Jenama Fesyen Muslim Shalu Nisabila Bagikan Kiat Suskes Berbisnis di Momen Ramadan
28 February 2025 |
07:15 WIB
Selain berbenah diri meningkatkan kualitas ibadah, memerhatikan penampilan juga penting dilakukan oleh umat muslim dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah. Maka tak heran banyak orang mulai belanja produk mode, mulai dari busana muslim sampai perlengkapan ibadah.
Terlebih pada bulan suci ini, akan ada banyak momen silaturahmi mulai dari ruwahan atau munggahan, buka puasa bersama, sampai lebaran dan halalbihalal yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang sehingga penampilan menjadi penting.
Berdasarkan laporan Ramadan 2025 Industry Insights Indonesia oleh TikTok, 48 persen penggunanya berencana membeli lebih banyak produk mode untuk digunakan saat buka puasa bersama dan berlebaran. Keputusan membeli produk mode tersebut, sebanyak 87 persen didasarkan atas perencanaan matang khusus menyambut bulan suci ramadan.
Baca juga: Busana Muslim Songket Palembang sampai Gaya Kerajaan Turki Karya Dian Pelangi
Bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran, jenama fashion muslim Shalu Nisabila meluncurkan Raya Collection khusus para muslimah yang ingin tampil trendi namun tetap syari.
Mengusung tema Floraison of Hope: Petals of Promise, koleksi busana spesial Hari Raya tersebut menggambarkan esensi kehidupan ibu muda mengusung harapan baru bak aroma segar bunga dengan jalinan keindahan kasih sayang serupa gambaran halus keindahan alam.
"Pada Raya Collection tahun ini, Shalu Nisabila banyak mengeksplorasi motif floral dengan warna-warna sedang menjadi tren seperti burgundy, emerald green, dan mocha moss sehingga berbeda dari koleksi sebelumnya yang lebih didominasi motif monogram sederhana," ujar Owner Shalu Nisabila, Eri Prima.
Koleksi busananya terdiri dari enam looks, di antaranya empat dress dan dua setelan celana-blus dalam empat warna dan lima ukuran dari S hingga XXL.
Keenam busana tersebut sangat serasi menemani beragam kegiatan sepanjang ramadan karena siluetnya tampak dinamis sesuai dengan semangat ibu muda dalam menjalani karir dan rumah tangga.
Meskipun punya segudang kegiatan, para ibu muda tak perlu risau dengan keterbatasan ruang gerak lantaran koleksi busana muslim ini menggunakan material berkualitas premium dengan teknologi anti-UV sehingga membuat nyaman bergerak di luar ruangan sekalipun.
Ditambah lagi, penerapan teknologi printing asal Jepang memastikan warnanya tidak mudah pudar meski dicuci berkali-kali. Selain itu, materialnya pun bebas zat berbahaya sehingga ramah terhadap anak.
Mulai dari perencanaan awal, mereka enggan mengerjakannya dengan setengah-setengah. Sampai ke tahap finishing-nya pun telah melewati pemeriksaan secara ketat agar hasilnya rapi, sesuai dengan tagline mereka "Tailored to Perfection".
Sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jenama fashion muslim penyandang merek dagang gabungan dari nama putri mereka, Shalula, serta merek rintisan Annisa bernama Nisabila tersebut, berharap bisa memberdayakan ekonomi lokal.
Mereka ingin membuka lebih banyak lagi lapangan kerja dari para perajin lokal dan masyarakat sekitar dengan mengubah arah pangsa pasar luar negeri.
"Dengan strategi baru di tahun ini, kami ingin berekspansi menyasar pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, hingga Eropa dengan membawa koleksi-koleksi busana dengan sentuhan khas Indonesia," ujar Eri.
Melalui produk-produk busanan muslimnya, dia ingin mengenalkan ragam kultur budaya Indonesia. Dengan demikian bisa mengangkat fesyen lokal di kancah internasional.
Sejak kali pertama merger pada 2017 di bawah naungan PT. Niskala Atelieri Group, Shalu Nisabila telah melakukan banyak penyesuaian, mulai dari mengubah haluan penjualan. Sebelumnya mereka hanya fokus pada business-to-business, lalu melebar pada business-to-consumer dengan mengeluarkan koleksi eksklusif, menggunakan pemasaran digital, dan menjalin kemitraan strategis.
Dengan begitu, lanjut Eri, terbukti Shalu Nisabila kini bisa memperoleh banyak konsumen loyal bahkan sampai dari luar negeri. Baginya, membangun loyalitas pelanggan merupakan salah satu cara ampuh agar UMKM tetap dapat terus tumbuh di tengah situasi sulit ekonomi.
Berdasarkan Pricewaterhouse Coopers (PWC) 2024 MSME Survey, lebih dari 50 persen UMKM di seluruh dunia mengalami penurunan penjualan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya daya beli konsumen.
Meski begitu, UMKM Indonesia masih menjadi pilar penting penyangga sekaligus penyokong ekonomi dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen atau tertinggi se-Asia Tenggara.
Oleh karenanya, Eri yakin jenamanya bisa percaya diri menatap strategi baru menyasar pasar luar negeri. “Kami optimistis bisa mencapai target dan berkontribusi bagi negeri," katanya.
Lebih lanjut, dia memaparkan, Shalu Nisabila selalu membuka diri terhadap peluang-peluang kolaborasi. Sebab, masa saling bersaing sudah berganti jadi saling berkolaborasi.
Baca juga: Kunci Sukses Bisnis Kuliner Anti Gagal Menurut Pakar Marketing
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Terlebih pada bulan suci ini, akan ada banyak momen silaturahmi mulai dari ruwahan atau munggahan, buka puasa bersama, sampai lebaran dan halalbihalal yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang sehingga penampilan menjadi penting.
Berdasarkan laporan Ramadan 2025 Industry Insights Indonesia oleh TikTok, 48 persen penggunanya berencana membeli lebih banyak produk mode untuk digunakan saat buka puasa bersama dan berlebaran. Keputusan membeli produk mode tersebut, sebanyak 87 persen didasarkan atas perencanaan matang khusus menyambut bulan suci ramadan.
Baca juga: Busana Muslim Songket Palembang sampai Gaya Kerajaan Turki Karya Dian Pelangi
Koleksi busana Floraison of Hope: Petals of Promise (Sumber Foto: Shalu Nisabila)
Bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran, jenama fashion muslim Shalu Nisabila meluncurkan Raya Collection khusus para muslimah yang ingin tampil trendi namun tetap syari.
Mengusung tema Floraison of Hope: Petals of Promise, koleksi busana spesial Hari Raya tersebut menggambarkan esensi kehidupan ibu muda mengusung harapan baru bak aroma segar bunga dengan jalinan keindahan kasih sayang serupa gambaran halus keindahan alam.
"Pada Raya Collection tahun ini, Shalu Nisabila banyak mengeksplorasi motif floral dengan warna-warna sedang menjadi tren seperti burgundy, emerald green, dan mocha moss sehingga berbeda dari koleksi sebelumnya yang lebih didominasi motif monogram sederhana," ujar Owner Shalu Nisabila, Eri Prima.
Koleksi busananya terdiri dari enam looks, di antaranya empat dress dan dua setelan celana-blus dalam empat warna dan lima ukuran dari S hingga XXL.
Keenam busana tersebut sangat serasi menemani beragam kegiatan sepanjang ramadan karena siluetnya tampak dinamis sesuai dengan semangat ibu muda dalam menjalani karir dan rumah tangga.
Look koleksi Floraison of Hope: Petals of Promise (Sumber Foto: Shalu Nisabila)
Meskipun punya segudang kegiatan, para ibu muda tak perlu risau dengan keterbatasan ruang gerak lantaran koleksi busana muslim ini menggunakan material berkualitas premium dengan teknologi anti-UV sehingga membuat nyaman bergerak di luar ruangan sekalipun.
Ditambah lagi, penerapan teknologi printing asal Jepang memastikan warnanya tidak mudah pudar meski dicuci berkali-kali. Selain itu, materialnya pun bebas zat berbahaya sehingga ramah terhadap anak.
Kiat Sukses Berbisnis di Momen Ramadan
Adapun jenama Shalu Nisabila didirikan oleh Couplepreneur Eri Prima dan Annisa Rahmi yang merupakan suami istri. Pasangan tersebut sangat serius dalam menggarap setiap busana dari koleksi Hari Raya terbarunya.Mulai dari perencanaan awal, mereka enggan mengerjakannya dengan setengah-setengah. Sampai ke tahap finishing-nya pun telah melewati pemeriksaan secara ketat agar hasilnya rapi, sesuai dengan tagline mereka "Tailored to Perfection".
Eri Prima dan Annisa Rahmi (Sumber Foto: Shalu Nisabila)
Sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jenama fashion muslim penyandang merek dagang gabungan dari nama putri mereka, Shalula, serta merek rintisan Annisa bernama Nisabila tersebut, berharap bisa memberdayakan ekonomi lokal.
Mereka ingin membuka lebih banyak lagi lapangan kerja dari para perajin lokal dan masyarakat sekitar dengan mengubah arah pangsa pasar luar negeri.
"Dengan strategi baru di tahun ini, kami ingin berekspansi menyasar pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, hingga Eropa dengan membawa koleksi-koleksi busana dengan sentuhan khas Indonesia," ujar Eri.
Melalui produk-produk busanan muslimnya, dia ingin mengenalkan ragam kultur budaya Indonesia. Dengan demikian bisa mengangkat fesyen lokal di kancah internasional.
Sejak kali pertama merger pada 2017 di bawah naungan PT. Niskala Atelieri Group, Shalu Nisabila telah melakukan banyak penyesuaian, mulai dari mengubah haluan penjualan. Sebelumnya mereka hanya fokus pada business-to-business, lalu melebar pada business-to-consumer dengan mengeluarkan koleksi eksklusif, menggunakan pemasaran digital, dan menjalin kemitraan strategis.
Dengan begitu, lanjut Eri, terbukti Shalu Nisabila kini bisa memperoleh banyak konsumen loyal bahkan sampai dari luar negeri. Baginya, membangun loyalitas pelanggan merupakan salah satu cara ampuh agar UMKM tetap dapat terus tumbuh di tengah situasi sulit ekonomi.
Berdasarkan Pricewaterhouse Coopers (PWC) 2024 MSME Survey, lebih dari 50 persen UMKM di seluruh dunia mengalami penurunan penjualan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya daya beli konsumen.
Meski begitu, UMKM Indonesia masih menjadi pilar penting penyangga sekaligus penyokong ekonomi dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen atau tertinggi se-Asia Tenggara.
Oleh karenanya, Eri yakin jenamanya bisa percaya diri menatap strategi baru menyasar pasar luar negeri. “Kami optimistis bisa mencapai target dan berkontribusi bagi negeri," katanya.
Lebih lanjut, dia memaparkan, Shalu Nisabila selalu membuka diri terhadap peluang-peluang kolaborasi. Sebab, masa saling bersaing sudah berganti jadi saling berkolaborasi.
Baca juga: Kunci Sukses Bisnis Kuliner Anti Gagal Menurut Pakar Marketing
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.