Ramadan 2025 Dorong Lonjakan Belanja Online, Pelaku Usaha Raih Peluang Emas
26 February 2025 |
18:30 WIB
Menjelang Ramadan 2025, tren belanja online di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Bulan suci ini selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat, termasuk para pelaku usaha yang melihat lonjakan permintaan di berbagai kategori produk. Platform e-commerce pun menjadi andalan konsumen dalam memenuhi kebutuhan pada bulan ini.
Menurut data dari Tokopedia dan ShopTokopedia, kategori Makanan dan Minuman menjadi salah satu yang paling diminati. Di Tokopedia, daging segar tercatat sebagai produk paling laris, sementara di ShopTokopedia, camilan seperti kurma banyak dicari.
Selain kebutuhan pangan, kategori Elektronik juga mengalami peningkatan permintaan. Di Tokopedia, pendingin ruangan seperti AC menjadi pilihan utama konsumen, sedangkan di ShopTokopedia, pompa galon listrik lebih banyak diminati.
Baca juga: 5 Ide Bisnis Sampingan Menjanjikan untuk Menyambut Ramadan 2025
Selain itu, kategori lain yang mencatatkan lonjakan permintaan jelang Ramadan antara lain perlengkapan rumah tangga seperti alat masak, rak serbaguna, hingga alat kebersihan. Produk fesyen muslim seperti mukena, sarung, hijab, dan pakaian muslim wanita pun mengalami peningkatan permintaan.
Sementara itu, produk kecantikan dan perawatan diri seperti produk perawatan kulit dan alat styling rambut ikut terkerek naik. Termasuk produk elektronik dan eralatan dapur seperti blender serta peralatan membuat konten video seperti ring light dan tripod.
Menariknya, permintaan terhadap perlengkapan umrah mengalami lonjakan hampir sembilan kali lipat dibandingkan hari biasa, seiring dengan meningkatnya jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.
"Jumlah penjual pada periode menjelang Ramadan 2025 biasanya secara rata-rata akan naik sekitar 40%," ujar Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan.
Bagi pelaku usaha, Ramadan merupakan peluang emas untuk meningkatkan penjualan dengan strategi yang tepat. Meningkatkan visibilitas produk melalui platform digital dan memanfaatkan tren belanja berbasis konten menjadi langkah yang efektif.
Haykal Kamil, CEO Kals Corpora yang menaungi brand ZM Zaskia Mecca, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam kampanye Ramadan tahun sebelumnya berhasil meningkatkan penjualan hingga lima kali lipat.
Tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, kreator konten seperti Ma’e Arik juga merasakan dampak positif. Dengan memanfaatkan live streaming di TikTok sebagai affiliate content, pendapatannya mengalami peningkatan yang signifikan.
Melihat peluang ini, banyak pelaku usaha kini berupaya memahami strategi pemasaran yang lebih efektif selama Ramadan. Program edukasi bisnis daring menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mengoptimalkan pertumbuhan bisnis di tengah lonjakan permintaan.
Dengan pendekatan yang tepat, pelaku usaha dapat memaksimalkan potensi pasar yang semakin berkembang selama periode Ramadan, menjadikannya momen krusial untuk meningkatkan omzet dan memperluas jangkauan bisnis.
Tren belanja berbasis konten terus berkembang, terutama melalui video pendek dan live streaming yang semakin berpengaruh dalam keputusan pembelian konsumen. Produk seperti lighting, tripod, dan ring light menjadi laris karena semakin banyaknya kreator konten yang memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan interaksi dengan audiens mereka.
Dengan meningkatnya permintaan dan semakin banyaknya peluang yang tersedia, Ramadan 2025 diprediksi akan menjadi momen yang menjanjikan bagi berbagai sektor bisnis, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar dan meningkatkan penjualan secara signifikan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Menurut data dari Tokopedia dan ShopTokopedia, kategori Makanan dan Minuman menjadi salah satu yang paling diminati. Di Tokopedia, daging segar tercatat sebagai produk paling laris, sementara di ShopTokopedia, camilan seperti kurma banyak dicari.
Selain kebutuhan pangan, kategori Elektronik juga mengalami peningkatan permintaan. Di Tokopedia, pendingin ruangan seperti AC menjadi pilihan utama konsumen, sedangkan di ShopTokopedia, pompa galon listrik lebih banyak diminati.
Baca juga: 5 Ide Bisnis Sampingan Menjanjikan untuk Menyambut Ramadan 2025
Selain itu, kategori lain yang mencatatkan lonjakan permintaan jelang Ramadan antara lain perlengkapan rumah tangga seperti alat masak, rak serbaguna, hingga alat kebersihan. Produk fesyen muslim seperti mukena, sarung, hijab, dan pakaian muslim wanita pun mengalami peningkatan permintaan.
Sementara itu, produk kecantikan dan perawatan diri seperti produk perawatan kulit dan alat styling rambut ikut terkerek naik. Termasuk produk elektronik dan eralatan dapur seperti blender serta peralatan membuat konten video seperti ring light dan tripod.
Menariknya, permintaan terhadap perlengkapan umrah mengalami lonjakan hampir sembilan kali lipat dibandingkan hari biasa, seiring dengan meningkatnya jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.
"Jumlah penjual pada periode menjelang Ramadan 2025 biasanya secara rata-rata akan naik sekitar 40%," ujar Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan.
Bagi pelaku usaha, Ramadan merupakan peluang emas untuk meningkatkan penjualan dengan strategi yang tepat. Meningkatkan visibilitas produk melalui platform digital dan memanfaatkan tren belanja berbasis konten menjadi langkah yang efektif.
Haykal Kamil, CEO Kals Corpora yang menaungi brand ZM Zaskia Mecca, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam kampanye Ramadan tahun sebelumnya berhasil meningkatkan penjualan hingga lima kali lipat.
Tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, kreator konten seperti Ma’e Arik juga merasakan dampak positif. Dengan memanfaatkan live streaming di TikTok sebagai affiliate content, pendapatannya mengalami peningkatan yang signifikan.
Melihat peluang ini, banyak pelaku usaha kini berupaya memahami strategi pemasaran yang lebih efektif selama Ramadan. Program edukasi bisnis daring menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mengoptimalkan pertumbuhan bisnis di tengah lonjakan permintaan.
Dengan pendekatan yang tepat, pelaku usaha dapat memaksimalkan potensi pasar yang semakin berkembang selama periode Ramadan, menjadikannya momen krusial untuk meningkatkan omzet dan memperluas jangkauan bisnis.
Tren belanja berbasis konten terus berkembang, terutama melalui video pendek dan live streaming yang semakin berpengaruh dalam keputusan pembelian konsumen. Produk seperti lighting, tripod, dan ring light menjadi laris karena semakin banyaknya kreator konten yang memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan interaksi dengan audiens mereka.
Dengan meningkatnya permintaan dan semakin banyaknya peluang yang tersedia, Ramadan 2025 diprediksi akan menjadi momen yang menjanjikan bagi berbagai sektor bisnis, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar dan meningkatkan penjualan secara signifikan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.