayaan HFN ke-75 tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga mendorong berbagai inisiatif baru untuk memperkuat ekosistem perfilman di era digital," imbuhnya.

Gunawan mengatakan dengan peluncuran logo dan tagline HFN 2025 ini, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merayakan film sebagai bagian dari sejarah, budaya, dan masa depan Indonesia. Sebab, sejuta kisah yang lahir dari berbagai daerah, perspektif, dan pengalaman, lanjutnya, pada akhirnya menyatu dalam satu Indonesia yang kaya akan keberagaman dan semangat kebersamaan.

"HFN ke-75 tahun 2025 menjadi tonggak sejarah untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam membangun ekosistem film yang lebih berkelanjutan dan mendunia," ujarnya.

Untuk memperingati HFN 2025, BPI merancang dua program utama yakni Forum HFN dan Pasar Film Anak Muda. Selain itu, HFN juga akan memberikan apresiasi kepada film-film yang tidak hanya berhasil menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang relevan.

Gunawan menuturkan penghargaan tersebut mencerminkan semangat Sejuta Kisah Satu Indonesia, di mana setiap film yang menerima anugerah adalah cerminan dari keragaman budaya, kekayaan tradisi, dan nilai luhur bangsa. Dia menegaskan perfilman Indonesia harus terus berkembang sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang mengedepankan kolaborasi dan inovasi.

"HFN diharapkan menjadi titik tolak bagi industri film Indonesia agar semakin maju dan inklusif, melibatkan semua generasi dalam mewujudkan perfilman yang berdaya saing global," ucapnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

5 Alasan The Wheel of Time Season 3 Menarik Ditonton, Tayang 13 Maret di Prime Video

BERIKUTNYA

Cara Cerdas Kelola THR Agar Tak Cepat Habis Saat Libur Lebaran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga