Ilustrasi (Dok. Pexels)

Hindari 9 Hal Ini untuk Mencegah Asam Lambung Kambuh

06 September 2021   |   21:35 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Buat kamu penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung, pasti tidak nyaman bukan ketika rasa mual, mulas, dan dada atau tenggorokan seperti terbakar. Apalagi jika kondisi ini berlangsung lama hingga menganggu aktivitas.

Mengutip situs kesehaan Alodokter, GERD merupakan kondisi ketika melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah. Normalnya, katup ini akan terbuka untuk memungkinkan makanan serta minuman masuk menuju lambung dan dicerna. 

Setelah makanan atau minuman masuk ke lambung, katup ini akan tertutup kencang guna mencegah isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Namun pada penderita katup ini melemah sehingga tidak dapat menutup dengan baik. Hal ini mengakibatkan isi lambung yang berisi makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan.

Melansir Healthline, ada sejumlah cara alami untuk mengurangi refluks asam lambung ini, berikut di antaranya

1. Jangan makan berlebihan.
Selain karena katup kerongkongan melemah, refluks asam lambung juga dapat terjadi ketika ada terlalu banyak tekanan pada otot dan menyebabkan asam masuk melalui lubang.

Tidak mengherankan, sebagian besar gejala refluks terjadi setelah makan. Makan berlebihan juga dapat memperburuk gejala refluks loh. Jadi kalau makan hindari dalam porsi besar ya.

2. Diet rendah karbohidrat
Para ilmuwan menduga bahwa karbohidrat yang tidak tercerna dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan dan peningkatan tekanan di dalam perut. Beberapa bahkan berspekulasi ini penyebab paling umum dari refluks asam lambung.

Studi menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri yang berlebihan disebabkan oleh gangguan pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Oleh karena itu, banyaknya karbohidrat yang tidak tercerna dalam sistem pencernaan membuat kamu kembung. Itu juga cenderung membuat kamu lebih sering bersendawa. 

Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat memperbaiki gejala refluks. Selain itu, pengobatan antibiotik dapat secara signifikan mengurangi refluks asam lambung dengan mengurangi jumlah bakteri penghasil gas.

3. Menurunkan berat badan
Diafragma adalah otot yang terletak di atas perut. Pada orang sehat, diafragma secara alami memperkuat sfingter esofagus bagian bawah.

Jika kamu memiliki terlalu banyak lemak perut, tekanan di perut mungkin menjadi sangat tinggi sehingga sfingter esofagus bagian bawah terdorong ke atas, menjauh dari penyangga diafragma. Kondisi ini dikenal sebagai hernia hiatus. Hernia hiatus adalah alasan utama orang gemuk dan wanita hamil memiliki peningkatan risiko refluks dan mulas.

Beberapa penelitian observasional menunjukkan bahwa kelebihan berat badan di daerah perut meningkatkan risiko GERD ini. Menurunkan berat badan harus menjadi salah satu prioritas kamu jika menderita penyakit asam lambung tersebut.

4. Batasi asupan alkohol
Minum alkohol dapat meningkatkan keparahan refluks asam dan mulas. Ini memperburuk gejala dengan meningkatkan asam lambung, mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, dan mengganggu kemampuan kerongkongan untuk membersihkan dirinya dari asam.

5. Jangan minum kopi berlebihan 
Studi menunjukkan bahwa kopi untuk sementara melemahkan sfingter esofagus bagian bawah dan meningkatkan risiko refluks asam. 

Beberapa bukti menunjukkan kafein sebagai kemungkinan penyebabnya. Mirip dengan kopi, kafein melemahkan sfingter esofagus bagian bawah. Selain itu, minum kopi tanpa kafein telah terbukti mengurangi refluks dibandingkan dengan kopi biasa. 

Sementara itu, sebuah studi tidak menemukan efek samping ketika pasien refluks asam lambung mengonsumsi kopi tepat setelah makan. Namun, kopi meningkatkan durasi episode refluks di antara waktu makan.

6. Kunyah permen karet
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet mengurangi keasaman di kerongkongan. Permen karet mengandung bikarbonat dan meningkatakan produksi air liur yang dapat membantu membersihkan kerongkongan dari asam.

7. Hindari bawang mentah
Makan makanan yang mengandung bawang mentah secara signifikan meningkatkan mulas, refluks asam, dan sendawa.

Bersendawa menunjukkan bahwa lebih banyak gas yang dihasilkan karena tingginya jumlah serat yang dapat difermentasi dalam bawang.Bawang mentah juga dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, menyebabkan mulas yang memburuk.

8. Batasi minuman berkarbonasi
Pasien dengan GERD terkadang disarankan untuk membatasi asupan minuman berkarbonasi karena dapat meningkatkan gejala refluks asam.

Penelitian terkontrol juga menunjukkan bahwa minum air berkarbonasi atau cola untuk sementara melemahkan sfingter esofagus bagian bawah, dibandingkan dengan minum air putih.

Alasan utamanya adalah gas karbon dioksida dalam minuman berkarbonasi, yang menyebabkan orang lebih sering bersendawa, efek yang dapat meningkatkan jumlah asam yang keluar ke kerongkongan. 

9. Jangan minum jus jeruk
Dalam sebuah penelitian terhadap 400 pasien GERD, 72 persen melaporkan bahwa jus jeruk atau jeruk bali memperburuk gejala refluks asam lambung mereka.

Keasaman buah jeruk tampaknya bukan satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap efek ini. Jus jeruk dengan pH netral juga memperburuk gejala.  Jus jeruk mungkin tidak melemahkan sfingter esofagus bagian bawah, namun mengiritasi lapisan kerongkongan.

Editor; Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Young K Ungkap Proses Pembuatan Album Debut Solo Eternal 

BERIKUTNYA

Intip Realita Kehidupan Wajib Militer dalam Serial Drakor D.P

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: