Hypereport: Yovie Widianto Bicara soal Kesejahteraan Para Pekerja Kreatif
11 March 2025 |
22:02 WIB
Mengawali masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia Ke-8, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Menariknya, sejumlah utusan dan staf khusus Presiden terdiri dari figur publik kenamaan Tanah Air, seperti aktris dan musisi serta pekerja seni lainnya.
Salah satunya Yovie Widianto yang ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf). Pelantikannya didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 75/M Tahun 2024 tentang Pengangkatan Staf Khusus Presiden.
Baca juga laporan terkait:
Sepanjang karier bermusiknya, Yovie juga telah menciptakan banyak lagu untuk penyanyi-penyanyi Indonesia, serta menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di dunia musik. Beberapa di antaranya seperti Lifetime Achievement Award di Anugerah Musik Indonesia 2018 dan Best Composer di Mnet Asian Music Awards 2020.
Melalui peran barunya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie memaparkan tugasnya yang akan memberikan masukan-masukan mengenai strategi untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan berbagai subsektor di dalamnya.
"Tugasnya nanti memberi masukan tentang bagaimana industri kreatif ini berjalan seperti apa, bagaimana strateginya, dan lain-lain, semoga bisa membantu akselerasi pemberdayaan ekonomi kreatif,” katanya dalam pidato pelantikannya sebagai Stafsus Presiden bidang Ekonomi Kreatif di Istana Negara, Jakarta.
Lebih lanjut Yovie memaparkan, masukan itu juga akan diberikan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang sekarang dipimpin Teuku Riefky Harsya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa berbagai saran dan masukan juga bakal ditujukan kepada kementerian di sektor lain. Sebab, dia menilai ekonomi kreatif adalah isu lintas sektor sehingga butuh koordinasi dengan berbagai kementerian.
Tugasnya sebagai Staf Khusus Presiden juga akan didampingi oleh sebuah tim yang terdiri dari 15 orang, yakni lima orang asisten dan sepuluh pembantu asisten. Para anggotanya merupakan orang-orang yang memiliki kapasitas dalam industri kreatif, mulai dari praktisi hingga ahli.
Mengenai penugasan yang diberikan Presiden Prabowo, menurutnya, masih berkaitan dengan bidang yang digelutinya selama 40 dekade dia berkarier. Berbekal pengalamannya tersebut, dia berharap bisa membantu pemerintahan dalam memberdayakan ekonomi kreatif.
“Sudah 40 tahun saya di industri ini, jadi tahu bagaimana parameter negara-negara sahabat kita, dengan Singapura dan Korea Selatan selama ini pernah bekerja sama juga, mungkin nanti bisa mempercepat pemberdayaan ini,” lanjutnya.
Ekonomi kreatif sendiri memiliki 17 subsektor seperti musik, fesyen, kuliner, dan lainnya yang diakui dunia. Menurutnya, tinggal bagaimana caranya bidang-bidang tersebut bisa dimonetisasi dengan baik sehingga bermanfaat untuk para pelaku ekonominya.
Adapun, Kemenekraf sebelumnya juga telah menyampaikan capaian dan target yang akan dicapai pada 2029 . Hal ini sebagai upaya menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, mengungkap capaian-capaian sektor ekonomi kreatif dalam 10 tahun ke belakang yang menunjukan tren positif.
"Tahun ini ekraf memberikan nilai ekspor ekonomi kreatif berada pada angka berkisar Rp396,18 triliun-Rp401,61 triliun, ini menunjukkan angka yang tumbuh signifikan dari tahun sebelumnya," kata Teuku Riefky, dikutip dari laman resminya.
Sementara itu, untuk nilai tambah ekraf pada 2024 mencapai Rp1.502,77 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.417,69 triliun. Penyerapan tenaga kerja ekonomi kreatif juga ada peningkatan dari jumlah yang sebelumnya 24,92 juta menjadi 26,47 juta orang pada 2024.
Capaian tersebut mencerminkan peran strategis ekonomi kreatif dalam mendukung pertumbuhan ekspor, produk domestik bruto, dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Kedepannya, dia memaparkan target-target yang akan dicapai pada 2029. Beberapa di antaranya seperti PDB Ekraf yang diproyeksikan mencapai 8,37 persen, sesuai yang tertulis pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dengan indikator pertumbuhan ekspor ekraf sebesar 5,96 persen, penyerapan tenaga kerja ekraf sebanyak 27.66 juta orang, dan pertumbuhan investasi ekraf sebesar 8,08 persen.
Baca juga: Hypereport: Menilik Rekam Jejak Figur Publik di Pemerintahan
Selama menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif, isu yang menjadi perhatian Yovie Widianto adalah kesejahteraan para pekerja kreatif. Mereka merupakan salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional, tapi sampai sekarang masih dihadapkan tantangan besar dalam memperoleh perlindungan kerja dan kesejahteraan pada hari tua.
Menjawab problematika tersebut, dia menginisiasi pertemuan strategis antara pekerja kreatif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait di Kementerian Sekretariat Negara pada Kamis (6/3/2025). Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk dukungan negara bagi para pelaku pekerja kreatif agar mereka dapat berkarya dengan lebih aman dan hidup sejahtera.
“Ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan untuk perekonomian nasional, namun ironisnya, para pekerja kreatif di industri ini masih minim perlindungan sosial,” kata Yovie.
Pertemuan tersebut membahas sinergi antar-lembaga guna memperkuat perlindungan bagi para pekerja kreatif. Selain itu, juga membahas urgensi peningkatan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Pada 2021, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan program jaminan sosial Ketenagakerjaan dan bantuan beasiswa kepada ahli waris musisi Arry Syaff (vokalis band Cockpit) yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit lambung.
Selain santunan Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang jumlahnya mencapai puluhan juta, almarhum juga mendapat manfaat Jaminan Pensiun (JP) yang akan diberikan secara berkala setiap bulannya. Bantuan beasiswa juga diberikan kepada dua orang anak almarhum hingga lulus Perguruan Tinggi.
Penerima manfaat lainnya, ada istri almarhum Anwar Tess, seorang musisi senior yang telah menerima santunan jaminan kematian (JKM). Selain itu, juga anak atau saudara dari almarhum musisi senior Deddie Rosman.
Saat ini sejumlah musisi dan seniman juga telah bergabung dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk RAN, HIVI!, Kahitna, Maliq & D’Essentials, serta Melly Goeslaw. Para pekerja kreatif sudah bisa mendaftar lewat website, aplikasi, dan datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Dengan banyaknya musisi dan seniman penerima jaminan sosial, diharapkan kesejahteraan mereka makin terjamin di usia senja.
Ketua Umum Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Ikhsan Raharjo yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah Yovie Widianto dalam melindungi pekerja kreatif. Menurutnya, dalam sepuluh tahun terakhir ini negara belum hadir secara penuh mendampingi pekerja kreatif.
“Dengan pendaftaran (BPJS Ketenagakerjaan) yang mudah, ini merupakan suatu hal positif, namun belum cukup untuk meningkatkan jumlah kepesertaan pekerja kreatif yang kebanyakan freelancer atau sektor informal, selain itu juga sulit kalau hanya mengandalkan inisiatif pekerja kreatif karena mereka suka lupa bayar iuran secara mandiri," katanya.
Oleh karenanya, SINDIKASI mengembangkan strategi dalam tiga tahun terakhir melalui pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara serikat pekerja dan pemberi kerja yang mencakup ketentuan mengenai perlindungan jaminan sosial. Melalui PKB ini, dipastikan bahwa iuran jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, ditanggung sepenuhnya oleh pemberi kerja tanpa memotong upah pekerja.
"Sampai saat ini SINDIKASI sudah memiliki 2 PKB, dengan jumlah 200-an pekerja kreatif," ujar Ikhsan.
Terakhir, Yovie berharap pertemuan antara pekerja kreatif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, bisa menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan jaminan sosial bagi pejuang kreatif serta memastikan keberlanjutan kesejahteraan mereka.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, serta industri kreatif, diharapkan para pekerja bisa lebih produktif.
Baca juga: Hypereport: Daftar 10 Artis Dunia Berkiprah di Pemerintahan, Anggota Dewan hingga Presiden
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menariknya, sejumlah utusan dan staf khusus Presiden terdiri dari figur publik kenamaan Tanah Air, seperti aktris dan musisi serta pekerja seni lainnya.
Salah satunya Yovie Widianto yang ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf). Pelantikannya didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 75/M Tahun 2024 tentang Pengangkatan Staf Khusus Presiden.
Baca juga laporan terkait:
- Hypereport: Cerita Ahmad Dhani-Giring Ganesha Mengurusi Musik & Budaya Lewat Regulasi
- Hypereport: Cerita Rieke Diah Pitaloka Soroti #KaburAjaDulu hingga Pentingnya Data Nasional
Sepanjang karier bermusiknya, Yovie juga telah menciptakan banyak lagu untuk penyanyi-penyanyi Indonesia, serta menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di dunia musik. Beberapa di antaranya seperti Lifetime Achievement Award di Anugerah Musik Indonesia 2018 dan Best Composer di Mnet Asian Music Awards 2020.
"Tugasnya nanti memberi masukan tentang bagaimana industri kreatif ini berjalan seperti apa, bagaimana strateginya, dan lain-lain, semoga bisa membantu akselerasi pemberdayaan ekonomi kreatif,” katanya dalam pidato pelantikannya sebagai Stafsus Presiden bidang Ekonomi Kreatif di Istana Negara, Jakarta.
Lebih lanjut Yovie memaparkan, masukan itu juga akan diberikan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang sekarang dipimpin Teuku Riefky Harsya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa berbagai saran dan masukan juga bakal ditujukan kepada kementerian di sektor lain. Sebab, dia menilai ekonomi kreatif adalah isu lintas sektor sehingga butuh koordinasi dengan berbagai kementerian.
Tugasnya sebagai Staf Khusus Presiden juga akan didampingi oleh sebuah tim yang terdiri dari 15 orang, yakni lima orang asisten dan sepuluh pembantu asisten. Para anggotanya merupakan orang-orang yang memiliki kapasitas dalam industri kreatif, mulai dari praktisi hingga ahli.
Mengenai penugasan yang diberikan Presiden Prabowo, menurutnya, masih berkaitan dengan bidang yang digelutinya selama 40 dekade dia berkarier. Berbekal pengalamannya tersebut, dia berharap bisa membantu pemerintahan dalam memberdayakan ekonomi kreatif.
“Sudah 40 tahun saya di industri ini, jadi tahu bagaimana parameter negara-negara sahabat kita, dengan Singapura dan Korea Selatan selama ini pernah bekerja sama juga, mungkin nanti bisa mempercepat pemberdayaan ini,” lanjutnya.

Musisi & Pianis Yovie Widianto (Sumber gambar: Bisnis/Himawan L Nugraha)
Adapun, Kemenekraf sebelumnya juga telah menyampaikan capaian dan target yang akan dicapai pada 2029 . Hal ini sebagai upaya menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, mengungkap capaian-capaian sektor ekonomi kreatif dalam 10 tahun ke belakang yang menunjukan tren positif.
"Tahun ini ekraf memberikan nilai ekspor ekonomi kreatif berada pada angka berkisar Rp396,18 triliun-Rp401,61 triliun, ini menunjukkan angka yang tumbuh signifikan dari tahun sebelumnya," kata Teuku Riefky, dikutip dari laman resminya.
Capaian tersebut mencerminkan peran strategis ekonomi kreatif dalam mendukung pertumbuhan ekspor, produk domestik bruto, dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Kedepannya, dia memaparkan target-target yang akan dicapai pada 2029. Beberapa di antaranya seperti PDB Ekraf yang diproyeksikan mencapai 8,37 persen, sesuai yang tertulis pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dengan indikator pertumbuhan ekspor ekraf sebesar 5,96 persen, penyerapan tenaga kerja ekraf sebanyak 27.66 juta orang, dan pertumbuhan investasi ekraf sebesar 8,08 persen.
Baca juga: Hypereport: Menilik Rekam Jejak Figur Publik di Pemerintahan
Kesejahteraan Pekerja kreatif
Menjawab problematika tersebut, dia menginisiasi pertemuan strategis antara pekerja kreatif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait di Kementerian Sekretariat Negara pada Kamis (6/3/2025). Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk dukungan negara bagi para pelaku pekerja kreatif agar mereka dapat berkarya dengan lebih aman dan hidup sejahtera.
“Ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan untuk perekonomian nasional, namun ironisnya, para pekerja kreatif di industri ini masih minim perlindungan sosial,” kata Yovie.
Pertemuan tersebut membahas sinergi antar-lembaga guna memperkuat perlindungan bagi para pekerja kreatif. Selain itu, juga membahas urgensi peningkatan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Pada 2021, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan program jaminan sosial Ketenagakerjaan dan bantuan beasiswa kepada ahli waris musisi Arry Syaff (vokalis band Cockpit) yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit lambung.
Selain santunan Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang jumlahnya mencapai puluhan juta, almarhum juga mendapat manfaat Jaminan Pensiun (JP) yang akan diberikan secara berkala setiap bulannya. Bantuan beasiswa juga diberikan kepada dua orang anak almarhum hingga lulus Perguruan Tinggi.
Penerima manfaat lainnya, ada istri almarhum Anwar Tess, seorang musisi senior yang telah menerima santunan jaminan kematian (JKM). Selain itu, juga anak atau saudara dari almarhum musisi senior Deddie Rosman.
Saat ini sejumlah musisi dan seniman juga telah bergabung dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk RAN, HIVI!, Kahitna, Maliq & D’Essentials, serta Melly Goeslaw. Para pekerja kreatif sudah bisa mendaftar lewat website, aplikasi, dan datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Dengan banyaknya musisi dan seniman penerima jaminan sosial, diharapkan kesejahteraan mereka makin terjamin di usia senja.
Ketua Umum Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Ikhsan Raharjo yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah Yovie Widianto dalam melindungi pekerja kreatif. Menurutnya, dalam sepuluh tahun terakhir ini negara belum hadir secara penuh mendampingi pekerja kreatif.
“Dengan pendaftaran (BPJS Ketenagakerjaan) yang mudah, ini merupakan suatu hal positif, namun belum cukup untuk meningkatkan jumlah kepesertaan pekerja kreatif yang kebanyakan freelancer atau sektor informal, selain itu juga sulit kalau hanya mengandalkan inisiatif pekerja kreatif karena mereka suka lupa bayar iuran secara mandiri," katanya.
Oleh karenanya, SINDIKASI mengembangkan strategi dalam tiga tahun terakhir melalui pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara serikat pekerja dan pemberi kerja yang mencakup ketentuan mengenai perlindungan jaminan sosial. Melalui PKB ini, dipastikan bahwa iuran jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, ditanggung sepenuhnya oleh pemberi kerja tanpa memotong upah pekerja.
"Sampai saat ini SINDIKASI sudah memiliki 2 PKB, dengan jumlah 200-an pekerja kreatif," ujar Ikhsan.
Terakhir, Yovie berharap pertemuan antara pekerja kreatif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, bisa menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan jaminan sosial bagi pejuang kreatif serta memastikan keberlanjutan kesejahteraan mereka.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, serta industri kreatif, diharapkan para pekerja bisa lebih produktif.
Baca juga: Hypereport: Daftar 10 Artis Dunia Berkiprah di Pemerintahan, Anggota Dewan hingga Presiden
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.